Terjatuh Lagi

Terjatuh Lagi
Rahasia Hidup


__ADS_3

terpaku Tania menatap mamanya yang tengah menangis tanpa tahu sebabnya, Bibirnya membisu mencoba mencari makna dari air mata itu.


Tania: Ma, ini ada apa, kok mama memeluk kakak sama om ini?


Mama: Ayo kita kedalam dulu, biar mama jelasin semuanya


Papa: Tania, kamu Tania kan?(bahagia)


Tania: Om siapa?(bingung)


Mama Tania langsung menarik tangan Tania dan mengajak Rian serta papanya untuk masuk kedalam rumah.


Ketika didalam rumah mama Tania menceritakan semua yang terjadi,mulai dari bahwa Tania dan Rian adalah saudara kandung,hingga mengakui bahwa pria paruh baya yang disampingnya adalah papa Tania.


Tania terkejut,diam tanpa kata hanya air mata yang tiba-tiba menetes yang bisa menggambarkan keadaannya.


Mama: kamu tidak apa-apa Tania?(Khawatir)


Tania: ...(melamun)


Papa: ini semua adalah kesalahan papa(mendekati Tania)


Rian: Tan tidak peduli siapa yang salah, aku bahagia masih bisa melihat kamu,walau kamu mungkin tidak mengenal aku lagi.


Tania: Ma,kenapa? Mama bilang papa sudah meninggal,mama bilang aku anak satu-satunya(menangis)

__ADS_1


Mama: Mama minta maaf sama kamu Tania, mama tidak bisa menceritakan semuanya, kelak kamu akan mengetahuinya


Tania berlari menuju kamarnya dan menangis, dia kecewa karena selama ini mama yang dia sayangi membohongi dirinya.


Papanya ingin mencoba mengejar tapi Mamanya menghentikannya


Mama: biarkan saja dia sendiri dulu pa, dia belum siap menerima kenyataan bahwa selama ini telah dibohongi!


Papa: baiklah sayang, aku dan Rian akan menyiapkan barang-barang agar kita bisa tinggal satu rumah lagi seperti dulu.


Rian: Ma(memeluk)


Mama: kamu udah besar ya(menangis)


Setelah berbincang lama, Tania pun akhirnya luluh dengan rasa rindunya akan sosok ayah yang belum pernah dia rasakan dan sosok kakak yang ternyata melindunginya dari belakang, Rian menceritakan alasan dia berkelahi dengan Viano karena sikapnya kepada Tania, akhirnya semua telah memutuskan untuk pindah dan tinggal bersama keesokan harinya karena kebetulan besok adalah weekend.


Tania: lho, mama kok nggak bangunin Tania dari tadi(terkejut)


Rian: Mana ada yang berani bangunin putri yang ngorok(tertawa)


Tania: apaan sih kak,sana kerja lagi(melempar bantal)


Papa: Pagi-pagi kok udah berantem,tapi Rian benar kok, kamu ngorok keras banget(tertawa)


Tania: ih,Papa!(berteriak)

__ADS_1


Mama: kalian apa-apaan gangguin anak perempuan Mama!(memeluk)


canda tawa memenuhi rumah mereka,namun ternyata kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Tiba-tiba dari luar terdengar suara gerombolan orang yang memanggil nama papa dan menyuruhnya untuk keluar.


Tania terkejut dengan suara itu tapi mama menenangkannya, Papa dan Rian keluar untuk melihat siapa orang-orang itu,sedangkan mama dan Tania masih didalam kamar.


Papa: siapa kalian?


Preman: Kami suruhan dari bos Andi datang untuk menagih janji 5 tahun lalu


Papa: Dimana Andi?(marah)


Preman: ayo ikut dengan kami, kau akan segera bertemu dengannya(menarik)


Rian: Woy, santai dong nggak usah narik-narik(kesal)


Papa: Rian sudah kamu dirumah saja jaga mama sama adik kamu!


Rian: tapi pa?


Preman: ayo cepat!


Para preman itu akhirnya membawa Papa pergi bersamanya, Rian bingung bagaimana menjelaskannya kepada Mama dan Tania.


Alangkah terkejutnya mama begitu tahu mereka adalah suruhan dari Andi.

__ADS_1


Mama: Rian, Tania, Orang yg datang tadi adalah suruhan paman kalian.


Rian&Tania: Apa?


__ADS_2