
Seminggu berlalu setelah Papa Tania pergi tanpa kabar apapun.
kebahagiaan yang tidak sempurna bagai sayur tanpa garam dan bagai author tanpa "ehem dia".
hingga suatu hari terdengar kabar dari pelayan paman Andi bahwa Tania dan keluarga di undang untuk menghadiri acara keluarga besar Kakek.
Tania: apa benar kita diundang Ma?(cemas)
Mama: Memang kenapa kalua kita diundang Tan?
Tania: Aku cuma takut kalau kita cuma akan dijadikan bahan ejekan oleh mereka Ma.
Mama: jika mereka memang ingin mengejek kita itu terserah mereka, tapi setidaknya kamu harus kenal Kakek kamu.
Rian: masa adikku takut dibully? biasanya kamu yang ngebully perasaan cowok-cowok.(menggoda)
Tania: apaan sih kak Rian, Ma lihat kak Rian.(cemberut)
Mama: udah kalian bersiap-siap cepet!(tersenyum)
Rian&Tania: iya ma.
Malam menghampiri begitu cepat tanpa aba-aba gelap menyelimuti langit. Tania dan keluarganya pergi untuk bertemu Kakek mereka.
sesampainya di alamat yang tercantum dalam undangan itu Tania terdiam sesaat karena terpana pada bangunan yang besar dan indah yang menanti mereka.
Pelayan: Selamat datang diacara pertunangan Leni dan Arano,mohon tunjukkan undangannya!(Tersenyum)
__ADS_1
Tania: Ma ini kok acara pertunangan?
Rian: Jadi gini Tan, acara utama memang pertunangan sepupu kita Leni anak paman Andi.
Mama: ini undangannya!
Pelayan: silahkan masuk(tersenyum)
gemerlap lampu yang elegan menghiasi ruangan dan disertai alunan musik klasik menambah romantisnya ruangan itu.
Papa Tania berlari menuju pintu untuk menyambut istri dan anaknya.
Papa: untunglah kalian semua datang (tersenyum)
Mama: iya, lagi pula Tania belum mengenal siapa kakeknya(tersenyum)
Tania: Papa(memeluk)
Rian:Ayo semuanya kita duduk disebelah sana(menunjuk)
Acara pertunangan yang penuh akan keindahan dan sensasi romantis itu akhirnya berakhir dan dilanjutkan makan bersama keluarga besar Kakek Tania.
Semua orang terlihat bahagia dan tertawa hanya Tania dan Mamanya yang tampak masih cemas karena mereka tidak mengenal satupun orang yang duduk dimeja itu.
Akhirnya Papa Tania berdiri.
Papa: Selamat malam semuanya saya ingin memperkenalkan keluarga saya pada kalian(berdiri)
__ADS_1
Kakek: Ehm..baiklah
Papa: Kalian mungkin sudah mengenal Rian tapi Ini adalah istri tercinta saya dan ini anak perempuan saya Tania.(menunjuk)
Mama: Selamat malam saya adalah ibu dari Rian & Tania (berdiri)
Tania: selamat malam semua(berdiri)
Kakek: Baiklah, untuk semua yang hadir disini saya akan memberikan pengumuman penting. berhubung saya sudah tua saya akan melepas tanggung jawab perusahaan ENZ kepada Andi dan untuk Daniel saya akan memberikan vila ini untuk dia dan keluarganya.
Andi: Semoga Ayah sehat selalu.
Papa: Terimakasih Ayah.
Kakek: Rian,Leni,dan Tania temui kakek di taman.(pergi)
Leni: Wah ternyata aku punya sepupu perempuan.(memeluk)
Tania: hai kak, selamat buat pertunangannya(canggung)
Leni: nggak usah canggung, Rian aja kurang ajar kalau sama kakaknya(tersenyum)
Rian: Aku tuh Kakak kamu Leni (kesal)
setelah saling ngobrol mereka bertiga pergi keluar untuk menemui kakek.
Kakek: karena kalian bertiga sudah disini kakek akan menceritakan sesuatu tentang Ayah Rian dan Tania atau juga paman Leni.
__ADS_1
Kakek Tania menceritakan semuanya yang ingin Tania ketahui,mulai dari penyebab Papa Tania di jodohkan karena hutang hingga perselisihan antara Papa Tania dengan Papa Leni yang dikarenakan Papa Tania terlalu sayang pada Mama Tania.
haru menyelimuti keheningan malam yang sepi,air mata menjadi saksi penyesalan dan kebahagiaan karena bisa bersama.