
Setelah semua persiapan telah selesai akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan telah tiba semuanya telah kumpul di ruang keluarga. karena Inayah minta kepada mamahnya Kevin untuk mengadakan acara dengan sederhana tanpa mengundang siapa pun kecuali keluarga inti dari dari kedua belah pihak.
" Kak Kakak sudah siap untuk nikah sama Tuan Kevin Denis takut kalau kakak disakitin sama Tuhan Kevin." ucap denis dengan wajah sendu.
" tidak sayang kakak sudah bahagia ko nikah ama tuan kevin. kamu udah minum obat?" ucap inayah mengalihkan pembicaraan.
"udah kk." jawab denis dan berlalu pergi
Arumi pun memasuki kamar Inayah untuk mengajaknya nya turun karena ijab qobul akan segera dimulai, Inayah pun nurut dan dan melangkah pelan menuruni anak tangga.
" saya terima nikahnya nikahnya inayah bin seno dengan maskawin 100 karat berlian dibayar tuani." ucap kevin dengan tegas.
akhirnya Inayah dan Kevin pun sah menjadi suami istri. arumi pun memberi selamat kepada mereka berdua sambil membeli kado sebuah tiket hany Moon keliling eropa salama 1 minggu.
Denis yang mendengar kakaknya akan meninggalkannya selama satu minggu pun merasa sedih dan langsung memeluk kakaknya untuk tidak meninggalkan Deni sendiri.
"kakak jagan tingalin denis denis, denis takut sendirian." sambil merajuk
__ADS_1
Kevin sedikit camburu melihat kedekatan kakak dan adik itu terlihat alrab bagaikan sepasang kejkasih.
" kakak gak bakal ningalin kalo ko de." ucap inayah.
" terus kalo kk barangkat denis sama siapa." sambil ngerajuk
" denis nanti sama mama arumi." arumi ikut membujuk denis
Denis yang mendengar kata-kata itu dari Arumi langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia setuju ditinggal kakaknya walaupun dengan berat hati dia harus setuju.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
setelah acara selesai inayah dan kevin pun beristirahat dikamar pengantin yang sudah arumi siapkan dengan seromantis mungkin.
" aduh gimana ya kalo pak kevin meminta jatah malam ini, aku masih belum siap." ucap inayah dalam hati
tak lama setelah berfikiran seperti itu kevin pun keluar. setelah melihat kevin keluar inayah langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan, setelah melihat kedalam lemari dia hanya melihat baju tidur yang tranparan.
__ADS_1
" lah ko hanya baju ini aja yg ada mana branya gak ada lagi masa aku harus tidur dengan keadaan laya gini bisa habis aku." ucap inayah dalam hati
disisi lain kevin bingung sudah 2 jam sejak inayah masuk kamar mandi dan belum keluar juga, kevin pun sedikit panik takut jika terjadi apa apa kepada inayah dan langsung mendobraknya.
"aaaaaaaaaaaaa pak kevin ngapain disini." ucap inayah dengan gugup
kevin yang melihat pemandangan itu kaget dan langsung menelan silvianya dengan kasar takut jika nafsunya tidak dapat dikontrol.
"maaf maaf maaf sata tadi takut jika kamu meninggal didalm kamar mandi nati saya yg dapat masalah." pembelaan kevin karena tidka mau terlihat khawatir
" kamu ke apa gak keluar kamar mandi dari tadi." ucap kevin dengan tegas
" maaf tuan saya malu kalo harus keluar seperti ini." ucap inayah sambil menunjuk gaun tidurnya
" yasudah kamu pake ini." ucap kevin sambil melempar selimut yg ada ditempat tidur
" makasih pak kevi ." ucap inayah dengan ragu.
__ADS_1
malam pertama pun terlewat begitu saja karena kevin tau inayah belum siap melakukan itu