
Fiel sudah memutuskan untuk kembali masuk sekolah hari ini, walau bi Marni sempat menolak karena khawatir keadaan nonanya, pada akhirnya mengiyakan saja karena Fiel bilang dia akan baik - baik saja
Dia sempat heboh sendiri mencari seragam karena Alexa memakai seragam yang lumayan ketat, jangankan memakainya meliriknya saja Fiel tidak sudi tapi untungnya ada seragam yang masih tersimpan di dalam pelastik di deretan bawah bajunya Alexa
Memakai riasan tipis lalu menyelesaikan sarapan Fiel bergegas diantar oleh pak Ismail menuju sekolah, mobil Alexa masih berada di bengkel dan Fiel sendiri lebih suka di antar jemput daripada menyetir sendiri
Menghabiskan waktu 15 menit perjalanan akhirnya mobil sampai di depan gerbang sekolah yang biasa megah dan luas
International school harapan bangsa
Tercetak besar di atas gerbang, berpamitan pada pak Ismail, Fiel berjalan pelan sambil melihat sekeliling sekolah
Sangat mengesankan, keren juga sekolahnya
Fiel tidak terlalu menyadari situasi semenjak dia keluar dari mobil, banyak murid - murid yang memperhatikan tingkah Fiel, sebagian bertanya siapa gerangan anak murid perempuan yang cantik itu
Setelah melangkah kedalam sekolah Fiel baru sadar dia tidak tau letak kelasnya, matanya berkeliling melihat siapa yang akan di tanyainya, matanya berkerut heran melihat semua murid bejalan sambil berbisik melihat kearahnya
Apa aku aneh ?
Karena merasa tidak ada yang aneh dengan penampilannya, Fiel mengangkat bahu cuek sambil terus berjalan, sebelum belokan koridor dia berhenti untuk bertanya pada seorang siswi berkacamata yang sedang menempelkan sesuatu di mading
" maaf, boleh tanya sesuatu ?" murid yang merasa di ajak ngobrol itu berbalik, matanya membola terkejut, Fiel bisa melihat sorot takut di mata anak ini
" y-y-ya kak b-boleh " jawabnya gugup, tangannya meremas rok dengan kuat
" apa kau tau dimana ruangan kelas 3 ? "
Anak itu mengangguk dengan kaku, " k-kakak l-lurus saja akan ada belokan di samping ruangan lab komputer, b-belokan itu koridor kelas tiga "
Fiel mengangguk mengerti, dia tersenyum kecil setelah berterima kasih, anak siswi tadi langsung menghela napas lega, tangannya masih agak gemetar di ajak mengobrol oleh Fiel, tidak, dia bahkan sangat kaget dan takut berhadapan dengan seorang anak pelaku bullying
Fiel berjalan tenang sambil melihat - lihat ruangan yang dia lewati, mengikuti arahan anak tadi Fiel berbelok di sebelah ruangan lab komputer, disana ia melihat banyak siswa siswi berlalu lalang ataupun mengobrol di depan kelas
Setelah Fiel muncul di koridor kelas 3, semua murid disana menatapnya terkejut, bahkan ada yang heboh melihat kedatangan Fiel--Alexa
Hey hey itu si Alexa kan?
