
Viano melayangkan tangan kepada Tania tetapi tiba-tiba dari sampingnya Rian menghentikan tangan liar yang tidak tahu pada siapa akan tersandar
Rian: mau ngapain lu?(menggapai tangan Viano)
Viano:(terkejut)
Rian: Lu masa mau mukul cewek?(Menghempaskan tangan)
Viano: Sorry reflex bro!
Rian: Lu kalau minta maaf jangan sama gua tapi sama orang yang hampir lu pukul!
Viano menoleh ke belakang dan melihat Tania yang masih memejamkan mata karena takut terkena pukulan Viano
Viano: Hey anak baru!
Tania: Saya minta maaf kak(membuka mat)
Viano: Gua yang harusnya minta maaf
Ina: Ya udah cepet minta maaf(marah)
Tania: udah Na, Kan aku nggak apa-apa
Ina: kalau tadi kena gimana, dasar lemah mau mukul cewek(kesal)
Viano: apa lu bilang!
__ADS_1
Tania: udah ayo pergi(menarik Ina)
Viano:......
Tania pergi bersama Ina menuju kantin tanpa tahu siapa yang menyelamatkannya,sesampainya dikantin Tania mengobrol dengan Ina dan Tania terkejut karena ternyata ada cowok yang menyelamatkan dia waktu hampir di pukul oleh viano.
Tania: kok kamu tahu namanya Rian
Ina: Kalau nama cowok-cowok ganteng dikampus aku hafal di luar kepala(sombong)
Tania: jangan-jangan kamu.....
Ina: Hush, jangan ngomong sembarangan!
Tania: ok lupain, tapi aku belum bilang makasih sama dia(bingung)
Tania: bisa aja kamu(tertawa)
Selesai dari kantin mereka kembali ke kelas tapi tiba-tiba terdengar suara ribut dari lapangan,mereka terkejut karena yang membuat keributan adalah Viano dan Rian
Viano marah kepada Rian karena selalu berbeda pendapat dengan Viano
Viano: yan, mau lu apa sih?(kesal)
Rian: harusnya gua yang nanya gitu sama lu!(kesal)
Viano: Oh jadi gitu maksudlu?lu masih marah karena gua ngerebut Erika dari lu
__ADS_1
Rian: lu gobl*k lahir batin ternyata ya! gua udah ga peduli hubungan lu.
Viano: Terus kenapa pea?
Tanpa basa-basi Rian langsung memukul Viano,tanpa sempat melawan Viano tersungkur ketanah, lalu Rian pergi meninggalkan Viano.
Tania: mereka kenapa Na?
Ina: emm, sebentar kuingat-ingat dulu(berpikir)
Ina: ah aku tahu, mungkin karena Viano sombong
Tania: Kalau itu kayaknya dari dulu emang dia gia
Ina: Iya juga sih, ah bodo amat,ayo kelas udah mau dimulai(menarik tangan)
Kelas akhirnya berakhir tetapi tiba-tiba Roni datang menghampirinya, Tania terkejut dan bingung harus bilang apa.
Roni: maaf ya Tan, tadi Tunanganku udah menuduh kamu dan membentak kamu
Tania: nggak apa-apa kak, oh iya aku minta tolong kak, tolong jangan terlalu akrab sama aku, aku gak mau nanti kak Sari jadi berpikiran aneh tentang aku! (pergi)
Roni: tapi Tan...
Tanpa menoleh kebelakang Tania pergi pulang kerumah mengendarai motornya yang sejak kemarin berada dikampus, tetapi alangkah terkejutnya setibanya Tania sampai dirumah, karena di depan rumah tampak mama Tania sedang berbicara dengan seorang pria Paruh baya, dan yang paling membuat Tania terkejut disana juga ada Rian,
Tania memberhentikan laju motornya dan memandangi dari kejauhan, tiba-tiba suara mama Tania meninggi kepada pria paruh baya itu,tetapi pria itu tampak tenang dan tidak berkata apa-apa,tapi tiba-tiba Rian memeluk mama di ikuti oleh pria paruh baya itu,Tania lantas berlari menuju mama karena dia takut terjadi sesuatu mama, mama tampak menangis dan melihat kearah Tania.
__ADS_1
Tania: Mama kenapa?