Ternyata Aku Menikahimu

Ternyata Aku Menikahimu
Thaupik


__ADS_3

Disisi lain, Shudarno Yang masih mengharapkan gadis yang ia cintai dulu dan sekarang ini..



Foto Ana sewaktu berusia 15 tahun..


"Dimana kamu?, bagaimana kabar mu?, apa kamu baik-baik saja?, apa kamu sudah makan?, apa kamu sehat?, apa kabar mu?, kemana kau menghilang selama selama ini?, apa kamu tahu sedari kamu pergi sejak hari itu dunia ku hampa, aku amat menyesali nya, setelah kamu menghilang banyak sekali Yang berubah, disini sudah tak sama seperti dulu lagi, aku mohon kembali lah, aku baru sadar akan keinginan ku aku baru sadar bahwa aku amat mencintai mu setelah kau pergi dari ku, aku benar-benar menyesal tolong kembali lah pada ku, aku mencintai mu, aku merindukan mu, selama delapan tahun ini tidak ada yang bisa memenuhi ruang hati ku ini, selama inj aku terus mencari mu, dan selama ini sampai detik ini kaulah Wanita Pujaan yang amat ku dambakan, lalu atas dasar apa aku harus menyakiti mu delapan tahun yang lalu saat itu aku benar-benar tidak tahu harus apa antara gensi ku yang besar ataurasa suka yang ku pendam, aku mohon kembali lah, Kembali lah pada ku, Berilah aku satu kesempatan lagi, kesempatan beri aku kesempatan aku mencintai mu" lirih penuh penyesalanlagi


"kak" panggil Thaupik


Seketika Shudarno terbangun dari lamunana nya "yah pik ada apa??" sahut Shudarno

__ADS_1


"kak, Thaupik sudah mempelajari nya dan semua nya hampir Thaupik mengerti, jadi Thaupik boleh kan masuk akademi supaya Thaupik bisa punya penghasilan sendiri" ucap Thaupik yang tak ingin menjadi beban keluarga lagi karena dia tahu sebagai laki-laki harus mandiri


"Tsk, kau ini masih kecil jangan terlalu banyak berfikir, tugas kamu cuma sekolah, ngaji, belajar, nurut dan bermain saja, jangan fikirkan yang lain nya, okeh" ucap Shudarno


"Thaupik sudah remaja kak, kakak tidak bisa menganggap ku sebagai anak-anak lagi" ucap Thaupik agak lesal karena di panggil anak kecil terus menerus oleh kakak nya itu


Anak ini bahkan jauh lebih bijak dan dewasa sebelum waktu nya berbeda dengan kakak nya Shanty yang manja, namun bagaima pun ini belum saat nya belum saat nya dia menghadapi dunia yang munafik ini, usia nya saja baru 15 tahun, dia masih duduk di bangku kelas 9 Smp tidak seharus nya dia memikir kan hal yang seharus nya menjadi tanggung jawab ayah, ibu dan aku batin Shudarno


"Lalu aku harus apa, kalo itu belum waktu nya, kalo ini gak boleh dan sebagainya" ucap yang amat tak bersemangat


"kau bisa jualan online (olshop), itu lebih muda dan kamu juga bisa menyuruh sopir mu atu yang lain nya untuk membantu mu mengantar-antar kan pesanan, itu lebih bail dan simple" ucap Shudarno

__ADS_1


"Ahh, okeh baiklah yang penting aku bosa punya penghasilan saja sudah cukup, terimakasih saran nya kak" ucap Thaupik lalu pergi meninggalkan kakak nya


"dia bukan lagi anak-anak, sekarang pun aku tak mampu mencegah atau melarang nya, aku hanya bisa berharap dia tak melampoi batas kewajaran, namun aku akan selalu, selalu mencoba dan mengawasi mu serta menegur mu dan membingbingmu bila kau salah Thaupik" lirih nya melihat Thaupik yang berjalan semakin jauh semakin tak terlihat lagi



Thaupik Atmadja :


Pria tampan, baik, cerdik, pintar, amat berhati-hati, riang, elegan, sabar, dewasa, tenang, dan agak sedikit lembut


Adik Shudarno dan Shanty, Baru berusia 15 tahun, tahun ini, Anak bontot namun tidak manja..

__ADS_1


BERSAMBUNGGGG........


__ADS_2