
Forum sekolah ramai yang membicarakan Alexa, berbagai spekulasi tersebar karena si pembuat masalah yang hilang kembali bersekolah tapi yang paling di bicarakan adalah Alexa kembali sekolah setelah mengalami kecelakaan-- murid perempuan di kelas Alexa yang menyebarkan itu
Istirahat masih tersisa 10 menit dan kantin masih ramai oleh murid - murid yang mengisi lapar perutnya, di bangku panjang baris ke-4 di isi siswa laki - laki yang sedang sibuk membaca forum sekolah
" gila sih gue gak nyangka si Alexa ngilang karna kecelakaan, gue pikir tu anak malu masuk sekolah " seru lelaki berambut kriting, Anton Ibrahim
" tapi kok aneh ya, ga ada kabar sama sekali soal kecelakaan si Alexa, bukannya seorang anak pengusaha biasanya jadi incaran pencari berita ? Apalagi ini tentang kecelakaan " pria di depannya bertanya heran, dia melihat 2 temannya yang sedang fokus pada hp, Adam Filo Syahputra
" ya justru karena anak pengusaha makanya ga ada berita sama sekali, lo tau lah licinnya jalan kalo pake uang, lagian kan bakalan ngaruh sama perusahaan bokapnya, makanya mungkin ditutupin " Anton menjawab pertanyaan heran Adam, tangannya kanannya mengambil es jeruk yang sudah mencair
" iya sih, tapi anak - anak kelas Alexa pada heboh sama sikapnya, katanya agak beda "
" halah palingan cari sensasi atau dia nutupin malunya sama kejadian yang waktu itu " Adam mengangguk - anggukan kepala menyetujui perkataan Anton
" ngomong - ngomong si Gio kemana nih ? Tuh anak suka tiba - tiba ilang sendiri kayak setan " mata Anton mencari di sekeliling kantin yang ramai, tidak menemukan sosok yang ia cari lalu dia menatap teman di sebelah kanannya yang masih fokus melihat hp
" Za kemana si Gio ? Dia bilang gak ke elo mau kemana ?" Reza Darma Saputro lengkapnya, dia hanya menggeleng tanpa melihat ke arah yang bertanya, lanjut main game
" udah palingan nyari si Adel ke lantai atas, ntaran lagi juga dateng " Adam yang menjawab, Anton yang mendengar itu hanya mengangguk
Selang tak berapa lama yang mereka tanyakan datang dengan raut wajah dingin sedang menahan kesal, dia duduk di sebelah Adam
" lo kenapa Gi ? Serem amat tu muka " Anton yang bertanya, yang di tanya menghelas napas kesal
" gue habis labrak si Alexa " kata - kata itu membuat heboh dua temannya, Reza yang sedang bermain game pun mendongak ingin tahu
" serius bro ? Terus terus lo bilang apaan ? Gimana reaksi si ondel ?" Adam heboh bertanya
" biasa aja, dia ngeliat gue kayak orang gak punya salah, sikap tenangnya buat gue benci setengah mati " Giovani Firman Ardiansyah namanya, siswa famous angkatan terakhir, tampan, tinggi, pintar, mantan kapten basket--- mengeratkan tangannya pada gelas jus alpukat yang ada di meja
" serius lo ? Wah gak bener tu anak, otaknya gesrek abis kecelakaan kali, gak tau malunya makin ningkat " saut Anton dengan menggebu, tangannya mencomot kentang goreng
Kening Gio berkerut heran, "kecelakaan ? "
" iya si Alexa itu katanya abis kecelakaan makanya gak masuk sekolah, itu sih yang gue baca di forum sekolah, anak - anak kelasnya si Alexa yang ngomong " Gio mendengus malas mendengar jawaban Adam, dia tidak peduli berita itu dia masih kesal dengan kejadian minggu kemarin, membuatnya berpikir kalau Alexa itu hanya anak tidak bermoral yang sakit jiwa
Ketika tadi mendengar kalau Alexa masuk sekolah Gio langsung mendatangi Alexa ke kelas MIPA 3 setelah bel istirahat berbunyi, tapi yang di cari tidak ada, berkeliling kesana kemari akhirnya dia melihat Alexa sedang berjalan dengan santai keluar dari ruangan guru
Gio tidak mengeluarkan ekspresi apapun walau sedikit terpesona ketika melihat anak itu bersih tanpa make up berhadapan 2 langkah darinya, hatinya langsung panas menahan emosi melihat wajah tenang Alexa bertanya ada apa seolah - olah dia melupakan apa yang dia perbuat
Dengan menatap dingin wajah cantik itu Gio memperingati Alexa, menekan setia kata yang dia ucapkan, sebenarnya dia sangat tidak mau berurusan dengan Alexa dia berencana menggertaknya saja tapi jika memang sudah kelewatan lebih dari masalah kemarin Gio tidak akan tinggal diam, lagipula dia sudah muak berurusan dengan orang ini
__ADS_1
" udah jangan lo pikirin lagi si Alexa gak akan ada abisnya, makan aja, udah gue pesenin siomay noh " Anton menunjuk piring siomay di depan Gio, sang empu hanya mengangguk
Adam melihat ke arah Reza yang lagi - lagi menunduk memainkan game, " pulsa lu abis Za ? Dari tadi diem diem bae, ga kecepirit kan lu ?"
