Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri

Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri
basah-basahan


__ADS_3

"Huft, pemainnya sedang K.O!" desah gelisah arthur dengan kebiasaan buruk yang semakin membuatnya candu.


Arthur yang tak terbiasa tiada hari tanpa bermain di ranjang, ia gelisah menahan nafsunya Yang memang selalu tinggi.


Ia saat ini hanya bisa berada di dalam kamar atau diatas kursi roda.


Arthur menoleh pada laci yang ada di samping tempat tidurnya, ia menurunkan kakinya dengan bantuan tangannya.


"Huh, memang menyusahkan dengan kondisi seperti ini. ini bukan seorang pemimpin Genk motor kalau lemah begini," gerutunya berusaha menapakkan kakinya ke lantai.


Kaki Arthur tak dapat di gerakkan lebih dari pada itu karena saat ini ia masih tahap masa pemulihan.


Winona yang datang dari arah dapur membawa nampan berisi sup dan juga iga bakar buatannya,


"Sayang apa itu," tanyanya, winona menoleh pada mamahnya yang duduk di sofa bersama ayah tiri erat memeluk sang mamah.


"Ini Winona buatkan sup sama iga bakar buat kak Arthur biar cepat sembuh," ucap Nona, sedangkan Edward mengacungkan kedua jempolnya mendukung perhatian Winona.


"Ya sudah sana bawa jangan lupa ketuk dulu pintunya takut kakakmu sedang istirahat!" Rosalie tersenyum mengangguk pelan.


Winona kembali melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga pelan ia berusaha mengatur nafasnya yang mulai terpacu, sebab terkadang Winona lupa bahwa di depannya itu adalah kakak tirinya.


Setelah kaki winona menginjak lantai ia berusaha setenang mungkin akan menghadapi kakak yang selalu cuek dan kasar.


Tok ... Tok ...


"Kak, ini Aku Nona!" Ucap Nona.


"Masuk," sahutnya datar, yang membuat nona bergidik ngeri.


Pintu di buka oleh Nona, lalu dengan langkah mantap ia semakin mendekati tempat tidur Arthur.


"Ada apa Kamu kesini, jangan sok akrab jangan kamu kira aku akan menerima kau dan ibumu!" pekik Arthur menatap sinis.


Sesekali Arthur mencuri pandang terpana akan lekuk tubuh si gadis kecil di depannya. Arthur malah tak bisa lepas dari bagian tubuh adik tiri yang sedang berliuk-liuk menggoda akal sehatnya.


Winona meletakkan sup dan juga iga bakar di nakas tepat di dekat Arthur.


Winona membungkukkan tubuhnya condong ke bawah tepat di depan arthur sehingga Arthur yang memang sangatlah selalu bernafsu ia Sampai menelan kasar salivanya.


Glek!

__ADS_1


Arthur menahan sesuatu yang mulai sesak di bawah sana saat ia melihat dua buah melon menjulang bergelantung tepat di bawah matanya.


"Ini kak, aku buatkan sup sama iga, Kaka makan ya atau mau aku suapin!" tawaran Winona untuk menyuapinya membuat Arthur mengangguk pelan.


Arthur takjub dengan dua buah melon milik sang adik tiri, seusia adiknya itu bisa memiliki buah dada yang begitu terfavorit semua lelaki termasuk dirinya.


"Ya sudah kalau kakak mau di suapi, tapi harus di habisin ya!" ujar winona duduk di sisi ranjang dekat dengan kakaknya.


Paha mulus Winona yang sedang hanya memakai celana pendek dan kaos kebesaran membuat Arthur sesekali mencuri pandang melirik gundukan yang sedang menjulang.


Paha Winona menempel lengket dengan paha arthur, desiran nikmat menggerayangi fikiran kotor arthur pada sang adik.


"Ayo buka mulutnya kak!" pinta Nona mendekatkan sendok ke depan mulut Arthur yang masih tertutup.


Arthur pelan membuka mulut ia tak lepas menatap wajah cantik sang adik yang baru ia sadari, Winona fokus menyuapi sang kakak tanpa terbesit akan pikiran kotor kakak tirinya.


"Ayo lagi kak, nah pinter gitu dong biar cepat sembuh!" puji Nona menunduk pada piring yang di pegangnya. Nona sibuk memotong sayur pada sendok sedangkan arthur mencuri pandang pada gundukan yang sejak awal menggodanya.


"Kamu kok pakai kaos kebesaran begitu sih, tidak pulang baju ya?" tanyanya melihat penampilan Winona seluruh lekuk tubuhnya di pandang sedemikian rupa.


"Bukan begitu kak, Aku memang tidak begitu suka dengan memiliki banyak pakaian. Aku nyaman kok!" katanya, Winona telaten menyuapi arthur hingga makanan yang ia buat di habiskan oleh Arthur.


"Wah, kakak memang pintar ya semoga lekas sembuh karena kakak makannya banyak," puji winona beranjak dari tempat tidur Arthur ia mengambil nampan yang ada di nakas lalu membawa mangkuk dan juga piring yang hanya tersisa tulang iga.


"Iya kakak bisa minta nona masak kapan saja, Nona keluar dulu ya kak nanti kalau kakak butuh apa-apa tinggal panggil Nona saja," seru Nona yang lalu berbalik badan melangkah keluar dari kamar Arthur.


Saat Nona sudah tak terlihat lagi,


"Tahan, jangan nakal dia adikmu!" peringatnya pada dirinya sendiri. Arthur menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, ia telentang menatap.langit kamar yang berubah menjadi wajah winona dengan bentuk tubuh yang berisi di bagian tertentu saja.


