
Jam 4 pagi tadi Fiel terbangun dan susah untuk tidur lagi, kebiasaannya ternyata terbawa walau dia berada di tubuh lain
Dulu biasanya Fiel akan melakukan latihan menembak atau boxing jika tidak bisa tidur, tapi Fiel tidak dapat melakukannya sekarang, jadi dia memutuskan berlari santai mengelilingi halaman luas rumah ini setelah cuci muka dan berganti baju olahraga
Fiel merasa tubuh Alexa ini jarang sekali olahraga, baru berkeliling 2 kali saja napasnya sudah tidak kuat, kakinya sampai gemetaran, Fiel berhenti di bawah pohon rindang di sekitar taman dia meminum air putih yang di bawanya
Ini masih terlalu gelap, bi Marni dan yang lainnya juga belum bangun, setelah napasnya sudah tidak sesak lagi Fiel melanjutkan larinya, lebih pelan dari yang tadi
Pov Fiel
Selagi berlari aku memikirkan rencana lainnya, mungkin setelah ini aku akan melatih keras tubuh ini agar kuat, lagipula bagus untuk kesehatan kan
Lalu aku juga akan segera masuk sekolah, aku tidak mau anak ini tidak lulus karena terlalu lama tidak masuk, untuk kehidupan di sekolah aku tidak mau terlalu mencolok apalagi berdandan seperti Alexa, aku hanya ingin tenang sampai lulus
Setelah lima menit berlari aku memutuskan berhenti, tubuh ini benar - benar lemah sekali, dadaku sesak hanya karena berkeliling taman dengan lari pelan, aku memutuskan untuk masuk kedalam, berjalan kedapur untuk membuat salad buah dan minuman teh hangat
Dapur ini menghadap langsung taman belakang tanpa dinding ataupun penyekat kaca, bernuansa kayu coklat tua dengan kanopi kaca
Jam di ruang tengah menunjukan pukul 04.50, lumayan walaupun lariku tidak lebih dari 10 putaran, membuka kulkas dan melihat semua makanan lengkap dan terjamin sehat, sejenak aku mendengar langkah kaki mendekat, dan itu bu Marni, beliau sudah bangun rupanya
" non udah bangun ? Mau bibi buatin sarapan " bu Marni mengambil tempat kosong di sisi kiriku dia melihat sekilas kearah ku yang sedang memotong buah anggur
" tidak bu, saya lagi buat salad buah, ibu tolong buatin teh hangat aja " aku menjawab tanpa mengalihkan pandangan
" mau teh madu non ?" aku hanya mengangguk untuk mengiyakan, setelah selesai dengan urusan salad buah aku berjalan ke arah wastafel guna mencuci tangan
" oh iya bu, saya mau ngambil hp yang hancur waktu itu, mau saya perbaiki siapa tau ada hal penting yang terlewat bu " bu Marni hanya mengiyakan
Setelahnya aku menuju taman belakang, taman belakang ini tidak terlalu luas, berjalan ke sisi kanan dari dapur aku melihat kolam sedang yang banyak ikan koi warna warni, di pinggiran kolam ada pot pot kecil tanama hias, lalu duduk di sofa hijau, ada 3 sofa berukuran sedang dengan meja kecil berwarna putih
Tak lama bu Marni datang mengantarkan teh hangat, setelah mengucapkan terima kasih, bu Marni berlalu kedalam rumah
Setelah dua jam menghabiskan waktu sambil sesekali memberi makan ikan aku beranjak menuju kamar, berpasasan dengan bi ida yang mengucapkan selamat pagi, aku hanya tersenyum sambil mengangguk
Mandi dan memilih baju simple, hanya jeans dan kaos kuning besar dan jam tangan kecil warna hitam, aku mengambil tas kecil dan dompet yang ada di laci, memakai sepatu sneakers putih lalu bergegas keluar
Pak Ismail yang sedang mengelap mobil langsung menyapa setelah aku memanggilnya
__ADS_1
" antarkan saya ke tukang servis hp pak " pak Ismail mengangguk, dia membuka pintu belakang mobil mempersilahkan aku masuk, tak lama mobil keluar pekarangan rumah
Aku hanya diam menikmati pemandangan di luar mobil sambil mengingat jalan yang di lalui, perumahan ini termasuk perumahan dengan banyaknya rumah minimalis modern jaman sekarang, setelah 5 menit melewati jalan besar, mobil berhenti di depan deretan toko berlantai dua
" bapak tunggu aja di sini saya mau kedalam dulu "
" siap non "
Aku langsung keluar mobil melangkah kedalam toko bercat putih yang menawarkan jasa servis hp dan berbagai aksesorisnya
Setelah membuka pintu kaca, aku di sambut seorang pagawai wanita yang bertanya membutuhkan apa
" saya mau servis hp, tapi saya hanya mau datanya saja, kalau bisa pindahkan ke hp yang warna silver ini " aku menaruh 2 hp di atas etalase
" berapa lama ya kira - kira ? "
" biasanya satu sampai dua jam kak " aku mengangguk, setelah bilang nanti siang akan di ambil aku melangkah keluar
Lalu aku meminta pak Ismail mengantar ke salon, tidak seberapa jauh dari tempat servis hp
Di sambut beberapa pegawai salon, aku meminta mereka mengecat rambutku menjadi hitam dan membersihkan kutex kuku
Untuk uang, aku menggunakan uang cash yang ada di dompet hitam punya Alexa, nanti aku akan memikirkan alasan cara meminta pin atm pada mamanya Alexa, setidaknya aku butuh uangnya untuk menunjang hidupku sekarang, aku juga tidak bisa langsung menemui Bastian karena harus mengurus soal Alexa dulu
