
Pagi yang cerah menyambut hari Tania yang penuh tanda tanya, namun Tania menyambutnya dengan kebahagiaan.
selang beberapa waktu pintu terdengar suara bell rumah, Tania berlari untuk mbukakan pintu, tapi alngkah kagetnya dia karena mama sudah membukakan pintu.
Roni: Assalamu'alaikum Tante, Tanianya ada?
Mama: Wa'alakumsalam,oh nak Roni ayo masuk dulu,ada yang mau Tante omongin
Roni: oh iya Tante,trima kasih(segan)
Mama: Gini, Tante mau minta maaf karena kemarin terburu-buru memarahi kamu,dan terlalu cepat menilai kamu
Roni:oh nggak apa-apa Tante,saya ngerti Tante khawatir sama Tania
Mama: Terima kasih atas pengertiannya,kalau gitu selama di kampus kamu bantu Tante buat jagain Tania ya
Roni: Oh iya Tante pasti aku jagain Tania kok
Mama: Terimakasih ya nak Roni, Tante jadi nggak khawatir lagi,Tania udah ditungguin sama temen kamu ayo cepat
Tania: iya ma
Tania yang tidak sengaja mendengar percakapan Mama dan Roni tampak bahagia karena Roni mau menjaga dia selama di kampus.
merekapun berangkat ke kampus,tetapi sesampainya dikelas tiba-tiba banyak yang membicarakan dia.
__ADS_1
Tania bingung,lalu dia bertanya pada Temannya
Tania: Ina, kok mereka bisik-bisik sambil melirik ke aku sih?
Ina: emm, gimana ngomonginnya ya?(bingung)
Tania: enggak apa-apa aku cuma mau tahu aja(cemas)
Ria: Kemarin kamu bikin masalah sama Viano, terus tadi kamu kekampus bareng Roni, ya jadi masalah sih!
Tania: ok,kalau sama si Viano itu aku ngerti tapi kenapa berangkat bareng kak Roni jadi masalah.
Ina:ehm,itu karena(suara dosen menutup perbincangan mereka)
Tania mengikuti kelas dengan penuh tanda tanya karena bingung masalah apa yang ada saat dijemput dengan Roni, Tidak terasa kelas berakhir dengan Tania yang masih bingung
Sari: Siapa disini yang namanya Tania?(melirik)
Tania: aku kak, ada apa ya?
Sari: masih nanya lagi, gimana kamu bisa kekampus bareng Tunanganku?(membentak)
Tania: Tunangan kak siapa ya?(bingung)
Sari: masih nanya lagi ya Roni lah!
__ADS_1
Tania: Ehm, jadi gini kak...
Tania belum menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Roni datang menghampiri Sari.
Roni: Sari,kamu kenapa marah-marah sama Tania?(memegang Tangan sari)
Sari: habisnya kamu nggak bisa jemput aku tapi malah kekampus bareng Tania(menunduk)
Roni: Tania itu udah kuanggap adek aku sendiri,dan aku juga udah ceritain ke kamu apa yang terjadi kemarin.
Ketika mendengar Roni berkata "udah ku anggap adek aku sendiri" Tania pun pergi kekantin dengan wajah kosong. sedangkan Roni masih memberi penjelasan ke Sari
Tania: Adek aku sendiri apanya,gampang dia ngomong gitu(bergumam)
Ina: Tania, kenapa kamu langsung pergi?(senyum)
Tania: bukan apa-apa!(kesal)
Ina: Kamu terlalu berharap lebih ya?
Tania: Apaan sih Na, Kamu Kalo ngomong suka bener!
Ina:hahaha, gimana kalo kita lomba lari kekantin siapa yang kalah dia Traktir yang menang
Tania: ok,1 ,2 ,3!
__ADS_1
belum terlalu jauh Tania berlari tiba-tiba dari arah sebaliknya Viano sedang bercanda dengan teman-teman nya, dan tabrakan tidak bisa dihindari, Viano yang marah mengangkat tangannya tanpa melihat ke belakang,karena melihat Viano yang bersiap memukul Tania Sontak berteriak
Tania:ahh!