
Jangan lupa follow ig author : @queenwang852g7
.
.
.
Selamat Membaca TEAM MARTHA / WANG
.
.
.
Dengan cepat aga membalikkan badan joy, sekarang posisi joy dibawah aga (maklum ya kalau cowok udah dipenuhi gairah pasti langsung gas). Jantung joy berdegup kian kencang, sebuah sensasi yang terasa begitu hot dan juga memabukkan disaat yang bersamaan langsung memenuhi diri mereka berdua. Jari jari tangan aga meremas lembut payudara ranumnya. Menghujani leher mulusnya dengan cumbuan bibirnya yang terasa begitu lembut.
Menghujani dirinya dengan cumbuan dan remasan tangan yang terasa begitu membangkitkan gairah.
Dengan sorot kedua mata yang tak pernah lepas memandangi wajah tampan Aga, Joy akhirnya mengangguk perlahan. Sebuah anggukan persetujuan yang menandakan kalau akhirnya, Joy mengizinkan Aga untuk melakukan hal tersebut.
Aga mencium bibir Joy sekilas lalu menyeringai puas, "Good".
Tanpa menunggu lama, Aga langsung menyerbu tubuh Joy, pertama Aga menghujani wajah dan leher mulusnya dengan sapuan ciuman bibirnya yang terasa begitu lembut dan bergairah. Jari jari tangan Aga yang nakal mulai bergerak, meremas lembut payudara ranum Joy yang masih tertutup bra dan kaos polos warna merah tua. Membuat Joy semakin menggeliat tidak nyaman dibawah dekapan hangat tubuh Aga.
Aga menghentikan ciuman panasnya sesaat, lalu beralih menatap wajah cantik Joy istrinya. Dengan perlahan, Aga menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah indah Joy, lalu beralih berbisik tepat di depan telinganya. Menyentuh leher dan tengkuk Joy dengan sapuan napasnya yang terasa hangat, membuat sekujur tubuh Joy langsung bergetar hebat.
" I'm gonna make you fell so good, Joy (aku akan memuaskan, Joy)..," bisik Aga dengan seringai nakal di wajah tampannya.
__ADS_1
Setelahnya, Aga langsung menanggalkan kaos merah tua dan celana panjang yang masih menutupi tubuh mulus Joy, lalu membuangnya dengan kasar ke atas lantai kamar tidur yang dingin. Aga langsung menelan ludahnya dengan kasar begitu melihat Joy, yang sedang terbaring nyaris telanjang (maklum ya udah puasa lama soalnya) di bawah dekapan hangat tubuhnya sambil menatapinya dengan tatapan sayunya. Hanya sebuah bra hitam dan panties berwarna senada yang masih menutupi tubuh polos Joy.
Jantung Aga berdegup kian kencang. Peluh mulai membasahi pelipis mulusnya. Kedua matanya sudah berkabut, tertutup oleh kabut gairah dan nafsu yang kian memuncak. Aga Rakha tak kuasa lagi menahan hasrat biologis yang selama ini terus bergejolak dalam dirinya tapi ia pendam karena ia tidak mau menjadi orang egois yang harus memenuhi nafsunya di saat istri sedang hamil.
"Aga.....," bisik Joy, yang nyalinya seolah olah menciut padahal awalnya joy yang pingin tapi sekarang kebalikannya saat melihat tatapan kedua mata Aga yang begitu intens. Persis seperti tatapan seekor singa yang sedang memata matai buruannya dalam diam dan gelapnya malam.
Aga mencium bibir Joy sekilas sebelum akhirnya bibirnya bergerak turun, menciumi paha mulus Joy bergantian, sambil sesekali mengelus kulitnya yang terasa lembut itu. Jari jari tangan Aga kkut bergerak, mengelus daerah kewanitaan Joy dari balik panties hitam nya.
"Ahhh......," desah Joy. Tubuhnya semakin bergetar hebat. Hari ini detik ini waktu ini, Aga Rakha sudah berhasil membawa Joy terbang jauh ke dalam nikmatnya lautan gairah. (sebelumnya sama sih cuma ini lebih bar bar)
Dengan perlahan, Aga beralih membuka kaitan bra yang masih menutupi payudara ranum Joy. Begitu bra nya sudah terbuka, Joy langsung menutupi kedua payudaranya dengan tangannya.