Yang di tanya hanya mendengus malas tangannya melemparkan kentang goreng pada dua temannya yang tertawa kencang
**
Pelajaran ke 5-6 sedang berlangsung, Fiel sedikit antusias mendengar guru sejarah menerangkan tentang perlawanan bangsa Indonesia
" Alexa kapan tanggal perjanjian ROOM ROYEN ? " tiba - tiba guru sejarah memberi pertanyaan, membuat sebagian murid yang terkantuk - kantuk menjadi segar
" 14 april 1949 " Fiel menjawab dengan tenang
" dan kapan untuk tanggal kesepakatannya ?"
" 7 mei 1949 "
" coba kamu sebutkan isi perjanjiannya "
" ada dua pernyataan dari Indonesia dan Belanda, untuk Indonesia yang pertama menghentikan gerilya yang kedua bekerjasama mengembalikan keamanan, untuk Belanda yang pertama setuju mengembalikkan pemerintahan ke yogyakarta yang kedua menghentikan operasi militer, membebaskan pimpinan RI dan secepatnya mengadakan KMB " Fiel menjawab dengan tenang, matanya menatap lurus sang guru sejarah
Guru itu mengangguk puas, dia pikir sedari tadi Alexa memperhatikannya hanya melamun tapi mendengar jawaban lengkap Fiel dia tersenyum puas, anak - anak yang lain menatap Fiel heran, seperti biasa bisik - bisik akan terdengar ketika berkaitan dengan Alexa
Kayaknya efek kecelakaannya luar biasa ya
Membuang muka ke arah jendela, kepala Fiel berdenyut sakit mendengar semua orang membicarakannya, belum penuh satu hari di sini rasanya sudah muak sekali apalagi harus melewati satu semester lagi, dia tidak mau, dia harus secepatnya menemukan cara membuat jiwanya kembali
Bel istirahat kedua berbunyi, Guru yang sedang menerangkan seketika berhenti tidak lupa memberi tahu tugas sebelum keluar kelas, istirahat kedua waktunya lebih cepat dari yang pertama. 15 menit untuk istirahat pertama 25 menit
Jadi Fiel memanfaatkan itu untuk mengisi perutnya yang kosong, sembari mengikuti gerombolan siswi yang katanya mau kekantin Fiel berjalan tenang agak jauh di belakang mereka
Sampai di kantin Fiel bisa melihat kalau meja tidak terlalu penuh, memesan dua porsi salad buah dengan air mineral Fiel membawa makanannya ke arah meja baris kedua yang hanya di isi 3 orang dia duduk paling pinggir, meja ini muat 10 orang dengan duduk berhadapan
Seperti biasa dia makan dengan ciri khasnya, mengeluarkan sapu tangan yang ia jadikan serbet untuk di taruh di atas paha, membuka tutup wadah salad tangan kanannya ia julurkan mengambil garpu di tengah meja
Suasana kantin yang tidak terlalu ramai berubah heboh dengan bisikan setiap orang yang melihat ke arah Fiel, tingkah lakunya menjadi sorotan semua orang. Fiel tidak peduli yang ia pedulikan hanya perutnya yang lapar karena istirahat pertama tidak sempat makan sesuatu
Menghabiskan semua makanan yang di pesan, tidak lupa mengelap mulutnya dengan serbet sapu tangan. Ketika sedang minum matanya ia edarkan melihat sekeliling kantin, banyak yang terang - terangan meliriknya sambil bebisik, lalu matanya beradu pandang dengan seorang siswa laki - laki yang membuat peringatan ketika di koridor tadi
Si folder my love
__ADS_1
Walau di tatap sebegitu dinginnya oleh wajah datar itu Fiel tidak peduli dia melangkahkan kakinya ke arah tong sampah membuang bekas wadah salad buah, hendak berbalik untuk menuju kelas dia dikejutkan dengan rasa panas yang menjalar di perutnya serta suara gedebuk keras dan suara pecahan piring, melihat kebawah ada seorang siswi yang terjatuh dengan sepatu tertumpah mie ayam yang berhamburan
Susana kantin langsung senyap mereka menoleh serentak pada si pembuat suara, siswi yang menabraknya mendongak dengan mata berkaca - kaca bibirnya bergetar ketakutan dengan wajah pucat pasi,
" maaf kak s-saya ga sengaja " karena tidak tega Fiel mengulurkan tangannya untuk membantu si siswi, tapi tangannya di sentak kuat oleh seseorang badannya sampai terdorong mundur satu langkah, Fiel meringis merasakan kulit perutnya yang panas
" APA - APAAN LO HAH ? " suara mengelegar itu Gio tatapannya nyalang menatap Fiel
" lo ga papa Adel ? " tangan Gio sigap membantu Adel-- siswi yang terjatuh bertabrakan dengan Fiel, mengecek keadaan adik kelasnya dengan tatapan khawatir Gio menghela napas lega tidak melihat luka sedikitpun
Kembali dia melihat kearah Fiel yang berwajah datar, " bisa ga sekali aja lo ga usah bikin onar ?"
