
Hari pertama sekolah bukan hal yang menyenangkan seperti ketika dia mendapatkan proyek pertamanya dalam pekerjaan, itu buruk, menyedihkan, dan sangat menyebalkan. Fiel akan menarik ucapannya waktu bilang ini akan menyenangkan, sama sekali tidak dan tentu tidak akan ada yang mengerti perasaannya begitu pula dengan bi Marni
Selepas pulang sekolah dengan keadaan kulit perut perih tertumpah mie ayam panas--- dia sempat pergi ke koperasi sekolah yang kebetulan letaknya berdekatan dengan kantin membeli seragam baru, bi Marni menyambutnya dengan senyum hangat dan berbagai pertanyaan mengganggu, katanya,
Non sudah pulang ? Bagaimana sekolahnya ? Menyenangkan kan?
Non ketinggalan banyak pelajaran ya?
Teman - teman non gimana ? Mereka pasti seneng liat non kembali sekolah
Untuk pertanyaan terakhir, bi Marni mendapat delikan tajam dari sang nona, semua pertanyaannya berakhir ketika nonanya menjawab di luar ekspetasi bi Marni
Aku bahkan ingin membakar sekolah berserta isinya
Sesudah itu dia berjalan cepat ke arah kamarnya agar bi Marni tidak bertanya terus, melemparkan tas Fiel merubuhkan dirinya keatas kasur. Rasanya lelah sekali penat pikiran penat hati, Fiel seharusnya sadar bahwa mungkin ini akan terjadi, walau sudah memantapkan hatinya tapi jika realita tidak seperti khayalannya dia tetap tidak siap, sudah terlanjur masuk ke kehidupan Alexa dia tidak punya pilihan selain menjalaninya
" Aku memang hanya harus bertahan sampai lulus, aku tidak mau kalau sampai selamanya di dalam tubuh ini akan merepotkan jika harus menanggung semua masalahnya anak ini belum lagi aku juga punya masalah yang belum selesai.." gerutunya sambil menanggalkan pakaian dan berjalan kedalam kamar mandi
**
Lepas pukul 7 makan malam Fiel berencana untuk membeli camilan ke mini market di dekat komplek letaknya memang agak jauh kalau berjalan kaki, jadi Fiel putuskan untuk menaiki sepeda yang ada di garasi-- bi Marni yang menyarankan
Mengayuh sepeda dengan santai matanya melihat - lihat lingkungan yang ada di sini, melewati 2 belokan dari blok rumahnya Fiel sampai di depan gerbang komplek, mini marketnya ada sisi jalan sekitar 150 meter dan untungnya tidak perlu menyebrang
Suasana malam hari ini ramai, banyak juga pejalan kaki yang sekiranya Fiel lihat baru pulang bekerja, baru mengayuh 3 putaran sepedanya ia hentikan karena merasa sepedanya agak berat di bagian belakang. Turun dari sepeda dan melihat kalau ban bagian belakangnya kempes
Fiel menghela napas kesal, " sial bannya kempes "
Jadi dengan hati dongkol dia menuntun sepedanya dengan pelan, plang nama mini market sudah terlihat di depan mata, lagi, ia menghentikan langkahnya sebab 4 langkah darinya berdiri si folder my love yang sedang mengangkat alisnya bingung menatap ke arahnya
Mereka bertatapan lebih dari 20 detik, Gio mendecakkan lidahnya kentara sekali bosan melihat Alexa
" kenapa lo selalu ada di mana - mana ? Apa sekarang lo juga jadi penguntit ?" tangannya ia masukan kedalam jaket kulit hitam, berdiri tegak meluruskan pandangannya pada sosok yang menuntun sepeda
" bener - bener gak abis pikir gue sama kelakuan lo, selain hobi bully orang ternyata hobi lainnya juga lebih hina " Gio berjalan mendekat bisa ia lihat Alexa hanya menatapnya datar tanpa ada minat sama sekali
" lo pikir dengan kayak gini lo bisa bikin gue suka sama lo ?.." Gio mendecih remeh ".. gak akan pernah Alexa " sudut bibir Gio tersungging meremehkan, kepalanya ia gelengkan dengan semua pikiran mencemooh