Iya itu si biang onar
Gue kira dia bakalan pindah setelah kejadian waktu itu ternyata bener - bener tebel muka
__ADS_1
Iyalah make upnya aja menor kayak ondel - ondel
Eh tapi hari ini dia keliatan beda, dia gak pake make up
Bener sih keliatan beda, lumayan cantik lah ya
Sekolah tenang kita bakalan terganggu sama ni biang onar
Bener banget si ratu bullying kembali
Dan banyak lagi gerutuan lainnya yang terdengar oleh Fiel, dia tidak heran jika banyak yang menatapnya karena dia pikir wajah cantik Alexa tidak tertutupi make up, tapi ternyata karena faktanya Alexa ini seorang pembully, pantas anak tadi ketakutan melihatnya, kalau tau begini dia tadi langsung saja bertanya kelasnya
Fiel mendengus tidak suka, dia benar - benar benci menjadi pusat perhatian, apalagi tatapan mereka seolah melihat seorang penjahat yang kabur dari penjara
" hey, boleh saya tau kelas saya dimana ?" dia berhenti di depan siswi yang sedang membaca buku, siswi itu menoleh cepat, matanya membulat takut, tanpa sadar tubuhnya mundur dua langkah
Fiel yang melihat itu memutar bola matanya malas, dia sudah menduga ini " jangan takut, saya hanya bertanya bukan menodongkan pisau "
Siswi itu menelan ludah gugup, jemarinya gemetar ketika menunjukan jalan " XII MIPA 3, j-jalan saja lurus belok kanan, i-ini koridor kelas sosial " katanya pelan
" terima kasih " tanpa basa basi Fiel melangkah ke arah kelas yang di tunjuk tadi, beberapa siswi memekik pelan lalu mundur ketika Fiel melewati mereka
Menemukan kelasnya yang ternyata cukup jauh dari tempatnya bertanya, Fiel masih melihat semua murid menatapnya dengan pandangan tidak suka, dia berjalan tanpa peduli, sampai di depan kelas seketika suasana menjadi hening, mereka yang berada di kelas menatap Fiel kaget
Fiel menghela napas lelah, " dimana meja saya ?" dia bertanya dengan tenang, kalau sampai tidak ada yang memberi tahunya dia akan mengambil tempat secara acak
" disini " ada suara pelan yang menyaut, itu di baris kiri paling ujung dekat jendela, ada seorang siswa berkacamata berdiri sambil menunduk tangan kirinya menunjuk bangku di belakangnya
Fiel mengangguk, dia berjalan dengan raut wajah datar, sampai di meja yang di tunjuk Fiel melihat kearah siswa yang menjawabnya tadi
" terima kasih " dua kata itu membuat heboh seluruh kelas, bisik - bisikĀ mulai terdengar di telinga Fiel, dia hanya mengacuhkan itu, siswa yang tadi mengangguk ragu sembari membenarkan kacamata yang melorot, dia tak berani menatap langsung Fiel
**
Sekarang jam pembelajaran yang ke 3-4, pelajaran matematika. Ketika jam pertama-- pelajaran bahasa indonesia-- tadi guru yang mengajar mengacuhkannya bahkan mengabsen melewatkan namanya, menatapnya tanpa minat tanpa bertanya kenapa Alexa tidak masuk selama berhari - hari
Fiel mengangkat bahunya tidak peduli, dia juga muak berbasa basi
" Alexa ? Ibu baru melihatmu hari ini, kamu kemana aja ?" pertanyaan bernada dingin itu mengalihkan perhatian Fiel dari jendela
Fiel hanya diam menatap guru matematika
__ADS_1
" jangan mentang - mentang kamu anak donatur paling besar disini, kamu seenaknya aja tidak masuk kelas berhari - hari tanpa mengabari apapun, sekolah ini juga punya aturan Alexa " nada itu sinis, mata guru itu memandang tidak suka Fiel yang juga memandangnya
" saya kecelakaan, orang tua saya sibuk bekerja jadi tidak sempat memberi kabar, ibu tanya saja sama ibu asuh saya kenapa tidak memberitahu pihak sekolah " mata guru itu melotot tidak percaya mendengar Alexa kecelakaan, murid satu kelas berbisik heboh
Guru itu berdehem pelan membuat kelas hening kembali " kalau begitu karena minggu kemarin kamu tidak ikut ulangan harian nanti setelah pelajaran temui saya di kantor guru untuk ulangan susulan "
