
Sore harinya dokter yang memeriksa Fiel datang sambil tersenyum, beliau bilang karena luka dan keadaan Fiel makin membaik jadi dia di perbolehkan pulang
Sekitar satu jam setelah bi Marni mengurus surat kepulangan dan menebus obat mereka akhirnya berada dalam mobil menuju rumah bersama pa ismail
Fiel menatap jalanan kota yang ramai, cuaca sore hari ini benar - benar bagus, sekitar 25 menit menempuh perjalanan akhirnya mobil berhenti di depan rumah pagar hitam yang tertutup, tak berapa lama seorang satpam membuka pintu pagar
Mobil berhenti di pekarangan yang luas, Fiel kira dia akan melihat rumah besar dengan penampilan mewah, tapi tidak, rumahnya memang besar tapi tidak sebesar rumah seorang pengusaha sukses lainnya, bahkan rumah Fiel dulu jauh lebih besar daripada ini
Fiel keluar mobil dengan di bantu bi Marni, pak Ismail mengambil alih barang bawaan yang ada di bagasi
Fiel melihat sekeliling, rumah ini bisa ia kategorikan rumah minimalis dengan penampilan modern dan rumah ini tidak bertingkat, Fiel suka sekali halamannya, sangat luas dan asri
Bi Marni menuntun Fiel masuk kedalam rumah, ketika pintu utama di buka bisa ia lihat kalau di dalamnya berdekor serba simple, ruang tamu yang minimalis tidak terlalu banyak perabotan, mengahadap langsung taman depan, ada cermin besar di belakang sofa, Fiel bisa melihat beberapa poto keluarga dan ada juga beberapa lukisan
Berjalan agak kedalam melewati lorong yang berjarak lima langkah sisi kanan kirinya terdapat satu guci besar, dapat Fiel lihat ruangan luas yang sepertinya ruang keluarga yang di batasi rak kaca putih besar dengan hiasan - hiasannya menjadikan itu pembatas ruang makan, ada belokan dinding di dekat kulkas, mungkin itu dapur
Fiel melihat jarak antara sesama perabotan itu lumayan jauh, di tambah tidak terlalu banyak barang menjadikan ruangan ini sangat luas
" non mau langsung ke kamar saja atau non mau ketaman belakang?" bi Marni menyadarkan Fiel dari mengamati sekitar
" ke kamar saja bu " jawab Fiel singkat
Bi Marni menuntun Fiel berbelok dekat lemari putih besar, ah dia tidak melihat belokan ini karena terhalang lemari besar, ada lorong besar mungkin lebarnya dua kali lebar tangannya jika di rentangkan, ada 4 kamar yang berhadapan dua kamar sisi kiri dan kanan, di ujung lorong ada lemari kecil diatasnya jendela segiempat sedang
Bi Marni berhenti di pintu kamar kedua di sisi kanan, di daun pintu terdapat tulisan 'queen room'
__ADS_1
" ini kamarnya non, non istirahat aja nanti makan malam bibi akan bangunkan " Fiel mengangguk sedangkan bi Marni berlalu ke dapur
Pintu kamar dibukanya pelan, dekorasi nya benar - benar seperti di ruangan lain, sedikit sekali barang tapi Fiel bisa lihat kamar ini cukup luas
Di sisi kiri pintu ada kasur queen size berwarna abu, nakas kecil di sisi kiri dan kanan dengan lampu tidur berbulu, dinding cat berwarna biru dengan dekorasi bunga putih merambat, enam jendela besar menghadap dinding tinggi yang di penuhi semak belukar, ada meja rias putih bersebrangan dengan kasur jaraknya 6 langkah, dipenuhi alat make up dan alat skincare lainnya, di sebelahnya ada meja belajar dengan komputer, dia juga melihat laptop tersimpan rapi di sebelah komputer, di dinding atas meja belajar ada rak kecil di penuhi buku sedangkan di dinding atas meja rias ada poto bayi perempuan cantik berukuran besar, itu poto Alexa, dia melihat ukiran nama Alexa Putri Sagara di bawah poto lengkap dengan tanggal lahir
Kamar mandi di sebelah kanan bersebelahan dengan ruangan walk in closet, Fiel berjalan melihat kesana, ada banyak sekali baju tergantung rapi, ditengahnya ada tempat penyimpanan aksesoris seperti jam tangan bandana dan jepit rambut, di sebelah kirinya terdapat tas dan juga sepatu tertata rapih, berjalan ke ujung dia melihat berbagai alat make up yang belum terpakai, dan itu benar - benar banyak sekali
