Terjebak Di Hutan Kalimati

Terjebak Di Hutan Kalimati
Bab 25. Dendam Nesha


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Entah datang dari mana kekuatan itu, ikatan Rania terlepas dari tangan dan kakinya. Mata Rania berubah menjadi merah dan semilir angin kencang membuat rambutnya yang panjang itu tergerai melambai-lambai.


"Rania...Lo kenapa?" Reza yang baru saja berhasil melepaskan dirinya, melihat Rania berdiri tegap di depan matanya.


Fiks, si Rania kerasukan lagi si setan merah. Reza terbelalak melihat Rania yang berbeda.


Di dalam kobaran api, Wildan melihat Rania berdiri dan ditangannya ada pemukul dari besi. "Sial! Kamu belum mati, hah?" Teriak Wildan memakai Rania dan Reza yang masih hidup.


Rania melewati api panas itu sebelum apinya semakin besar. Dia pun berjalan ke arah Wildan dan menatapnya dengan mata merah yang tajam.


Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku? Ya Allah!. Alam bawah sadar Rania berusaha mengambil alih kembali tubuhnya yang saat ini di kuasai oleh Nesha dan dendamnya pada Wildan.


Reza keluar dari kobaran itu sambil membawa mayat yang ada di dalam karung. Dia menyimpan mayat itu di atas lantai, pikirannya saat ini adalah menghentikan Nesha melakukan sesuatu yang tidak diinginkan dengan tubuh Rania.


"Ran! Lo harus sadar, lawan Ran!" Reza berujar seraya memegang tangan Rania. Namun tenaga Rania begitu kuat, hingga Reza terhempas jatuh ke lantai.


BRUK!


Pelipis Reza terluka setelah kepalanya terantuk sudut meja. "Ughh..." Reza memegang kepalanya, sungguh kakinya lemas saat itu. Dalam hati dia memanjatkan doa kepada Tuhannya, agar dia diberi kekuatan untuk menghentikan sosok arwah penasaran yang menguasai tubuh temannya itu.


"Mas Wildan! Kemari kamu, Mas!" Teriak Rania dengan suara berbeda, dia bersiap mengayunkan pemukul besinya. Tatapannya mengarah tajam, mengisyaratkan dendam yang membara.

__ADS_1


Wildan gemetar, matanya memicing menatap sosok Rania dengan suara yang terdengar seperti Nesha, kekasih gelapnya yang sudah tiada itu. "Ka-kamu...Nes-Nesha.." Bibir Wildan gemetar saat mengucapkan nama wanita itu.


"Ya mas, ini aku Nesha! Wanita yang mengandung anakmu lalu kau bunuh dengan kejam!" Terlihat seringai di wajah Rania, tampak menyeramkan jika dipandang sekilas. Apalagi matanya yang merah menyala menatap Wildan.


"Gak mungkin! Kamu sudah mati Nesha! Kamu ada disana!" Wildan tidak percaya begitu saja dengan pengakuan Rania, yang mengatakan bahwa dirinya adalah Nesha. Jari telunjuknya mengarah kepada karung yang berisi sebuah mayat dan sudah bisa ditebak mayat siapa itu.


"Aku tidak akan mati, Mas! Aku tidak akan mati dengan tenang sebelum aku membunuhmu!" Ancam Rania yang berjalan semakin mendekat ke arah Wildan.


Wildan berjalan mundur, merasa tidak beres dengan Rania. Dia pun menuju ke arah pintu ruangan itu, namun tiba-tiba saja pintu itu tertutup seperti dibanting.


BRAK!


Suaranya yang keras membuat Wildan menelan salivanya, dia mulai ketakutan dengan sosok anak remaja yang memakai seragam putih abu itu.


BRUK!


Benar saja, Rania memukul kepala Wildan dengan sangat keras. Rania asli semakin kesulitan melawan hantu Nesha yang penuh dendam itu.


"Hey bocah sialan! Apa kamu sudah gila?" Wildan setengah roboh, ia memegang kepalanya yang berdarah. Darahnya mengucur ke lantai.


"HAHAHA...." Rania tertawa terbahak-bahak melihat Wildan yang berdarah-darah.


"Rania hentikan! Rania lawan, itu tubuh Lo! Lo pasti bisa melawan, come on bangun!" Ujar Reza yang mencoba berdiri, menopang tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Rania mendekat ke arah Wildan lalu dia menyerangnya lagi, namun kali ini Wildan tidak diam saja. Dia melawan serangan Rania dan mengambil pemukul kayu di lantai, kemudian dia memukul tubuh Rania.


Tubuh Rania ambruk ke lantai. "SIALAN KAMU MAS!"


Gadis remaja itu kembali berdiri, lalu dia menggigit tangan Wildan. Hingga dagingnya terlepas. "Aaahhhhh!!!" Pria itu mengerang kesakitan.


Mulut Rania berdarah oleh darah di tangan Wildan. Tiba-tiba saja Rania memegang kepalanya.


~Bu Nesha, tolong hentikan ini! Tolong jangan melakukan sesuatu yang akan Bu Nesha sesali. Saya akan membantu anda!~


Rania bicara didalam alam bawah sadarnya.


"TIDAK! Tidak!!" Teriak Rania sambil memegang kepalanya.


Wildan melihat Rania yang lengah, dia pun hendak memukul Rania. Namun Reza dengan sigap menolongnya. "Hentikan ini pak! Atau bapak sendiri yang akan menyesal!"


"Lepaskan aku, atau kamu yang aku bunuh!" Wildan mendorong Reza, hingga tubuhnya oleng.


Gawat! Kalau bapak ini semakin menyerang Rania, maka dendam si merah itu akan semakin membara dan mungkin kita semua bisa mati disini. Reza membatin, melihat Rania semakin di kuasai oleh hantu itu.


"Kalau kamu belum mati, aku yang akan membunuhmu lagi!" Wildan memukuli Rania dan Reza berusaha menghentikannya ditengah kobaran api. "Hentikan pak!"


...*****...

__ADS_1


__ADS_2