Terpaksa Menikahi Seorang Bajingan

Terpaksa Menikahi Seorang Bajingan
penyesalan bagas


__ADS_3

Dinda yang sedang berjalan menyusuri trotoar di jalan yang sepi itu kaget melihat seorang laki laki yang tidak dikenalnya sedah muntah mutah di dekat trotoar dinda yang merasa kasian dengan pria itu akhirnya membantu. Ya pria yang sedang muntah muntah itu adalah bagas yang sedang pusing hingga akal sehatnya hilang. Samapai sampai bagas dengan kasar menarik dan mencium paksa dinda di dalam mobilnya.


Dinda yang sangat kaget berusaha sekuat tenaga untuk bisa lepas dari dekapan pria yang yidak dia kenal,tetapi usahanya sia sia tenaga bagas terlalu kuat dinda menangis dan meminta belas kasihan dari pria di depannya.


Hiks..hiks..hiks...,tolong lepasin aku....dinda menangis dan berteriak sambil berusaha melepaskan tubuhnya


Cup" bagas mencium paksa bibir dinda tanpa menghiraukannya karena hasrat yang sudah tidak bisa dia tahan lagi dan bagas kecil yang sudah sangat menegang tanpa pikir panjang bagas merobek dan membuang baju dinda sembarang di dalam mobil. Dan bagas langsung berusaha menerobos ke****** dinda , karena terlalu sakit di rasanya dinda berteriak dan langsung mencakar punggung bagas


Aaahhh hiks...hiks...hiks..., dasar ********....brengsek....


Berbagai makian keluar dari mulut dinda satu jam berlalu dinda yang sudah tak sadarkan diri dan bagas yang sudah ambruk langsung tertidur di samping dinda tanpa sehelai benangpun di tubuh mereka.


6:30 pagi bagas yang merasa tidak nyaman dengan posisi tubuhnyapun terbangun dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat gadis yang sama sekali tidah dia kenal dan bercak darah di mobilnya


Aaahhhhh..... Bagas kenapa kamu **** banget anak orang kenapa bisa kamu rusak padahal selama ini kamu gak pernah tertarik sama sekali dengan wanita...gerutu kesal bagas memarahi dirinya sendiri.

__ADS_1


Bagas melihat wanita yang ada di sampingnya itu sudah mulai sadar bagas bingung dan khawatir kalau wanita itu melihat kondisi tubuhnya yang seperti itu


Aakkkhhhh....sakit...hikks...hiks..."kata dinda sambil menangis


Kamu kenapa apa sakit...?...." tanya bagas dengan raut wajah yang amat khawatir


Hiks...hiks.. Brengsek kamu ********..." kata dinda sambil memukul mukul dada bagas


Maaf....aku memang brengsek aku memang seorang bajikan tapi dengar kataku aku Bagas ardiansyah akan melakukan apapun untukmu tapi tolong maafkan aku dan jangan menangis laki..."kata bagas dengan sungguh sungguh


Dinda bukannta tenang tpi malah menangis sejafi jadinya membuat bagas bingung dan khawatir karena selama ini bagas tidak pernah dekat wanita hanya mama rani saja watita di dalam hidupnya


Dinda..." gumam bagas sambil melirik dinda yang tertiruh karena kecapean menangis


Bagas keluar dari mobilnya dengan pakaian urak urakan berlari memuju kamarnya untuk mengambul 1 stel pakaian setelah mengambil pakaiannya dia berlari lagi turun ke bawah lebih tepatnya di garasi mobil untuk memakaikan dinda pakaian.sampai tanpa sadar ada beberapa pasang mata yang sedang melihat keanehannya itu yah papa rinaldi dan mama rani...

__ADS_1


Sesampainya di garasi bagas langsung berusaha memakaikan dinda pakaian..


Kamu bagundong jangan buat aku khawatir seperti ini..." ucap bagas yang mengelus pipi dinda dengan lembut tapi dinda tidak kunjung bagun. Akhirnya bagas memopong tubuh dinda keluar dari mobil sampai di teras depan bagas melihat orang tuanya sedang duduk di ruang keluarga dengan tatapan mematikan mereka


Gluk,... Bagas menelan salifahnya sambil menunduk langkah kakinya terasa berattapi mau bagaimana lai dia harus meneruskan langkahnya.


Siapa dia gas...." tanya papa rinaldi


Bagas tidak menatap bahkan menjawab pertanyaan papanya itu bagas hanya menundukkan kepalanya sambilmrlangkah menaiki tangga menuju kamarnya sesampainya di di kamar bagas meletakkan tubuh dinda di atas ranjang dan turun lagi keruang keluarga..


Sayang siapa sebenarnya gadir tadi..." tanya mama rani


Bagas tanpa sadar meneteskan airmatanya dan langsung memeluk mamanya...


Mah....maaf mah...maaf..bagas gak ada niat apa apa...bagas tau bagas salah maaf mah..." kata kata yang eluar dari mulut bagas itu membuat orang tuanya bingung belum sempat papa fan mamanya bertanya lebih lanjut mereka sudah mendengar teriakan dan makian dari dinda

__ADS_1


Aaaaakkkhhh......brengsek brengsek hiks...hiks...hiks.." teriak dinda yang begitu keras, karena kaget bagas segera naik ke kamarnya dan di ikuti papa rinaldi dan mama rani.


Sampainya di kamar bagas mau mendekat tapi takut tidak mendekat khawatir akhirnya dia hanya berdiri di depan pintu kamarnya sambil menatap ke arah dinda mama rani yang melihat dinda seperti itulangsung memeluk tubuh dinda dan menenangkannya dipelukan mama rani dinda sudah mulai tenang dan membalas pelukan mama rani


__ADS_2