Gio menekan setiap kata yang ia keluarkan, mendengar itu Fiel mengangkat satu alisnya, Onar ? Batinnya berbisik bingung, dari mananya bocah folder ini menganggapnya berbuat onar
" lo ga usah cari perhatian semua orang apalagi gue dengan berbuat ulah kaya gini, ga akan ada yang naruh simpati buat lo, dan lo tau di mata gue lo kayak seorang ******--" menghela napas tenang tangannya ia tautkan dengan tangan kecil Adel "-- lo ga akan bisa dapet apapun dari gue, berhenti dari sekarang karena gue muak sama lo, sampai kapanpun gue gak akan pernah suka sama lo "
Kekehan gadis di depannya membuat Gio mengerutkan kening, " ****** ?--" sudut bibir Fiel menahan kesal "--bagian mananya dirimu berhak mengataiku ****** ?"
Fiel mengangkat sebelah alisnya seraya menatap remeh lelaki yang menghinanya, " hey bocah, kenapa datang - datang langsung memakiku membuat onar ? Bukankah dari tadi pandanganmu tidak lepas memperhatikan gerak gerik ku ?"
Pundak Gio menegang mendengar itu dilihatnya sang gadis sedikit memiringkan kepala dengan ekspresi dingin
" seharusnya kau tau jika gadismu itu--" mata Fiel melihat kearah tangan yang bertaut "--menabrakku dengan semangkok mie ayam panas, aku tidak melakukan apapun selain membalikan badan setelah buang sampah, bukankah seharusnya kau paham siapa yang pembuat onar ?"
" termasuk kalian yang sedari tadi melihatku terus menerus " lanjutnya, membuat semua orang serempak menahan napas dengan mata yang melirik satu sama lain
Gio mengepalkan tangan kirinya-- karena tangan kanannya memegang tangan adel -- dengan erat, sedikit membenarkan ucapan itu yang memperhatikan Alexa walau sempat membuang muka sesaat sebelum dia mendengar suara gaduh
" dan untuk perkataanmu yang terkahir, jangan terlalu percaya diri jika aku menyukaimu.." menjeda sebentar sebelum berdecih malas "..karena sekarang dan sampai kapanpun aku tidak akan menyukaimu " mengakhiri itu Fiel mengeraskan raut wajahnya " l.a.g.i"
Setelahnya Fiel melangkahkan kakinya ke arah keluar kantin menuju toilet untuk membersihkan kotoran di bajunya, kantin yang semula hening mendadak berisik setelah keluarnya sang penarik perhatian, mereka bergidig ngeri merasakan aura dingin ketika perdebatan tadi. Tak di pungkiri apa yang dikatakan Fiel benar adanya mereka memperhatikan adegan tabrakan tadi dengan jelas dan tau siapa yang benar juga yang salah, tapi apa yang mereka bisa perbuat tak ada yang berani menyela perdebatan 2 orang populer itu apalagi jika menjadi target bully sebagai balasannya
Masih bergeming di tempatnya berdiri, Gio memikirkan semua perkataan Fiel tak bisa ia hilangkan tatapan dingin dan raut wajah datar gadis tadi, masih segar diingatannya bagaimana biasanya Alexa sering melihatnya dengan tatapan kagum dan penuh cinta, juga sering menangis dengan tatapan kecewa jika dia membela Adel, gadis disebelahnya yang selama ini menjadi sasaran bully seorang Alexa karena dekat dan di gosipkan pacaran dengannya.
" kak.." suara lembut di sampingnya menyadarkan lamunan Gio " kakak ga apapa ?" tanyanya sedikit mendongak melihat lelaki yang masih menggenggam tangannya
Gio tersenyum mengatakan ia baik - baik saja sembari melangkah pelan mengantarkan gadis itu kekelasnya, hanya saja di dalam pikirannya masih tertuju pada Alexa tak bisa ia cegah bahwa apa yang dikatakan gadis tadi masih mengganggunya. Tidak tidak jangan berpikir Gio akan kecewa dengan perkataan Alexa kalau dia tidak menyukainya lagi, dia sangat bersyukur jika itu benar, dia bisa dengan leluasa menjalin hubungan dengan Adel tanpa ada pengganggu. Hanya saja hatinya tidak bisa membenarkan begitu saja perkataan Alexa, mungkin itu hanya rencana kesekian kalinya Alexa untuk membuat gadis yang disukainya menderita
Ya benar, itu pasti hanya akal - akalan Alexa
Dan untuk itu Gio tidak akan tinggal diam untuk membuat gadis itu jera dan membuatnya menjauh dari hidupnya
__ADS_1
***