"Seksinya, sepertinya dia sudah mampu memalingkan pikiranku. Padahal dia hanya gadis kecil yang masih tak begitu menggoda, tetetlai aku tergoda dengan tubuhnya yang ramping berisi hanya di bagian buah dadanya dan pinggulnya yang montok serta bibirnya yang sedikit tebal tetapi menggoda dengan warnanya yang sedikit merah muda, uh jika mengingatnya pusakaku tak berhenti berdiri." Arthur terbayang selalu akan seksinya tubuh winona adik tiri yang sempat ia anggap sampah.


"Sayang, bagaimana perlakuan dia ke kamu apa dia menolak makanan dari kamu?" tanya Edward ketika melihat Winona turun dari tangga dan Samapi di lantai dasar tergesa-gesa ke dapur.


"Tidak kok Daddy, kak Arthur malah menghabiskan semua makanan yang aku bawa.


Katanya masakanku enak dan dia minta aku buatkan setiap dia mau masakanku!" tuturnya gembira, dengan polosnya Winona percaya bahwa Arthur sangat menyakai masakannya. Padahal itu semua hanyalah ia jadikan alasan untuk tetap dekat dengan si adik tiri yang mampu memikat sang Casanova.


"Syukurlah Nak, semoga kedepannya kita semua bisa hidup rukun dan akur iya kan Edward!" harap Rosalie menoleh pada Edward menatap peminta persetujuan. Edward membalas tatapan Rosalie dengan sangat rasa bahagianya terpancar dari wajahnya, Edward refleks mencium sekilas bibir Rosalie.


"Ups, anak kecil tidak boleh lihat!" ujar winona menutup matanya. Winona lalu pelan pergi dari tempat itu menuju dapur.

__ADS_1


Saat Winona sudah meletakkan piring dan mangkuk kotor,


"Nona, sini kakak butuh bantuan!" panggilnya dengan suara serak. Arthur saat ini sedang berharap bisa lebih dekat dengan winona ia sampai selalu meminta bantuan nona demi memuaskan rasa ingin tahunya.


"Semoga saja dia mau kesini, pasti adikku itu masih belum tersentuh sama sekali, secara dia masih baru kelas 3 SMP. Uh nikmatnya perawan!" gumam Arthur membayangkan nikmatnya bergumul dengan seorang gadis perawan.


"Aduh, mikir apa aku ini malah bayangin Sampek kesana Dia kan adikku. Aku yang harus melindunginya bukannya malah mau hancurin masa depannya!"


Winona kembali menaiki tangga menuju lantai atas kamar sang kakak dan kamar dirinya yang bersebelahan.


Ceklek!


"Ada apa kak, nona masih belum mandi ini mau mandi!" kata Nona membuat Arthur bungkam.


Sebab bagaimana Arthur tak akan bungkam ketiak winona dengan asal malah mendekati kakaknya yang hanya sebatas sejengkal saja, arthur duduk di ranjang sedangkan Winona berisi tepat di depannya. Gundukan kenyal itu tepat berada di depan wajah Arthur.


"Kamu mau mandi, kakak juga mau mandi. Bagaimana kalau kamu mandi di kamar kakak saja kita mandi bergantian!" usulnya mendapat kesempatan bagus. Arthur sangat berharap winona mau menuruti usulannya itu. Ia sendikit lebih mencondongkan ke depan wajahnya hingga hampir menyentuh buah melon kenyal milik sang adik.


"Kalau kakak mau mandi biar kakak saja dulu yang mandi, Nona biar mandi di kamar saja!"


Nona kemudian jalan ke kamar mandi, ia menghidupkan kran air hangat di bathtup.


Lalu Winona keluar dari kamar mandi ia masuk ke walk on closet untuk mengambil pakaian kakaknya. Setelah selesai memilih piama dan juga ****** ***** serta kaos dalam, Nona lalu keluar dari walk on closet membawa pakaian Arthur ke atas ranjang.


"Ini pakaiannya kak, ayo kalau mau mandi." Winona mambentu Arthur duduk di kursi roda. Ia mendorong kursi roda ke kamar mandi setibanya disana Arthur membuka pakaiannya dan hanya tersisa celananya saja.


"Aku keluar dulu ya kak," Winona berbalik Abdan hendak keluar tetapi tangannya di cekal oleh arthur.


"Bantu kakak dulu tari celana jeans ini," rengek manja yang membuat Winona yang polos menuruti kemauan sang kakak.


Winona berbalik badan tak memunggungi sang kakak, lalu ia membantu menarik ujung celana dengan kuat serta masih mencoba menutp matanya dengan telapak tangan sebelah kiri. Sedangkan sebelah kanan berusaha menarik celana Arthur.


"Ini satunya Nona," arthur memberikan ujung celana yang belum terlepas.


Winona mencoba menarik dengan kuat, lalu celana Arthur terlepas hanya tersisa kain berbentuk segitiga.


"Sudah kan kak, Aku keluar dulu ya!" nona hendak melangkah tetapi Naas Arthur malah menarik keras tangannya.


Byur!


Mereka berdua saling bertumpu di dalam bathtup basah dan Arthur malah posisinya sangat menguntungkan ketika winona tanpa sengaja memegang pusaka miliknya.

__ADS_1


"Aduh aku basah kan!" lirih Nona bangun dari bathtup


__ADS_2