
...🍁🍁🍁...
Terjadilah baku hantam antara Reza dan Wildan. Itu karena Wildan terus menyerang Rania dan memukulnya dengan tongkat kayu. Tentu saja Rania yang saat itu dirasuki oleh Nesha, tidak diam saja. Rania melawan pria yang tubuhnya lebih besar darinya itu dengan tongkat besi.
Kekuatan Rania alias arwah Nesha sangatlah besar untuk membunuh Wildan. Kepala Wildan sudah berlumuran dengan darah akibat dipukul oleh Rania. "Kamu mau membunuhku lagi, Mas? Jangan mimpi kamu! Kali ini aku yang akan membuat kamu pergi ke akhirat!"
"Rania...lawan Ran! Lo gak boleh jadi pembunuh, Lo harus lawan...tubuh Lo gak boleh dikuasai siapapun selain diri lo sendiri. Please Ran, sadar!" teriak Reza yang berusaha membangunkan alam bawah sadar Rania.
"Ungghh....diam kamu dasar bocah ingusan!" Rania menatap tajam ke arah Reza. Ia masih di kuasai oleh Nesha.
Terjadilah insiden yang penuh darah disana antara Rania dan Wildan. Sampai akhirnya terjadi ledakan besar disana yang membakar habis semua ruangan itu.
__ADS_1
Saat itu, tiba-tiba saja Rania kembali menjadi dirinya sendiri setelah ia berhasil untuk melawan apa yang ada didalam dirinya, namun Rania jatuh tak sadarkan diri begitu ia kembali. Roh Nesha keluar dari tubuh Rania. Reza bisa melihatnya, roh Nesha menangis melihat karung yang hampir terbakar itu.
Reza paham apa yang dimaksud oleh Nesha, lalu ia pun membawa karung itu dan juga Rania keluar dari rumah kosong tersebut. Meninggalkan Wildan yang terluka cukup parah disana.
"Ran! Lo gak apa-apa Ran? Rania?!" Reza mengguncang guncangkan tubuh Rania, namun gadis itu belum sadarkan diri. Sedangkan api didalam rumah Nesha sudah menyambar sampai keluar rumah. "Oh ya, bapak itu masih ada didalam!"
Reza teringat sosok Wildan yang masih berada didalam rumah, ia membaringkan Rania di aspal bersamaan dengan karung itu, lalu ia masuk ke dalam rumah bermaksud untuk menolong Wildan.
"Apa kamu ingin dia mati? Semudah itu? Kalau dia mati sekarang, maka dia tidak akan pernah mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Jadi, biarkan saya untuk menolongnya!"
Reza mencoba berkomunikasi dengan Nesha, namun energi panas dari Nesha membuat Reza kesakitan. Ya, memang hanya Rania saja yang bisa berkomunikasi dengan arwah Nesha. Tampaknya, Nesha memang akan mengakhiri hidup Wildan saat ini juga.
__ADS_1
Reza pun berbalik, dia mencari air lalu mencipratkan air itu ke wajah Rania. Berharap Rania akan siuman dan mencegah arwah Nesha membunuh Wildan. "Ran, please! Lo harus bangun, Rania!"
Beberapa saat kemudian, Reza melihat mata Rania mengerjap beberapa kali. Lalu gadis itu membuka matanya, ia melihat Reza tepat didepan matanya.
"Reza...?"
"Ran! Cepat Lo cegah arwah Nesha, dia mau bunuh laki-laki itu didalam rumah! Please Ran!"
Orang jahat ditolong? Memang bodoh, tapi mau bagaimana lagi. Semua orang mungkin berhak mendapatkan kesempatan kedua. Sebenarnya Rania tidak mau menolong Wildan, namun ia rasa membunuhnya juga bukan hal yang baik.
Rania berdiri dengan gontai. Dia berbicara pada Nesha.
__ADS_1
...****...