Tercipta Dari Tulang Rusukmu

Tercipta Dari Tulang Rusukmu
Bertanding


__ADS_3

Menang dalam pertandingan, itu sudah biasa.


Tapi, menang untuk singgah di hatimu. Aku belum bisa.


~Giovani AB


*****


Suasana meriah hadir dalam kegiatan pertandingan persahabatan antara SMA Harapan Bangsa dengan SMA Merdeka. Lapangan sudah di penuhi oleh para penonton. Semua siswa dan siswi SMA Harapan Bangsa seakan tidak ingin tertinggal menyaksikan pertandingan itu. Adapun penonton dari SMA Merdeka hanya berjumlah kurang dari 15 orang.


Tampak Gio dan kawan-kawan sedang bermain dilapangan dengan penuh semangat. Banyak wanita yang berdecak kagum melihat Gio. Mata Gio menyapu seluruh bagian lapangan. Tidak nampak seseorang yang ia tunggu kehadirannya. Pertandingan masih seri.


Gio melihat ke sudut di luar lapangan. Tampak seseorang yang ia tunggu melihatnya bermain. Senyumnya mengembang dan semangatnya bertambah dua kali lipat. Gio semakin banyak memasukan bola ke ring lawan. Sampai tim lawan tertinggal jauh skornya.


Sementara di sudut lapangan. Nisa sedang berdiri dengan guru yanglain dan para siswa yang lain yang tidak kebagian nonton di lapangan.


"Gio, semangat."


"Gio, semangat. Aku padamu."


"Gio, pasti menang yeye."


Banyak teriakan murid wanita yang memberi semangat kepada Gio. Semakin lama pertandingan pun semakin seru.


"Memangnya Gio itu jago bermain basket ya?" tanya Nisa pada salah satu gadis yang ada di sampingnya.


"Jago banget bu. Dia kan kapten tim. Tuh liat bu, dia paling banyak masukin bola."


Nisa tersenyum. "Sepertinya Gio banyak fansnya. Termasuk kalian."


"Iya bu. Aku kagum banget sama Gio. Udah ganteng, jago main basket, suara nya bagus lagi. Tapi, sayangnya kita hanya mengagumi dalam diam."


Nisa mengernyitkan dahi. "Kenapa?"


"Soalnya Gio milik Reva." jawab gadis itu.


"Oh pacarnya namanya Reva?"


"Gak tahu bu. Cuma Reva bilang jangan sampai ada yang berani deketin Gio. Soalnya Gio milik Reva seorang. Gitu katanya."


"Ooh.. Selama janur kuning belum melengkung, kalian berhak kok. Gak ada masalah kalo menurut ibu."


"Tapi Gio itu jarang jalan sama Reva. Lebih sering sama cewek itu tuh bu." Gadis di samping Nisa menunjuk ke arah pinggir lapangan.


"Memangnya siapa?"

__ADS_1


"Ada yang bilang pacarnya Gio. Dia anak SMA merdeka."


"Gio banyak pacarnya?" tanya Nisa.


"Wajar sih bu. Ganteng gitu. Saya juga mau jadi pacar ketiganya."


Nisa hanya tersenyum menanggapi gadis itu. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran ABG jaman sekarang. Dulu, waktu sekolah Nisa tidak berani terang-terangan seperti itu. Cukup memendam dalam hati sendiri.


Pertandingan basket telah berakhir, dan pertandingan di menangkan oleh tim Gio. Semua orang bersorak sorai gembira.


"Bu Nisa ayo, kita kembali." ajak Bu Reni guru mata pelajaran Sejarah.


"Mari bu."


Nisa yang melihat ke arah Gio tidak sengaja mata mereka bertemu. Nisa langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju ruang guru. Sedangkan Gio tersenyum melihat kepergian Nisa.


******


"Saya seneng banget anak-anak basket kita menang. Ini kemenangan yang ke sekian kalinya. Mereka memang top." ujar bu Reni.


"Siapa dulu dong pelatihnya? Guru olahraganya?" ucap Pak Septian.


"Oh jelas pak Septian memang pelatih terhebat." ucap bu Lena dengan nada manjanya.


Nisa tidak ikut menimpali. Dia hanya tersenyum kecil. Ponselnya bergetar. Ia melihat pesan yang di kirim oleh Gio.


ABG Labil


Saya


Ini berkat kerja kerasmu. Saya tidak ada pengaruh apapun.


ABG Labil


Kalo ibu gak nonton saya bermain, saya pastikan akan kalah. Karena semangat saya sekarang adalah ibu.


Nisa tidak membalas pesan terakhir dari Gio.


ABG Labil


Bu, saya traktir bakso ngenes deh.


Bu, kok gak di bales?


Saya nangis nih bu.

__ADS_1


Ah ibu, jangan nyuekin saya dong.


Sakit, tapi gak berdarah. 💔


"bu, senyum-senyum sendiri?" bu Reni mengagetkan Nisa.


"Enggak apa-apa bu."


"Duh, pasti lagi chatingan sama pacarnya ya?" Goda bu Reni.


"Bu Reni bisa aja. Enggak ini temen."


Pacar, pacar dari hongkong. Yang ada ini Abg labil yang terus menghantui hidupku.


"Jadi, bu Nisa udah punya pacar. Oh bagus dong kalo gitu. Di tunggu undangan pernikahannya bu." ucap bu Lena. Bu Lena memang sedari awal tidak menyukai Nisa. Karena ia menyukai pak Septian yang sering mendekati Nisa.


Bagus deh. Jadi, pak Septian akan menjadi milik aku. Lena


Oh bu Nisa udah punya pacar. Pupus dong harapan saya untuk mendekatinya. Septian


*****


Di pinggir lapangan tim Gio masih mengistirahatkan tubuh mereka. Mereka berdiam diri sambil meminum air dalam botol. Gio mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu.


"Bro makan-makan yo buat ngerayain kemenangan kita." ucap Juna.


"Wahh ide bagus tuh."


"Karena kali ini gue lagi bahagia. Gue traktir kalian semua." ucap Gio.


"Serius lo Gi?"


"Wah demen nih gue sama yang beginian."


"Lo mah emang sukanya gratisan Jun." sindir Arka.


"Kalo sama-sama suka gratisan gak usah saling ledek." ucap Gio skakmat.


"Mau makan-makan nih? Ngajak gue dong?" sambar seorang gadis berambut pendek.


"Belum pulang lo Not?" panggilan akrab Gio kepada Vina.


"Gue pengen dianterin sama lo." Vina duduk di samping Gio.


"Karena gue lagi baik. Gue anterin lo, tapi sebelumnya kita cari makan dulu."

__ADS_1


"Yaudah jangan tunggu lama lagi. Let's go." Vina berdiri dan menarik tangan Gio. Vina memang sekolah di SMA merdeka, namun ia akrab dengan gengnya Gio.


Akhirnya, Gio dan kawan-kawan meninggalkan lapangan.


__ADS_2