Fiel menatap puas kamar luas ini, sesuai dengan seleranya, Fiel kira karena pemilik tubuh ini masih remaja kamarnya akan di penuhi oleh aksesoris serba pink, tapi untungnya tidak, meskipun Fiel sudah dewasa dengan usia 24 tahun tapi dia bukan tipe wanita penggemar make up, riasan sehari - harinya hanya make up simple karena dia bukan tipe orang yang mau repot apalagi urusan berdandan, dan soal make up anak ini yang benar benar banyak dia akan memikirkannya nanti
**
Fiel sedang duduk di depan meja rias, tadi setelah istirahat dan makan malam Fiel langsung kembali ke kamar
Rencananya dia ingin tahu hal pribadi Alexa, dia tadi sudah memeriksa laci nakas dan meja belajar, siapa tau ada hal penting di sana namun nihil
Dia membuka laci kecil di sisi kiri meja rias, hanya beberapa aksesoris kecil, di laci yang bawahnya kosong, berlanjut ke sisi kanan hanya ada dua buku tabungan bank berbeda warna, Fiel membukanya dia melihat angka lumayan di sana, ada juga dompet panjang berwana hitam, ketika dibuka dia melihat ada kartu siswa dan 2 atm serta beberapa nominal uang cash berwarna merah
Lanjut ke laci bawah, ada sebuah handphone berlogo apel di gigit berwana silver
jadi anak ini punya 2 hp
Setelah menekan tombol power dia melihat walpaper seorang laki - laki tampan sedang berdiri di samping motor hitam besar, untungnya hp ini tidak memakai sandi atau pola yang rumit
Menekan ikon poto dia melihat ratusan poto candid Alexa, berbagai pose, dan tempat, yang paling mencolok di penglihatan Fiel adalah riasan yang di pakai anak ini, menurutnya ini terlalu berlebihan untuk anak remaja usia 17 tahun, kesannya seperti dewasa yang belum saatnya
__ADS_1
Seperti tante girang
Fiel bergidig sendiri dengan pemikirannya, dia melihat lagi ada dua folder di dalam galeri, yang pertama ada beberapa poto keluarga seperti yang ia lihat di ruang tamu dan ruang tengah, lalu seorang anak laki - laki yang bergandeng tangan dengan anak perempuan kecil, poto dua bayi berbeda gender, poto anak kecil perempuan, lalu ada poto anak remaja laki - laki tampan memakai seragam kelulusan
Oh ini mungkin damian
Folder satu lagi memiliki ratusan poto tapi hanya satu objek sama, si lelaki tampan yang ada di wallpaper, meski pose yang berbeda tapi Fiel melihat poto - poto ini seperti di ambil diam - diam karena jarak pandang yang jauh
Apa Alexa punya pria idaman ? Kenapa jatuhnya dia seperti penguntit
Keluar dari galeri, dia menekan ikon whatsapp, hanya ada 4 pesan, my mom, abang, my love, dan bi Marni. Untuk pesan keluarga hanya menanyakan kabar dan hal umum lainnya, untuk chat my love Fiel bergidig sekali lagi, bukan hanya make up yang berlebihan tapi isi pesan ini pun berlebihan, berderet pesan yang menanyakan kabar, ajakan nonton, ajakan makan malam, ajakan jalan, atau hanya chat yang memanggil nama, dari semua pesan ini tidak ada satupun yang berbalas, jangankan berbalas di bacapun tidak
Apa artinya ini cinta bertepuk sebelah tangan?
Setelah itu tidak ada lagi yang menarik perhatian Fiel, selain aplikasi whatsapp hanya ada 3 game offline dan satu aplikasi pengedit poto, kontaknya pun benar - benar cuma empat saja
Tidak ada petunjuk sama sekali tentang hal pribadi Alexa, benar - benar tidak ada yang menarik
Fiel pun tidak menemukan akun media sosial Alexa, tidak ada instagram, twiter atau facebook
Oh atau mungkin di hp yang hancur itu ?
Benar, mungkin saja ini hp cadangan yang di pakai Alexa
Kalau begitu besok aku akan pergi keluar untuk memperbaiknya
__ADS_1
Fiel menyimpan kembali barang - barang yang ia temukan, dia memutuskan meminta kembali hp yang hancur itu pada bi Marni besok, lalu membawanya ke tempat servis hp untuk memulihkan datanya saja, dia juga berencana kesalon untuk mengecat rambutnya menjadi hitam
***