" sudah ? " tanya Fiel acuh, " kalau sudah basa basimu lebih baik menyingkir dari situ, kau menghalangi jalanku "
Gio mendelik tidak percaya, Alexa bahkan tidak menanggapi kata - katanya
" hey bocah, lain kali kalau bicara itu di pikir terlebih dahulu, jangan hanya mengandalkan mulut " ujar Fiel sambil melangkah melewati Gio yang sedang mendengus keras
__ADS_1
Dua kali dalam pendengarannya si Alexa ini selalu mengatainya bocah, mengangkat bahu acuh Gio pergi dari sana setelah melirik sekilas pada punggung Alexa
Hati Fiel berubah dari dongkol menjadi benar - benar dongkol, sial sekali dia bertemu bocah folder yang pedenya ketinggian
Bibirnya tak henti untuk menggerutu untuk hari ini, berjalan pelan sambil menuntun sepedanya, lagi, Fiel menghentikan jalannya hanya untuk menajamkan apa yang ia lihat, di sana, di depan toko apotek yang terhalang dua toko dari mini market dia melihat sosok yang sangat ia kenali, sedang berdiri di depan mobil sambil menelepon seseorang
Itu Bastian
Yakin dengan apa yang ia lihat dia buru - buru menaiki sepedanya terlalu lupa dengan keadaan sepeda yang kempes sehingga selaju apapun Fiel mengayuh rasanya cukup berat
" BAS.." belum sempat nama itu terpanggil sepeda Fiel oleng karena menabrak batu yang ada di trotoar, dan sialannya, dia menabrak seseorang yang entah darimana datangnya tiba - tiba saja berada di depannya
Tak ayal membuat dua tubuh itu tersungkur, Fiel kesisi jalan untungnya tidak terlalu tengah dan orang yang di tabraknya ambruk ke arah semak - semak
Buru - buru Fiel bangkit dari jatuhnya menghampiri si korban, " anda tidak apa - apa ?" Tanyanya panik, sedetik kemudian dia teringat seseorang yang akan di kejarnya, tapi nihil mobilnya bahkan sudah melaju pergi jauh
" Aaarghh.." teriakan di sebelahnya mengalihkan perhatiannya dari jalan
" Oh tuan, anda tidak apa - apa ? " Tangannya ia julurkan pada si korban yang ternyata seorang lelaki, tapi di tepis dengan kasar
" Lu kalo naik sepeda tuh hati - hati , nambrak gue kan jadinya.." omel si lelaki yang sedang berusaha bangkit dari semak - semak
tangannya menepuk - nepuk kuat celana yang kotor, " liat kan tangan gue jadi lecet.." gerutunya masih menunduk membersihkan baju
" Lain kali kalo gak bisa naik sepeda gak us.." perkataannya terhenti tatkala melihat seorang gadis cantik yang berdiri di depannya
" Tuan.." tangannya menepuk bahu si lelaki, " anda tidak apa - apa ?" Tanyanya untuk kesekian kalinya
Lelaki itu sadar, berdehem canggung, matanya melirik kesekitar yang banyak kendaraan melintas dan tangannya mengusap tengkuknya canggung
" gu-gue lecet, iya lecet, nih lu liat aja--" memperlihatkan sikut tangannya yang memang tergores ranting semak - semak "-- tanggung jawab lu, gue gak mau tau lu harus obatin tangan gue "
Ekspresi si lelaki berubah garang matanya masih memperhatikan wajah yang membuat dia terpesona
Karena Fiel memang bersalah, mau tak mau ia mengajak si lelaki sambil menuntun sepedanya kearah mini market, setelah bilang untuk menunggu sebentar Fiel bergegas masuk kedalam untuk membeli obat merah, air putih, kapas dan plester luka
Setelah membayar barang yang diperlukan, Fiel menghampiri si lelaki yang masih menunggunya, mengambil tempat duduk di sebelah kanan dia mengambil kapas dan air putih
