
angin sore berhembus begitu kencang, Fira berjalan gontai sambil sesegukan, ia memasuki toko kue nya untuk beberapa hari ia berniat tinggal di sana untuk menenangkan diri nya. Para pegawai toko bingung melihat kedatangan boss nya dengan berderai air mata namun tak ada yang berani bertanya, saat melewati lorong menuju ruangan nya ia berpapasan dengan Putri, mba Fira kenapa? datang-datang kok nangis? ayo cerita pada Putri mba!
biarkan aku sendiri sementara waktu Put, Ucap Fira sambil berlalu meninggalkan Putri.
Putri hanya mengangguk dan menuju ke depan, secara kebetulan di sana ada Fachri mantan pacar Fira yang hendak membeli kue tart untuk keponakan nya, Putri tak tau kalau mereka sudah putus dan Fira sudah menikah dengan orang lain, Putri beranggapan kalau Fira menangis karena bertengkar dengan Fachri.
mas Fachri kenapa buat mba Fira menangis? berantem mulu dah gede! ucap Putri yang tak tau apa-apa.
Fira nangis? di mana dia sekarang Put? ucap Fachri cemas
haduch mas Fachri habis nangisin anak orang kok pura-pura nggak tau, tu mba Fira di ruangan nya.
tanpa bertanya lagi Fachri berlari menuju ruangan Fira.
haduch kok aku ngasi tau mas Fachri si, mudah-mudahan mba Fira nggak akan marah sama aku, aku lakuin ini supaya hubungan mereka nggak renggang, kasian kan mereka udah lama pacaran tapi kenapa ya kok nggak nikah-nikah? padahal sudah sama-sama cinta dan sudah sama-sama mapan, ah biarlah itu urusan merekam. Putri bicara sendiri.
Fachri menerobos masuk tanpa mengetuk pintu dahulu, sontak membuat Fira kaget, ngapain kamu di sini Fachri?
tanpa menjawab pertanyaan Fira, Fachri malah balik bertanya.
kenapa kamu menangis? siapa yang membuat kamu menangis? suami mu? kamu di apakan? aku sudah bilang dulu kalau kamu nggak bahagia sama suami mu datang lah padaku, aku siap nerima kamu lagi Fir. Fachri memang sampai sekarang belum bisa move on dari Fira, ia menyesal karena pernah mengkhianati gadis sebaik Fira.
aku nggak apa-apa, mending kamu pergi dari sini, dan lagian ini masalah rumah tangga ku tak ada sangkut paut nya dengan mu, jadi aku mohon sama kamu sekali lagi pergi dari sini. Bentak Fira.
Putri mendengar semua pembicaraan mereka ketika hendak menyuguhkan minuman untuk tamu boss nya itu.
rumah tangga? apa maksudnya? ahh sudah lah mending aku pergi saja, Putri mengurungkan niat nya.
Tapi Fir? tolong beri kesempatan sekali lagi untuk aku memperbaiki semuanya, aku sayang sama kamu, aku nggak rela kamu di sakiti cowok brengsek itu.
sudah sudah mending kamu diam saja, kamu nggak tau apa-apa tentang rumah tangga ku, kamu juga tak kalah brengsek nya dari dia, mending kamu pergi, Pergiiii!! Fira berteriak sambil menangis.
__ADS_1
baik lah aku pergi jaga diri mu baik-baik. Fachri keluar dari toko kue tersebut, ia tak jadi beli kue tart nya.
Fira memanggil Putri untuk keruangannya.
tolong put, siapa pun yan mencari aku jangan diberitahu kalau aku ada disini. termasuk orang tua saya, mengerti! ucap Fira tegas
b-baik mba, Putri gugup.
di tempat lain Aditya masih mencari keberadaan Fira, ia bingung harus mencari kemana lagi? ponsel nya berdering tertera nama PAPA sedang menelpon nya.
assalamualaikum Pa?
cepat kamu datang ke rumah sekarang juga.
tuutt.. sambungan terputus.
ahhhh... Aditya mendesah, mau apa si papa?
PLAAKKK!!!
anak kurang ajar, sudah bosan hidup kamu? baru kemarin kami berjanji untuk tidak mengecewakan istri mu, tapi tadi siang apa yang kamu perbuat di dalam ruangan mu bersama wanita ja**ng itu haah? Pak Indra bicara sangat keras dengan emosi yang memuncak. Aditya hanya diam saja karena dia memang merasa bersalah.
ini semua salah paham pa, biar Adit jelaskan dulu, tadi...
salah paham kata mu? mau menjelaskan apa lagi kamu? semua sudah jelas, kenapa kamu masih menjalin hubungan dengan ja**ng itu padahal kamu sudah punya istri cantik, baik dan lebih terhormat dari ja**ng mu itu.
pa tenang dulu biarkan Aditya menjelaskan semua, mama yakin ini tak seperti yang papa dan karyawan pikir. ucap Bu Dyah menenangkan suami nya.
ya sudah cepat kau jelaskan.
begini ma pa. Aditya menjelaskan secara detail semua nya. Sumpah pa ma Adit sudah memutuskan Kesya dan enggan untuk bertemu lagi dengan nya, namun ia tetap kekeh dan nerobos masuk keruangan ku dan memeluk ku dan bertepatan itu Fira juga datang melihat kesalah pahaman ini, ucap Aditya panjang lebar.
__ADS_1
terus dimana sekarang istrimu? tanya pak Indra
entah pa, Adit nggak tau dia pergi kemana, Adit berusaha mengejar nya namun Adit kehilangan jejak, sampai sekarang Adit belum menemukan nya, tolong bantu Adit untuk menemukan Istri Adit pa Adit mohon papa jangan ngomong dulu dengan orang tua Fira masalah ini ya ma pa, ucap Adit memelas.
sudah terlambat Dit mereka sudah tau semuanya papa sudah bercerita pada orang tua Fira.
padahal orang tua Aditya sudah tau dimana Fira berada ia diberitahu bu Mirna, tapi mereka sengaja menyembunyikan nya dari Aditya supaya Aditya jera dan tahu bagaimana rasanya kehilangan.
bagaimana kata mama papanya Fira ma?
Aditya ketakutan.
mereka meminta kami menemukan Fira secepatnya, tapi semua ini ku serahkan pada mu Adit, Papa dan Mama nggak mau ikut campur, kamu harus bertanggung kawab karena semua ini ulah kamu. kata bu Dyah
maafin mama sudah membohongi mu Dit.
jadi papa nggak mau bantu Adit? Tanya Aditya
Tidakkkk!!! itu urusan mu. Cuek pak Indra.
baik lah kalau begitu Adit pulang dulu ma pa.
kasihan Aditya Pa, kenapa nggak di kasih tau saja si? kata bu Dyah.
biarkan saja ma biar tau rasa tu anak, papa hanya memberi efek jera pada bocah Nakal itu, mending kita istirahat pekerjaan papa menumpuk di kantor.
**BERSAMBUNG.....
TERIMA KASIH READERS SETIAKU JANGAN BOSAN-BOSAN LIKE, VOTE, RATE, DAN JUGA COMENT NYA YAππππ
HAPPY READINGππππ**
__ADS_1