
sejak kejadian itu mereka tak sedekat dulu mereka tidur pisah kamar, tak ada canda tawa Fira enggan manyapa Aditya, Aditya jadi terheran-heran melihat sikap dingin istrinya.
setelah Fira menyiapkan makan malam ia beranjak dari ruang makan ketika melihat Aditya menuju kesana, Aditya mulai gelisah dengan sikap dingin istrinya selama ini, ia mencoba mencairkan suasana.
Fir, mau kemana? sini makan dulu.
ke kamar, aku sudah makan. jawab Fira acuh. kemudian berlalu meninggalkan Aditya
huummm.... Aditya menghembuskan napas kasar.
aku tau aku salah Fir, tapi aku akan meyakinkan mu bahwa aku akan benar-benar melupakan Kesya dan belajar untuk mencintai mu.
selesai makan Aditya menuju kamar yang saat ini di tempati Fira, dengan ragu ia mengetuk pintunya
tok.. tok... tok...
Fir, boleh mau ngomong sama kamu, apa boleh aku masuk.
Lama tak ada jawaban, Fir ayo lah please bukain pintunya, kalau nggak aku dobrak ni pintu
dengan malas Fira membuka pintunya
CEKLEK!!!
mau ngomong apa? penting? kalau gak penting mending kamu istirahat sana, aku juga sudah ngantuk, kemudian Fira membalikkan badannya akan masuk lagi tapi tangannya di tahan Aditya.
Lepasin, sakit tau... Fira merintih.
dengerin aku dulu Fir.
apa lagi sih?
ayo kita ke taman belakang biar enak ngomongnya.
di sini aja emang kenapa si?
Aditya menarik paksa istrinya, terpaksa Fira membututinya dengan keadaan jengkel.
__ADS_1
setelah sampai di taman tak ada bersuara, Aditya begitu ragu, sekitar 5 manit sudah namun Aditya masih enggan membuka suara, Fira semakin kesal.
kalau tak ada yang di omongin aku masuk dulu, Fira memecah keheningan.
sebentar. jawab Aditya, maafin aku Fir
maaf? maaf untuk apa? ku rasa kamu tidak pernah berbuat salah padaku.
DEG
tak pernah Fira memanggilnya kamu kepada Aditya itu membuat hatinya sesak.
apa kamu sudah berubah Fir?
tiba-tiba Aditya memeluk Fira sangat erat, sontak membuat Fira kaget
lepasin, mas lepasin.
aku gak mau lepasin sebelum kamu memaafkan aku Fir.
kamu masih marah sama aku Fir?
nggak, marah buat apa?
tapi kenapa sejak kejadian kemarin kamu acuhkan aku?
ohhh... apa pedulinya kamu sama aku mas? bukannya kamu tidak menganggap ku siapa-siapa? kitamenikah tidak di dasari dengan cinta, kita hanya terpaksa. aku tau kamu sangat menyayangi pacar mu itu, ngapain juga aku memberi perhatian lebih itu hanya membuat ku tambah sakit hati. Aku menjauhi mu karena aku gak mau semakin sakit ketika kamu menceraikan aku. tangis Fira mencoba menahan tangisnya.
kenapa kamu berfikiran seperti itu? tak ada sedikit pun di benak ku untuk menceraikan mu? apa kamu fikir pernikahan itu hal main-main? pernikahan itu bagiku hal yang sakral Fir, jadi jangan pernah berfikir yang tidak-tidak.
ohh... begitu ya? terus kalau kamu menganggap pernikahan hal sakr, kenapa kamu bermain-main dengan pernikahan mas? kamu sudah punya istri, tapi kamu seenaknya main pergi dengan wanita lain? ngasih perhatian lebih kepadanya? sedangkan istri mu tak pernah kau beri kasih sayang, seakan-akan kau tak pernah menganggap ku ada. apa kamu gak berfikir gimana sakitnya hati ku melihat suami ku menggandeng wanita lain di depan mataku sendiri? dan pulang larut malam apa saja yang kalian lakukan haaah??? padahal aku sudah mencoba jadi istri yang baik, tapi gak pernah kamu menghargainya. Fira tak bisa menahan tangisnya lagi, kali ini tangisnya pecah. Aditya mencoba menenangkannya ia memeluk erat tubuh Fira.
maafin aku Fir maaf, selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu, tapi aku janji mulai saat ini aku akan memperbaiki semuanya, kita mulai dari awal ya, kita sama-sama belajar mengarungi mahligai rumah tangga, kamu mau kan?
tapi gimana dengan pacar mu itu mas?
aku akan putuskan dia, aku akan belajar mencintai kamu.
__ADS_1
jadi apa kamu mau maafin aku Fir?
baiklah aku maafin kamu tapi kamu haris janji gak akan pernah temui wanita itu lagi.
makasih sayang makasih, aku janji aku gak akan temui dia lagi, Aditya merasa sangat senang.
ya sudah kamu jangan nangis lagi ya, ayo kita tidur, besok kamu kuliah kan?
baiklah ayoo... keduanya masuk ke dalam dengan senyum bahagia.
ketika Fira melangkahkan kakinya menuju kamar yang ia tempati.....
lho mau kemana sayang?
mau tidur lah...
kita kan udah baikkan masa tidurnya terpisah? ayo lah sayang aku tak bisa tidur kalau sendirian.
huuhh dasar.. ya udah ayo masuk, Fira menarik tangan suaminya Aditya tersenyum bahagia.
kini mereka tidur dalam satu ranjang, Fira menaru bantal guling di tengah-tengah mereka.
aku gak mau ada pembatas antara kita, Aditya melempar guling ke lantai kemudian memeluk pinggang Fira sangat erat..
apaan sih kamu? mulai deh...
apa aku boleh memakan mu? Aditya tersenyum nakal.
enggak, gak boleh, kamu boleh melakukannya ketika kamu benar-benar sudah mencintai ku, kamu kan masih belajar belajar mencintai ku.
huuhhh... baiklah... Aditya kesal, tapi izinkan aku tidur memeluk mu..
**BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN JUGA COMENT NYA πππ
HAPPY READINGπππ**
__ADS_1