Terjatuh Lagi

Terjatuh Lagi
Awal Sebuah Kenyamanan


__ADS_3

aku Tania 19 tahun dan hari ini adalah hari pertamaku kuliah, setelah sebelumnya di terima masuk melalui pintu tes SNMPTN


dengan penuh semangat Tania bersiap berangkat menuju kampus karena tidak inggin terlambat di hari pertamanya.


Tania: Ma, aku berangkat dulu ya


Mama: Kamu udah sarapan belum?


Tania: udah ma, assalamualaikum


Mama: wa'alaikumsalam, hati-hati ya!


Tania bergegas mengendarai motornya untuk pergi ke kampus, tetapi sesampainya di depan kampus dia kehilangan keseimbangan dan menabrak mobil seorang mahasiswa yang bernama Viano


Viano: Hei,jalan pake mata(berteriak)


Tania: Maaf kak saya tadi pake motor


Viano: dih, malah nyolot lu, lu pasti anak baru


untung lu cewek!(lalu pergi)


Tania: Sekali lagi maaf kak!


Tania dengan wajah takut pergi untuk memarkirkan motornya lalu pergi ke kelas.


di tempat lain Viano yang kesal pun pergi ke kelasnya.


Viano: sialan, hari ini gua apes banget(memukul meja)


Arya: kenapa loe nyet, datang-datang mukul meja(merangkul Viano)


Viano: tadi ada anak baru nabrak mobil gua


Arya: kenapa nggak loe kasih pelajaran aja


Viano: yang nabrak cewek ****!


Arya: hahaha, ya kawininlah!


Viano: Sini pacar loe gua kawinin(menarik tangan Sonia)


Arya: eits, tidak boleh(merebut tangan Sonia)


Sonia: Vin, gimana kalo kita kerjain si anak baru pas ospek

__ADS_1


Viano: Hem, ide yang bagus, Woy Arya pacarlu jahat juga ya(sambil tertawa)


Arya: kalau nggak jahat mana mungkin mau sama gua(tertawa)


Viano, Arya, dan Sonia mencari ide untuk mengerjai si anak baru yang belum mereka kenal.


Sedangkan dikelas kedokteran Tania sedang berkenalan dengan mahasiswa/i yang lainnya dikelas


Tania: assalamualaikum hai semuanya saya Tania, mohon bantuannya (memberi salam)


Semua orang memberi salam kepada Tania dan memperkenalkan diri mereka satu persatu


Ina: hei Tania, kamu tadi yang ribut sama Viano di parkiran?


Tania: siapa? oh namanya viano, kok kamu tahu Na?


Ina: semua orang tahu Tan, emang dunia cuma milik kalian berdua aja(Senyum)


Tania: emang kenapa kalau ribut sama Viano(bingung)


Ina: awas nanti dijahilin lho(berbisik)


Tania: ah, biarin aja terserah dia


Benar saja yang terjadi selama ospek Tania dijahili habis-habisan oleh Viano dkk


Roni: woi, Viano,kalian ini sudah kelewatan(memakaikan jaket ke Tania)


Viano: bukan urusan loe!(menantang)


Roni: kampus ini bukan punya bapaklu(menarik kerah Viano)


Viano: bacot lu! ( memukul Roni)


merekapun berkelahi dan saling baku hantam, teman-teman merekapun berlari dan melerai mereka, sedangkan Tania terdiam dengan wajah yang sedih


Roni: Awas lu kalau ganggu anak baru lagi!(mengancam)


Viano: Siapa takut!


Viano akhirnya dibawa oleh teman-temannya pergi untuk melerai, sedangkan Roni datang menghampiri Tania


Roni: Hei, kamu baik-baik saja?(menatap)


Tania: saya baik-baik saja kok kak(Sedih)

__ADS_1


Roni: Ayo sini kuantar pulang!(menarik tangan)


Tania: Tapi saya naik motor tadi kak.


Roni: motor kamu tinggal saja, biar kamu kuantar naik mobil supaya nggak kena flu, trus besok kujemput lagi


Tania: Makasih kak...(bingung)


Roni: Panggil aja aku Roni!(senyum)


Tania: saya Tania kak


Roni akhirnya mengantar Tania pulang kerumahnya, tetapi sesampainya dirumah


Tania: Makasih Kak Roni sudah mengantar Tania pulang(menunduk)


Roni: Nggak usah bilang terima kasih, ini juga kesalah kami yang enggak bisa menjaga kalian yang masih baru.


Tiba-tiba mama keluar rumah untuk melihat siapa yang datang, tapi dia terkejut ternyata Tania pulang dengan pakaian yang basah dan bau.


Mama: Tania, kamu kenapa?(melotot ke Roni)


Tania: Enggak apa-apa ma cuma kepeleset aja(senyum)


Mama: Pasti kamu yang bikin Tania kayak gini ya, pergi kamu!(menunjuk Roni)


Tania: bukan ma, kak Roni yang ngebantu Tania(menarik tangan mama)


Roni: saya minta maaf Tante karena belum bisa menjaga Tania, saya pulang dulu ya, assalamualaikum (tersenyum)


Roni akhirnya pergi kembali ke kampus.


Tania dan mama masuk kerumah, setelah sudah selesai membersihkan diri Tania pun


menceritakan yang terjadi kepada


Mama: aduh, berarti mama salah ya(senyum)


Tania: iya ma, kalau nggak ada kak Roni aku sekarang pasti sudah sakit flu(tersenyum)


Mama: kalau gitu besok sampaikan permintaan maaf Mama buat Roni ya


Tania: tenang aja ma besok kak Roni yang jemput Tania soalnya motor Tania masih dikampus


Mama: baguslah kalau gitu besok mama sekalian masakin buat Roni sebagai permintaan maaf(tersenyum)

__ADS_1


hari-hari memalukan yang sebelumnya terjadi di kampus perlahan menghilang dari pikiran Tania karena sebuah kenyamanan yang diberikan Roni dan membuat Tania tertidur pulas demi menyambut hari esok


__ADS_2