TERPAKSA DIJODOHKAN

TERPAKSA DIJODOHKAN
25


__ADS_3

mereka keluar menemui orang tua mereka bergandeng tangan


ehemmm.. ehemmm... Putri menggodanya.


kedua hanya tersenyum.


kami semua seneng melihat kalian akur lagi, ucap Pak Surya. Ini pelajaran buat kalian berdua, terutama kamu Aditya. timpal pak Indra tegas.


iya Pa, Adit janji nggak akan mengulangi lagi dan tidak akan menemuinya lagi, Adit akan ngebahagiain, dan jagain Fira serra calon anak kami Pa, jawab Aditya sambil mengusap perut istrinya.


kemudian mereka makan malam bersama, sesekali Aditya menyuapi Fira.


Setelah ini kalian pulang ke rumah mama aja ya, pinta bu Dyah.


dengan cepat dan tegas Aditya menolak "enggak" kami pulang ke rumah iya kan sayang.


ya elah semangat banget kamu Dit, goda Papa nya takut ada yang ganggu yaa.


apaan sih Pa, Aditya kan udah punya rumah sendiri, lagian udah lama kita ninggalin rumah itu.


maksud kamu apa mas, kamu....? belum selesai Fira bertanya Aditya memotong nya.


ya sudah ayo kita pulang sayang, udah malem nggak baik buat bayi kita. ma pa kami pulang dulu ya.


kami kok ditinggalin sih, nggak sabaran banget kamu Dit. Ucap Mirna.


Aditya dan Fira tersipu malu,


Assalamualikum Ma Pa kami pulang dulu ya,


setelah itu para orang tua juga kembali ke rumah masing-masing.


Setelah sampai di rumah mereka langsung pergi ke kamar. Istirahat lah sayang kamu pasti lelah kan? ucap Aditya. Mas mau ganti baju dulu.


kemudian Fira merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk yang lama ia tinggalkan.


setelah itu Aditya menyusul Fira berbaring di atas ranjang juga.

__ADS_1


gimana kabar anak Ayah? ucap Aditya sambil mengusap lembut perut Fira, maafin Ayah selama ini nggak jagain kamu ya sayang, kemudian mencium perut istrinya. Fira hanya senyum-senyum melihat tingkah suami nya.


oh ya udah berapa bulan anak Ayah di dalam perut Bunda? tanya Aditya.


udah mau masuk tujuh bulan Ayah. jawab Fira


maafin Ayah ya bunda, mulai sekarang ayah akan jaga kalian berdua.


sudah lah mas nggak usah bahas itu lagi, aku juga egois langsung kabur ajah tanpa minta penjelasan dulu sama kamu. jadi mulai sekarang kita sama-sama belajar dalam menghadapi situasi apa pun secara dewasa okey, ingat tak dan mulai sekarang kita harus terbuka tanpa ada rahasia-rahasiaan.


baiklah sayang, sebentar ya mau telpon papa.


kemudian Aditya mengambil ponsel nya dan menuju balkon menelpon Papa nya, setelah selesai ia kembali lagi menghempaskan tubuhnya di samping istrinya.


ngomongin apa sih sampai menghindar dari ku, baru saja ngomong jangan ada rahasia antara kita, Fira mendengus kesal.


Sayang jangan salah paham dulu dong, kan bisa tanya baik-baik. Gini ya mas tadi minta izin sama Papa mulai besok mas nggak pergi ke perusahaan sampai kamu lahiran.


maksud kamu? terus urusan kantor siapa yang menghendle?


kan ada Papa sayang, untuk sementara mas serahin sama Papa dulu.


iyaa.


kamu nggak usah lebay dech mas, udah nggak apa-apa kok aku di tinggal ke kantor lagian malam kan kita masih bisa bertemu.


nggak pokok nya aku akan selalu disamping mu sampai kamu lahiran titik, ini sebagai hukuman karena aku nggak nemenin kamu dari kamu hamil muda.


dan hukumannya kamu adili sendiri? udah lah terserah kamu saja, ayo cepat tidur udah ngantuk ni.


udah nggak sabar yaa? goda Aditya.


apaan sih.. aaaaaaaaa... Aditya menindihi Fira dan ******* Bibir manis nya, .


apa boleh mas meminta nya sayang?


Fira pun mengangguk, karena ia pun sudah rindu akan kehangatan suami nya.

__ADS_1


Adzan subuh berkumandang.


mas ayo bangun sholat subuh dulu. Namun Aditya tak menjawabnya.


ya sudah lah aku mandi duluan, setelah mandi ia sholat subuh,


hmmm tuh orang susah banget di suruh bangun.


mas ayo dong bangun, udah subuh lho.


mmmm... sebentar sayang masih ngantuk. Ya dia masih ngantuk karena kelelahan mereka baru tidur jam 3 setelah pergulatan panas semalam.


cepat bangun mandi terus sholat setelah itu kan bisa tidur lagi. Fira menarik tangan suaminya.


iya iya, cium dulu, Aditya memajukan bibir nya.


nggak ah bau.. Fira keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Aditya terkekeh melihat tingkah lucu istrinya kemudian ia menuju kamar mandi setelah itu sholat.


jam sudah menunjukkan jam 6, bi surti yang biasa bersih-bersih di rumah itu datang, ia terkejut melihat ada seseorang berada di dapur, setelah Fira membalikkan badan.


Nyonya? benarkah ini nyonya? ia sempat tak percaya


iya bi saya Fira, jawab Fira


alhamdulillah nyonya kembali, Nyonya hamil? syukur lah ya alloh. Nyonya kembali bersama tuan kan?


sama siapa lagi bi kalau bukan sama mas adit? bibi kok bahagia banget?


ah nyonya kok gitu , ya bibi bahagia lah nya melihan tuan dan nyonya kembali akur, bibi kasian melihat tuan semenjak kepergian nyonya tuan nggak pulang ke rumah ini.


mungkin dia tinggal di rumah Papa bi.


enggak nyonya, selama 3 bulan tuan tidur di jalan tapi di dalam mobil sih, tuan sampai frustasi nyonya dan nggak pergi ke perusahaan sama sekali, kemudian Tuan besar membujuknya agar dia tenang dan kembali ke kantor, Tuan besar menjanjikan akan membantu pencarian nyonya, dengan susah payah akhirnya tuan muda mau tapi dengan syarat sebelum nyonya di temukan tuan tidur di kantor saja. pokoknya hidup tuan berantakan waktu itu nyonya. bi surti menjelaskan panjang kali lebar.


hahaha.. ya sudah bi makasih infonya, kalau gitu aku mau bangunin mas Adit dulu.

__ADS_1


jangan lupa like nya ya readers


__ADS_2