
setelah sarapan dinda dan bagas pamit untuk pergi ke kampus, setelah berpamitan bagas dan dinda berjalan meninggalkan mama rani dan papa rinaldi yang masih duduk di meja makan
ke kampus bareng ya...." ajak bagas
gak ah aku ke kampus naik angkutan umum aja..." tolah dinda
kenapa..? tanya bagas karna bingung dinda tak mau berangkat bareng sama dia
ya karna gak ada orang yang tau kalau kita ini udah nikah dan lagi kamu tuh idola kampus aku gak mau yag nanti di kroyok sama fens tens kamu yang tergila gila sama kamu...." jawab dinda sambil menjelaskan kepada bagas dan bagas hanya mengangguk ganggukan kepalanya
ya udah nanati aku turunin kamu di warung dekat kampus biar gak ada yang liat..." ucap bagas yang masih berusaha
ya udah deh..." jawab dinda
oke bentar aku ambil mobil dulu..." ucap bagas berjalan menuju garasi dan mengambil mobil kesayangannya
yuk naik...." ucap bagas dan di angguku dinda
dalam perjalanan dinda ataupun bagas tidak ada yang berbicara, bagas fokus menyetir sedangkan dinda fokus memikirkan apa yang mau dia tanyakan
*aduhh canggung amat ya....." batin dinda
__ADS_1
aaiissshhhh kenapa canggung gini sih..." batin bagas
mau ngomong apa ya.....aahhhh dinda otak lo gak berfungsi di saat saat menegangkan seperti ini..." gerutu dinda sambil kesal sendiri*
din..." ucap bagas
ehh ia..." jawab dinda
aku...mau nanya boleh gak...." tanya bagas
apa..? nanya aja...." ucap dinda
kamu tuh sebelum kita nikah punya pacar gak sih....?" tanya bagas ragu karena takut dinda marah
kenapa kok ketawa sih...?"tanya bagas
pertanyaan kamu itu aneh... gini ya aku ini orang gak punya kuliah aja banyak tunggakan kadang gak tau harus tinggal dimana ya gak mungkin ada yang mau lah, ya kalau pun ada yang mau aku yang gak mau..." jawab dinda
kenapa gak mau....?" tanya bagas lagi karena penasaran
ya karena akutuh mau fokus kuliah dan nyari cara biar bisa bayar tunggakan...." jawab dinda
__ADS_1
terasa begitu cepat karena percakapan mereka yang tidak terlalu panjang itu, bagas menghentikan mobilnya di depan sebuah warung dan dinda pun mengambil tangan bagas dan menciumnya setelah itu dinda langsung keluar dari mobil berjalan masuk ke kampus
bagas masih mematung di tempatnya sambil memerhatikan punggung dinda yang sudah mulai menghilang terladang tembok pagar
*deg...deg...deg...
aaarrrrgggghhhh kenapa nih jantung....." teriakan batin bagas
*********
di tempat lain dinda yang sudah kumpul bareng sama kedua sahabatnya itu pun memilih masuh kelas, ya begitulah mereka sitiap masuk ke kelas harus selalu bersama jalan kemana aja harus bertiga bahkan ke toilet sekalipun mereka pisah kecuali udah pulang dari kampus
ehh din kamu sekarang tinggal di mana kita denger kamu di usir ya sama bibi kamu...?" tanya keila
dinda tak menjawab hanya berjalan sambil menundukkan kepalanya
aahhh kamu sih kei...?" ucap shasa
la kok aku sih..." ucap keila membela diri
ya iya kamu " jawab shasa gak mau kalah
__ADS_1
udah jangan pada rbut tuh dosen dah masuk..." ucap dinda jarena sudah pusing dengan kedua sahabatnya karena tak ada yang mau mengalah...