" bisa tolong ibu tunjukan saja jalan menuju ruang guru ? Saya tidak tau letaknya " lagi - lagi kelas heboh, mereka heran seorang murid yang belajar tiga tahun disini tiba - tiba lupa letak ruang guru
" ya, nanti kamu langsung ikuti saja ibu " sang guru tidak mau ambil pusing sikap Alexa yang berbeda, meneruskan kembali pelajaran yang sempat tertunda, kelas kembali kondusif, sementara Fiel menghela napas bosan, ia seperti menjalani cerita fiktif di dunia nyata, semua yang ia alami sekarang sesuai dekskripsi yang ia baca di cerita kemarin, sama persis
Setelah 1 jam 37 menit terlewat bel istirahat berbunyi, sesuai yang di perintahkan guru tadi Fiel langsung mengikutinya, murid kelas berhamburan keluar begitu juga kelas yang lain, selagi Fiel berjalan mereka semua memandanginya, tatapan yang sama
Menyusuri koridor yang berbeda dari yang tadi pagi, akhirnya sampai di ruang guru letaknya dekat tangga menuju lantai 2
" ini, kamu kerjakan disini jangan di bawa pulang, setelah itu kumpulkan di meja saya, ingat jangan mencontek pada hp, kerjakan sendiri " guru tersebut menaruh 1 lembar 25 soal beserta 5 esay
Fiel dengan tenang mengerjakan soal, sesekali guru itu melirik Fiel, melihat dia mengerjakannya seorang diri tanpa alat bantu apapun
Ruang guru ramai, semuanya melihat atensi siswi yang duduk tenang mengerjakan soal, walau tidak ada bisik - bisik seperti yang dilakukan murid tapi Fiel paham semua orang yang melihat kearahnya tidak suka dirinya
Hanya sepuluh menit sampai semua soal yang dia kerjakan selesai, berjalan pelan menaruh di meja guru matematika tadi, sang guru terkejut, heran melihat Fiel sudah selesai dengan soalnya, lebih terkejut lagi melihat tulisan rapi di lembar jawaban esay, semuanya di jawab lengkap dan rinci
Mengucapkan permisi sambil berlalu keluar, Fiel berjalan melewati koridor yang ramai menuju kelasnya, di pertigaan koridor ada seorang siswa laki - laki yang menghentikan jalannya, dia berdiri di tengah ramainya murid berlalu lalang
Fiel yang melihat itu bingung, di tambah si wajah siswa melihatnya dengan ekspresi dingin, tapi sejurus kemudian dia mengenali siswa ini, si folder my love
" ada apa ?" mereka berhadapan dua langkah, suasana langsung ramai oleh bisik - bisik murid perempuan
Siswa itu hanya berdiri tegak dengan tatapan dinginnya, tidak terlihat ada niatan untuk menjawab, jujur Fiel akui wajahnya tampan dengan badan tinggi sempurna, tapi bukan tipe Fiel sama sekali
" jika tidak ada yang dibicarakan tolong minggir, kau menghalangi jalan " Fiel sama sekali tidak mau berurusan dengan siswa ini, bisa ia rasakan jantungnya berdetak agak kencang ketika melihat langsung mata dingin itu
Kakinya ia langkahkan melewati siswa tersebut, belum ada langkah ketiga suara serak dan dingin menyapa indra pendengarannya
" lo pikir setelah ngilang selama seminggu ini lo bisa bebas gitu aja dari masalah kemarin ? " badannya ia balikan menatap datar lelaki itu
" lo pikir setelah ngebuat Adel trauma lo bisa lepas gitu aja ? " lelaki itu melangkah mendekati Fiel, matanya menatap teramat benci, " gue bakalan ngebuat lo menyesal Alexa, ingat itu "
Setelahnya anak lelaki itu pergi begitu saja, menyisakkan Fiel yang menatap kepergiannya dengan tatapan tidak berminat, pikirannya di penuhi apa maksud dari ucapan tadi, tatapan bencinya seolah melihat Fiel musuh terbesar hidupnya, dan Fiel sungguh malas untuk mencari tahu jawabannya
Membuat anak orang trauma ?
__ADS_1
Sebenarnya seberapa bejat kelakuan si Alexa ini kenapa musuhnya sampai satu sekolahan lengkap dengan isi - isinya
***