Melihat jam di tangan sudah hampir masuk makan siang, aku dan pak Ismail langsung menuju rumah setelah mengambil hp, untuk hp mereka bilang karena kerusakan hp nya hanya ada di layar jadi tidak perlu sampai di pindahkan data, dan mereka hanya memperbaiki satu set layar dan lcd
**
Sampai di rumah Bi Marni sudah memasak makan siang, Fiel berjalan pelan menuju meja makan, melihat nonanya sudah pulang dengan sigap menyiapkan makanan
Fiel duduk dengan tenang, dia mengambil serbet putih diletakannya di atas paha, memakan makanannya dengan pelan
Sebenarnya bi Marni belum terlalu terbiasa dengan sifat nonanya yang baru, terlalu tenang, terlalu sopan, pun dengan melihat gaya makannya yang anggun seolah - olah sudah terbiasa
Beberapa menit setelahnya Fiel selesai makan, dia masih diam di sambil mengunyah apel yang sudah di potong
" bu, apa ibu sudah memberi kabar kalau saya sudah pulang dari rumah sakit pada mama dan papa ?" Fiel bertanya pada bi Marni yang sedang mencuci piring
__ADS_1
" sebenarnya dari kemarin sudah bibi telepon non tapi ngga di angkat - angkat, jadi bibi belum bilang apa - apa soal non sama nyonya "
Fiel mengangguk, " kalau begitu jangan bilang apa - apa bu, jangan bilang kalau saya ini lupa ingatan termasuk pada Damian"
Wajah bi Marni bingung, ketika ingin bertanya Fiel malah bangkit dan pamit menuju kamar, bi Marni kembali menelan pertanyaanya
Fiel duduk bersender di atas kasur, memeriksa hp yang baru di perbaiki, di hp ini dia melihat aplikasi media sosial, menekan ikon instagram langsung tersuguhkan puluhan poto yang Alexa upload tapi keseluruhan poto itu tentang make up, ada juga beberapa video berdurasi pendek tentang make up, sejauh ini yang di unggah oleh Alexa masih wajar, begitupun dengan twiter
Untuk aplikasi whatsapp tidak terlalu banyak pesan, dan yang paling mencolok adalah pesan yang berisikan banyaknya spam chat pada satu kontak-- kontak yang sama dengan kontak yang ada di hp silver, my love
Fiel benar - benar bergidig, dia langsung menghapus itu beserta kontaknya, ia juga melakukan hal sama di hp silver beserta folder potonya, untuk poto di hp ini tidak terlalu banyak dan itu pun masih selca candid Alexa jadi Fiel tidak akan menghapusnya
Masih terlalu bingung dan ganjal tentang masalah ini, Fiel mencoba mencari tahu di internet, mengetikan kenapa terjadi perpindahan jiwa di kolom pencarian, banyak blog yang membahas tentang itu dan beberapa hanya mengartikan secara ilmiah saja
Fiel melihat ada beberapa cerita yang sengaja dibuat dengan ide transmigrasi, mengeklik salah satunya dan mulai membaca pelan terus berlanjut sampai tiga empat cerita
Beberapa kesamaan yang mencolok yang Fiel baca, yang pertama si jiwa transmigrasi pada pemeran utama yang membawa perubahan besar mengikuti si jiwa itu sendiri, mengubah sudut pandang orang lain tentang si pemeran utama yang centil, bodoh, suka membuly, berdandan menor, menjadi pintar, ceria, disukai banyak teman, dan juga kakak - kakaknya
Yang kedua mengubah sudut pandang dari si lelaki yang di cintai pemeran utama, yang tadinya mengejar cinta menjadi di kejar cinta
Yang ketiga membuat keluarga si pemeran utama utuh
Dan yang terakhir si jiwa transmigrasi membalas dendam dengan tubuh si pemeran utama sebelum jiwanya kembali pada tubuhnya
Fiel mulai bertanya - tanya, apakah ia juga harus melakukan yang seperti di cerita ? Karena jujur Fiel mulai merasa hidup Alexa sama seperti di dalam cerita - cerita itu, hanya saja di dalam cerita di sebutkan kalau si jiwa transmigrasi di datangi roh pemeran utama untuk menjalani misi atau di minta mengubah jalan hidupnya, tapi disini Fiel tidak pernah di datangi Alexa mau dimimpi ataupun berbicara di dalam kepalanya
Haruskah ia mengubah sikap dan sifat Alexa, tapi Fiel tidak tau bagaimana sifat aslinya walau bi Marni sudah bercerita, tapi Fiel berpikir lagi bi Marni itu ibu pengasuh Alexa sejak kecil walaupun bi Marni tau perubahan Alexa tapi di mata bi Marni tetap sama saja
Untuk lelaki yang Alexa suka, Fiel tidak mau terlibat cinta monyet apalagi dengan lelaki lebih muda darinya
Aku harus tetap ingat umurku yang sudah 24 tahun !
Membuat keluarga harmonis ? Kalau ini Fiel rasa hanya akan berjalan sebagaimana mestinya saja
Balas dendam ? Untuk yang satu ini Fiel tentu akan tetap melanjutkannya walau di dalam tubuh orang lain
Jadi kesimpulan yang Fiel dapat adalah menjalani hidup Alexa dengan gaya dan juga cara Fiel sendiri, dia tidak mau repot - repot mengubah pandangan orang lain pada anak ini
__ADS_1
Yang Fiel ubah hanya gaya berdandannya saja, di tidak mau menjadi tante di umur muda, dan ketika waktunya tepat dia akan segera mendatangi Bastian
***