Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri

Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri
Pemburu wanita


__ADS_3

Winona menerima uluran tangan David,


"Winona," kata Nona yang langsung melepas tangannya.


Plak!


Tamparan keras mendarat di pipi David, Winona menamparnya ketika David berusaha menciumnya.


Lalu Sore itu Winona dan kedua temannya meninggalkan tempat pelatihan atlet badminton,


" Beib, aku belum di jemput Daddy nih!" ujar nona menatap dua sahabatnya.


Tak lama supir pribadi belinda datang menjemput.


"Kamu ikut kami saja nona, kebetulan Alice juga ikut denganku hari ini!" Tawarnya.


"Baiklah, terimakasih ya," tukas Nona kemudian ikut masuk ke mobil jok belakang bersama dua sahabatnya.


Winona kembali ke rumahnya di antar supir Belinda,


Selang beberapa menit kemudian ...


"Bel, thanks ya sudah antar aku sampai rumah!" Lirih Nona melambaikan tangan.


" sama-sama," jawabnya lalu sopir Belinda melajukan mobil meninggalkan Winona di depan pagar rumah.


Nona masuk ke halaman rumah, ia tak melihat Aaron di pos satpam. Kebetulan di rumah itu Aaron merangkap dua profesi menjadi Satpam dan juga supir di rumah Edward.


Winona kemudian membuka pintu,


Ceklek!


Pelan winona masuk ke dalam rumah, ia melangkah melewati sang Momy yang sedang duduk di sofa menonton acara di televisi.


"Loh, datang-datang malah lewat begitu saja!" tegur Rosalie mematikan televisi. Rosalie beranjak dari sofa mendekati Nona yang mematung.


Lalu Winona berbalik badan menatap momynya,


"Momy di situ, nona kira tak ada orang!" Lirih Nona tersenyum mencium tangan Rosalie.


"Momy dari tadi menonton televisi sekedar menghilangkan penat," imbuh rosalie membalas senyuman putrinya.


"Oh, baiklah kalau begitu Nona ke kamar dulu ya Mom! Badan Nona gerah," sambungnya lalu ia melangkah menaiki tangga.


Dengan cepat nona menaiki tangga, sat ia menginjakkan kakinya di lantai atas.


"Hem, baru pulang setelah malam begini!" Sindir Arthur seraya mengejek pada adik tirinya.


Winona tak menggubris ia lelah tetap masuk ke dalam kamarnya.


Setibanya di dalam kamar, nona masuk ke walk in closet, ia mengambil dan memilih pakaian tidurnya. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Arthur dari dalam kamarnya merasa penasaran, ia lalu memutar kursi rodanya dengan seorang diri keluar dari kamar.


Arthur melihat situasi di luar,


"Hem sepi, bagus!" Gumam Arthur lalu ia keluar dari kamar.


Winona sedang asik di dalam kamar mandi, ia tak menyadari bahwa saat ini Arthur sedang mengintip di balik pintu.


"Wah, seksinya!"


Arthur berada dalam kamar Winona, sedang mengintip Winona yang tak memakai sehelai benang pun.


"Aduh gerah banget hari ini, capek apa lagi ada si cowok tengil itu males jadinya. tetapi aku harus kuat demi mencapai cita-citaku yang ingin menjadi atlet badminton," kata Winona seorang diri di dalam kamar mandi.


Dengan jelas telinga Arthur mendengar perkataan Winona, Arthur mengepalkan tangannya kesal.


"siapa sih yang sudah mau deketin adik tiriku," batin Arthur merasa tak terima jika Winona di dekati lelaki lain.


Lalu saat Winona sudah selesai mandi, Arthur gelagapan, ia takut ketahuan adik tirinya.


Arthur segera keluar dari kamar Winona dengan cepat Arthur segera kembali ke kamarnya.


lalu atur menutup pintu pelan, ia dengan segera kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur. setelah itu Arthur pura-pura tertidur pulas,


"Aku harus cepat sembuh kalau tidak Winona bisa dideketin oleh anak muda jalanan yang hanya akan memanfaatkannya. siapa sih yang tidak tahu dengan anak muda zaman sekarang.


Entah sadar atau tidak arthur ini sedang membicarakan dirinya sendiri atau orang lain sedangkan ialah yang menjadi seorang lelaki Casanova suka berganti wanita.


"Seger banget kalau sudah mandi." winona sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


Sedangkan di dapur, rosalie saat ini menyiapkan makan malam untuk keluarganya. ia membantu pembantu di rumah itu yaitu bibi Jane menyiapkan makan malam! Rosalie tak lupa memasakkan masakan yang disukai ketiga orang yang disayanginya.


