
Setelah drama pagi tadi selesai, Qyana memutuskan untuk berbaring sebentar di kamarnya. Batara saat ini sedang tidak ada di rumah, dia pergi sebentar ke kantornya karena ada urusan pekerjaan.
Karena bosan, Qyana membuka layar handphonenya dan mendapatkan notifikasi yang semalam ia tidak sempat untuk membukanya.
"Hi Na, ini Vino ..."
"Nanti kita jalan-jalan lagi ya, Na"
Qyana bingung harus menjawab apa, karena kemarin dia nekat untuk pergi berdua dengan Vino makanya terjadilah kejadian yang tidak ia inginkan kemarin.
Qyana hanya mengabaikan pesan itu. Lalu menuju ke pesan yang lain, dia cukup terkejut melihat pesan yang dikirimkan padanya.
"Qyana, sebentar mama mau ke rumah kamu"
Bagaimana Qyana tidak kaget? Tiba-tiba saja Mama Batara mengirimkannya pesan dan mau datang kesini. Qyana belum mempunyai persiapan apapun saat ini. Qyana segera pergi ke supermarket terdekat di rumahnya dan membeli makanan yang bisa disantap dengan Mama mertuanya itu.
Jarak antara rumahnya dengan supermarket juga cukup dekat kok, tinggal keluar dari kompleks dan tepat di depan sana ada supermarket, jadi Qyana tidak selama itu untuk membeli makanan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Qyana dengan cepat membersihkan dan merapikan rumahnya, lalu menyiapkan makanan dengan rapi di kulkas agar saat Mama mertuanya itu membuka kulkasnya, dia bisa langsung mengambil apa yang dia inginkan.
Ini adalah pertama kalinya Mama Batara mengunjungi tempat tinggal mereka. Kemarin mereka hanya bertemu saat pernikahan berlangsung dan setelah itu orang tua Batara haruss pergi keluar negeri karena urusan bisnis. Sesibuk itu mereka.
"ting ... ting ..."
Qyana akan menebak bahwa itu adalah Mama Batara, Qyana berjalan menuju pintu dan melihat di layar siapa yang ada di depan itu. Ternyata benar, itu adalah Mamanya Batara.
Qyana menarik napas panjangnya, entah kenapa saat ini jantung Qyana sangat berdebar-debar. Perlahan dia membuka pintu rumahnya dan ...
"Halo Ma! Ayo sini Ma, masuk dulu," Qyana berusaha untuk menjadi ramah dengan menunjukkan senyum giginya. Respon Mama Batara tersenyum sebentar dan langsung masuk.
"Mama, apa kabar?" Qyana berusaha untuk membuka obrolan agar tidak terlalu hening.
"Baik, rumah kamu bagus juga ya ..." ucap Olla masih melihat-lihat sekelilingnya.
"Makasih banyak, Mah. Ini juga Kak Batara yang pilihin," Qyana tertawa kecil mendengar pujian dari Mama mertuanya.
__ADS_1
"Seharusnya Bella yang ada di sini sama Batara, bukan kamu," Olla mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya sambil menatap Qyana dari atas sampai bawah.
"M-maksud mama?" Qyana tentu saja bingung dengan ucapan mama mertuanya itu.
"Ya ... Saya punya calon menantu saya sebelum ketemu kamu, dia baik, cantik, model terkenal juga, Bella Anastasia."
"Kamu kenal kan? Nah harusnya dia yang saya jodohkan dengan Batara, tapi Bataranya gak mau."
"Ya sudahlah, ini juga kamu dijodohin karena bisnis, kan ..." Olla terlihat seperti menatap Qyana dengan sinis.
"Ooh gitu ya, Ma. Kak Batara gak pernah cerita lho ..."
"Oh iya Ma, saya juga awalnya mau dijodohin sama Zyan Gerald, aktor yang lagi naik daun itu, tapi gak tau juga kenapa orang tua saya malah milih anak mama."
"Padahal awalnya saya maunya samaa Zyan," Qyana menunjukkan wajah melasnya, pintar sekali akting Qyana.
Tetapi mengenai Zyan, itu memang benar adanya. Jangan salah, ada banyak sekali pria yang mengantri agar bisa mendapatkan Qyana.
__ADS_1
Olla yang mendengar itu hanya berdecak sebal tak peduli. Qyana yang melihat itu rasanya ingin tertawa terbahak-bahak tapi dia harus menahannya.
"Nih nenek nenek gak tau apa ya gue siapa," ucap Qyana dalam hati.