"Buset kenapa gue masih malu ya, padahal dia suami gue terus dia kan juga udah pernah liat" gerutu joy sambil gelud sama pikirannya
Blush. Wajah Joy yang cantik itu langsung memerah padam.
"Jangan, Aga.....," kata Joy takut takut dan malu
Joy menatap Aga dengan tatapan polosnya, "Aku.... aku malu..."
Aga tersenyum, "Nggak usah malu sayang, aku kan suami kamu. Masa kamu masih malu aja, lagian aku udah liat" Aga beralih mencium lembut bibir Joy sekilas, sebelum akhirnya lanjut bicara dengan tatapan matanya yang begitu intens dan serius, "Kamu tidak perlu jadi sempurna untuk bisa membuat aku tergila gila sama kamu sayang. Bagi aku kamu sudah sangat sempurna dimataku, aku beruntung bisa dapatin kamu, nggak abis pikir kalau orang lain yang dapat. Yang ada aku stress, tuhan sengaja kasih bidadari ke aku, dan aku janji akan jaga bidadariku ini dengan baik dan hati hati..."
Blush. Pipi Joy semakin merona padam begitu mendengar apa yang baru saja keluar dari bibir suaminya, membuat Joy bersyukur karena Tuhan telah mengkasih suami seperti Aga yang menerimanya apa adanya. Setelahnya, Joy hanya terdiam, menatapi wajah tampan Aga dengan tatapan matanya yang begitu sayu dan menggairahkan di saat yang bersamaan.
Aga lanjut bicara, "Apa mas boleh melanjutkannya sayang?" tanya aga ke joy
Joy hanya mengangguk perlahan.
Setelahnya, Aga beralih menanggalkan panties yang menutupi daerah kewanitaan Joy. Kejantanan Aga semakin terasa sesak dan terlihat semakin menonjol dari balik celananya, begitu melihat Joy yang sudah terbaring polos di hadapannya tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
"****, Joy....." bisik Aga.
Dengan penuh nafsu, Aga mulai menciumi sambil sesekali menghisap puncak payudara Joy bergantian. Meninggalkan banyak tanda kepemilikan di sekitar payudara mulus Joy. Jari jari tangannya tak tinggal diam, ikut memainkan dan meremas payudara ranum Joy dengan begitu lihai nya. Membawa Joy terbang semakin jauh ke dalam nikmatnya percintaan panasnya.
"Ahhhhhhhh......," desah Joy
Aga menyeringai puas. Perlahan, jari jari tangan Aga mulai turun, membelai kewanitaan Joy yang kini sudah tak tertutup sehelai benang pun. Dengan lembut, Aga langsung memasukkan dua jarinya sekaligus ke dalam kewanitaan Joy yang sudah basah dan terasa begitu hangat itu.
Joy langsung mendesah kencang sambil mencengkeram kuat punggung Aga, "AHHHHHHHHHHHHH!"
Aga mencium bibir Joy sekilas,
"****, i love you so much, Joy...."
Jari jari tangan Aga bergerak semakin liar di dalam kewanitaan Joy. Desahan Joy kian bertambah kencang begitu Aga memasukkan lagi satu jarinya, sambil terus memainkan kewanitaannya yang terasa begitu hangat dan sempit itu dengan begitu liarnya.
Sebuah sensasi yang terasa asing namun begitu nikmat langsung menjalari sekujur tubuh Joy kala Aga menekan klitorisnya dengan lembut, "Ahhhhh...... Ahhhhhhh, Aga!!!!!"
Aga langsung menyeringai puas,
"Here? (Di sini?)"
"Ah, iya! Di situ, Aga!" desah Joy kala Aga terus memainkan klitorisnya dengan nakal
SKIP
JANGAN LUPA VOTE LIKE AND KOMEN JIKA INGIN EPISODE INI DI UP DENGAN CEPAT!
TEAM MARTHA / WANG
__ADS_1
MAAF YA UNTUK UP NYA AGAK LAMA DIKARENAKAN, AUTHOR SEDANG SAKIT