Terjatuh Lagi

Terjatuh Lagi
Awal Tawa


__ADS_3

Tania: Mama, Papa kami berangkat ke kampus dulu ya


Mama: hati-hati dijalan ya(melambai)


Papa: Rian jagain adik kamu!


Rian: Nggak papa suruh juga pasti Rian jagain kok(tersenyum)


obrolan singkat yang sangat berarti bagi mereka karena pada akhirnya mereka bisa berkumpul bersama lagi.


Keluarga Tania sudah resmi pindah ke villa besar yang diberikan kakeknya dan paman Andi sudah menjadi Presiden dari ENZ sebuah perusahaan dibidang energi yang menjadi usaha keluarga mereka.


Papa: Ma, kamu rindu saat-saat kita pacaran dulu nggak?(menggoda)


Mama: ih Papa kita sudah tua(berkedip)


Leni: Bibi, Tania udah berangkat?


Mama: eh Leni, baru saja Tania sama Rian kekampus (gugup)


Papa: Leni! kamu kecil-kecil udah ganggu kesenangan orang dewasa ya(kecewa)


Leni: Paman,Leni minta maaf ya kalau mengganggu suasana romantis kalian(tertawa)


Mama: udah biarin aja paman kamu,memangnya kamu ada perlu apa sama Tania?


Leni: Leni cuma mau ngajak Tania jalan kok.


Mama: ya udah nanti bibi sampaikan sama Tania ya(tersenyum)


Leni: makasih bibi, Leni pulang dulu dadah(pergi)


Papa: anak muda jaman sekarang bukannya memberi salam malah memberi masalah

__ADS_1


Mama: Kamu tetap sensitif banget ya(tersenyum).


burung-burung menyambut sore hari yang tenang dan hembusan angin mengiringi kepulangan Tania dan Rian.


Tania: Mama, mau tahu gak tadi kak Rian ditembak sama Gita lho(senang)


Mama: kok kamu tertawa, dimana kakak kamu sekarang? sudah kerumah sakit?(cemas)


Rian: bukan ditebak pake pistol ma, tapi pake perasaan(tertawa)


Mama: Tania kalau ngomong jangan pake bahasa anak muda sama mama ya(kesel)


Tania: maaf ma Tania kirain mama masih muda(tertawa)


Mama: yaudah gimana ceritanya mama mau denger(penasaran)


Rian: dasar tukang gosip.


mulai dari Gita yang menghampiri Rian saat dilapangan dan memberikan sepucuk surat kepada Rian yang disana tertulis bahwa Gita menunggu Rian di depan kampus sampai dimana Rian mengajak Gita untuk bertemu disebuah kafe besok sore.


Dilain sisi Rian tampak duduk disebelah Papanya.


Rian: Pa kenapa dulu bisa suka sama mama?


Papa: kok kamu tiba-tiba nanya begitu kenapa?


Rian: Tadi ada wanita yang menyatakan cinta sama Rian tapi Rian bingung dan mengajak dia kekafe buat mengobrol.


Papa: Ok, Papa dulu suka sama mama kamu karena dia itu wanita yang pemaaf dan rendah hati dan ada 1 hal lagi yang wajib


Rian: apa itu pa?(penasaran)


Papa: cantik(tertawa)

__ADS_1


Rian: Ma,papa bilang mama dulu cantik


Mama: oh, jadi mama cuma dulu cantik!(kesal)


Papa: siapa yang bilang biar Papa pukul (pergi)


Rian & Tania:(Tertawa).


Mama: oh iya Tania tadi sepupu kamu Leni datang mau mengajak kamu buat jalan-jalan besok.


Rian: cuma Tania ma?


Tania: kakak besok ada janji kan!(menyindir)


Rian: aduh derita pria tampan(bangga)


Tania: udah ayo ma kita tinggalin aja cowok narsis ini(pergi)


Keesokan harinya Leni kembali datang kerumah Tania.


Leni: Tania udah siap belum?


Tania: udah kak(bergegas)


Rian: aku gimana?


Tania: kakak nunggu chat Gita ja!(tertawa)


Rian: kalian kejam(kesal)


Tania: kita mau kemana kak?


Leni: rahasia, kamu nurut aja ya ga bakal kecewa kok(tersenyum).

__ADS_1


__ADS_2