" sini tangannya tuan, saya obati dulu" pintanya pelan, dengan sigap dia menuangkan air putih pada kapas untuk membersihkan luka itu dari debu, menekan kapas yang sudah di tetesi obat merah Fiel meniup - niup pelan luka dan terkahir menutupnya dengan plaster lucu bergambar dinosaurus
" untuk plasternya tidak ada yang biasa tuan, maaf " katanya sambil mengigit bibir sedikit menahan geli melihat plaster yang di tempelkannya
Si lelaki hanya diam, tidak sanggup berkata apa - apa terlebih lagi wajah si gadis dekat dengan wajahnya. Dan dia melihat itu semua dari awal bagaimana si gadis telaten membersihkan lukanya, meniup lukanya bahkan mengigit bibirnya menahan tawa, itu semua tidak luput dari pengawasan matanya. Dalam hati dia berkata bahwa malam ini walaupun sialan karena di tabrak sepeda tapi sisi banyaknya dia bersyukur karena melihat wajah cantik sedekat ini yang membuat dia terpesona pandangan pertama. Tanpa sadar dia tersenyum lebar sekali
__ADS_1
Fiel melihat itu mengernyitkan dahinya bingung, sedikit bergidig saat satu pikiran terlintas di otaknya kalau lelaki di hadapannya ini gila
Tapi dia tidak ambil pusing, setelah membereskan semua peralatan tadi dia berdiri ingin berpamitan
" tuan maaf kalau tadi saya menabrak anda dengan tiba - tiba, saya tidak tau tuan ada disana, karena saya sudah mengobati luka tuan sebagai bentuk pertanggung jawaban saya pikir saya harus permisi dulu " Fiel membungkukkan sedikit badannya lalu berbalik menuju sepedanya yang terparkir
Baru satu langkah tangannya di tarik untuk berbalik, si lelaki tadi mencegatnya, dia bilang,
" gue mau tau nama lu "
Fiel sedikit kaget, " untuk apa tuan ?"
" buat jaga - jaga kalo nanti kita ketemu lagi.." sadar dengan ucapannya, buru - buru dia meralat, ".. maksudnya buat gue inget yang nabrak gue, gue gak tau ni luka bakalan sembuh cepet atau lama, kalo lama gue mau minta pertanggung jawaban lo lagi nanti kalo ketemu "
Itu kan hanya luka lecet
Merasa heran dengan perkataan si lelaki, tapi Fiel hanya mengangguk
" Alexa " katanya singkat
" gue Jack, inget - inget nama gue. Terus jangan panggil gue tuan gue bukan bapak - bapak pejabat " setelahnya dia berbalik tanpa mendengar jawaban Fiel
Melihat itu Fiel merasa sedikit geli, walau selintas dia sempat melihat telinga si lelaki yang katanya namanya Jack memerah
Menghembuskan napasnya lelah Fiel menatap kedalam mini market, dia menimbang jadi atau tidak membeli camilan, berdiri sekitar 7 detik akhirnya dia masuk membeli beberapa camilan seperti tujuan awal dia keluar
Setelah membayar dan keluar mini market Fiel mengerang keras, dia melupakan ban sepedanya yang kempes, dengan apes dia menuntun sepedanya berjalan menuju rumah yang letaknya lumayan jauh dari jalan raya
" Sial, benar - benar sial "
**
Seorang lelaki keluar dari apotek setelah membeli beberapa obat vitamin, belum sempat membuka pintu mobil ponselnya berbunyi, tanda ada panggilan masuk
" Ya. Baiklah, besok urus saja semampumu dulu setelah itu aku yang urus sisanya "
"...."
" Ya, oke "
Sebelum ia mematikan panggilan telepon, telinganya mendengar seseorang memanggil namanya
Jadi ia edarkan penglihatannya kearah sekitar, tapi tidak menemukan siapapun, dia hanya melihat ada dua orang yang baru saja bertabrakan dan di sebelahnya ada sepeda tergolek begitu saja
__ADS_1
Tidak mau ambi pusing sedetik kemudian dia masuk kedalam mobil lalu melajukannya dengan kecepatan sedang
***