"Hai honey, sudah masaknya?" tanya Edward pada istrinya.


"Iya dong, ini aku masakkan makanan kesukaanmu. Winona dan juga Arthur!" katanya melembut.


Lalu Edward duduk di kursi meja makan bersama sang istri,


"Jen, cepat panggilkan anak-anak!" kata Edward. lalu Jane segera menaiki lantai atas untuk memanggil anak majikannya itu makan malam.


setibanya di depan kamar Winona Jane mengetuk pintu,


tok


tok


tok


"Nona ditunggu tuan dan nyonya di meja makan!" ucap Bibi Jane pada Winona.


"Nona tolong panggilkan Tuan muda," kata bibi Jane meminta Winona untuk memanggil Arthur.

__ADS_1


Jane kemudian menuruni tangga, winona segera ke kamar Kakak tirinya.


dengan cepat winona membuka pintu!


"Ayo kita makan malam kak!" Winona mendekati tempat tidur Arthur.


Dengan pelan Winona menyibak selimut yang menutupi tubuh kakak tirinya, dia mengguncang-guncang tubuh Arthur agar terbangun dari tidurnya.


"Ayo dong Kak bangun makan malam dulu!" Winona memaksa Arthur untuk bangun.


Lalu Arthur mengucek matanya! ia berpura-pura terbangun dari tidur dengan menguap ia menutup mulutnya.


"Kakak ngantuk banget nih, males mau turun juga meskipun ada lift untuk lantai dasar! lebih baik kamu ambilkan sana makan malam untuk kakak," pintanya merengek manja.


Winona merasa senang karena ia dan Arthur sudah begitu akrab seperti seorang kakak dan adik,


"Baiklah Nona akan ambilkan tapi Nona makan dulu ya Kak, setelah itu Aku bawakan untuk kakak!"


Arthur hanya mengangguk Dan tersenyum lalu Winona beranjak dari tempat tidur, Iya segera keluar dari kamar Arthur. Winona menutup pintu rapat ia menuruni tangga menuju meja makan.


"Selamat malam Daddy, Momy!" Kata Winona tersenyum begitu manisnya.


Edward dan rosalie ia menoleh bersamaan pada asal suara itu,


"Sini sayang kita makan malam, kakakmu mana?" tanya rosalie.


"Kak arthur tidak mau makan malam, dia malas ke meja makan! meminta Winona yang bawakan nanti ke kamarnya!"


Lalu Nona duduk di kursi dekat Momynya.


"Ya sudah biarkan saja jika kakakmu tidak ingin makan di sini, nanti kamu bawakan dia agar kalian lebih akrab dan tidak lagi ada pertengkaran di antara kalian jadi senang melihat kalian sudah akrab begitu akur. pokoknya Daddy tidak akan lagi mengekang kakakmu itu, agar dia bisa menerima istriku tercinta ini," kata Edward mencubit pipi rosalie.


Lalu Nona mengangkat sebelah alisnya,


"Ya tentu kamu juga dong Sayang, Daddy kan sayang sama kamu seperti Daddy sayang sama Arthur. kalian itu tidak ada bedanya." Edward mengatakan sejujurnya. Sedangkan rosalie yang mendengar ungkapan suaminya ia begitu terharu suaminya sangat mencintai dirinya dan winona.


Kemudian mereka bertiga melanjutkan makan malam, karena malam ini rosalie memasakkan makanan kesukaannya.


"Ini enak banget, Sudah lama winona tidak makan udang bakar ini!" kata Nona mengacungkan jempol sangat menyukai masakan Momynya.


"Iya benar, Daddy juga suka dengan masakan Momymu."


Mereka semua sangat menikmati makan malam itu sedangkan Arthur yang berada di dalam kamar memegang perutnya kelaparan.


lalu Arthur menunggu kedatangan Winona, dia kemana sih kok lama banget tidak tahu apa kalau aku sudah lapar begini!" gerutunya duduk di sisi ranjang.


Tak lama Winona datang tangan kanan membawa sepiring makan malam dan tangan kirinya memegang segelas air putih.


"Kak ini aku bawakan makan malam untuk kakak dan ini air putihnya!" kata Winona meletakkan piring dan gelas itu di Nakas samping tempat tidur.


"Apa kamu tidak akan menyuapi kakak, ayo dong katanya kamu adik kakak! harusnya kamu yang merawat Kakak kan sampai Kakak sembuh," rengekan manja Arthur pada Winona.

__ADS_1


__ADS_2