Terpaksa Menikahi Seorang Bajingan

Terpaksa Menikahi Seorang Bajingan
kemarahan papa dan awal yang baru


__ADS_3

udah udah kamu tolong panggilin dinda deh papa sama mama mau bilang sesuatu sama dia" ucap papa rinaldi


ia pah..." jawab bagas dan langsung berjalan menuju kamar dinda, sesampainya di depan pintu kamar dida bagas mengetuk pintu dan di perbolehkan masuk oleh dinda tanpa basa basi bagas langsung nenggendeng tubuh dinda membawanya keruang keluarga. betapa terkejutnya dia saat melihat mertuanya sudah berada di situ dinda hanya bisa menunduk dan menuruti bagas


nak kaki kamu masih sakit....?" tanya mama rani dan memeluk tubu dinda dengan lembut


gak papa kok mah tadi udah bagas obatin..." jawab dinda sambil membalas pelukan mama mertuanya itu


papa rinaldi menatap bagas dan dinda seperti ada yang salah dengan mereka berdua banyak pertanyaan yang timbul di benak papa rinaldi, dan akhirnya papa rinaldi membuka suara


nak...kalian kok keluar dari kamar tamu...? bukannya kamar utama di atas...? " tanya papa rinaldi sambil menatap anak dan menantunya itu


dinda dan bagas saling menatap merwka bingung harus menjawab apa karena tak mungkin mereka bilang yang sesungguhnya kalau mereka berdua pisah kamar pasti mereka akan di marahi oleh kedua orang tua mereka bagas yang menatap dinda lekat menarik nafas dan membuangnya perlahan, menatap wajah papanya yang sedari tadi menatapnya dan menjawab


kami pisah kamar pah...mah..." jawab bagas dengan pasrah, jawaban yang keluar dari mulut bagas sontak membuat mama rani dan papa rinaldi melongo tak percaya dengan jawaban yang baru saja di ucapkan oleh bagas

__ADS_1


tapi kenapa..,? " tanya papa rinaldi dan mama rani bersamaan


bagas dan dinda sudah tak tau harus menjawab apa mereka hanya bisa menundukkan


kemasi barang barang kalian kita pindah kerumah papa dama mama kalau kalian tinggal sendiri lama lama bisa hancur rumah tangga kalian " ucap tegas dan penuh penekanan dari papa rinaldi


i..iya pah" jawab bagas dan dinda secara bersamaan, bagas melarang dinda untuk berjalan dinda hanya bisa menurut apa yang di katakan bagas, bagas beranjak dari duduknya mengemasi barang barangnya dan barang brang dinda setelah berkemas tak pakai tunggu lama mereka langsung menuju rumah orang tua mereka.


setengah jam perjalanan akhirnya mereka memasuki kawasan rumah rinaldi ardiansyah mereka melangkahkan kaki memasuki rumah mewah itu dengan perasaan bersalah, bagas yang membawa barang baranya dan dinda dengan di bantu oleh pak amir kepala pelayan di kediaman ardiansyah.


ia pah..." bagas menjawab dan berjalan menghampiri papanya di situ sudah terlihat mama rani, dan dinda yang duduk bersebelahan


di rumah ini kalian tidak boleh tidur pisah kamar...kalian itu sudah menikah, papa tau masalah pribadi kalian tapi ingat kalian adalah pasangan suami istri harusnya kalian mencari solusi dari permasalahan kalian." ucap papa rinaldi dengan penuh penekanan


iya pah...ini salah bagas maaf pah..." ucap bagas

__ADS_1


maaf pah dinda juga salah..." tamabah dinda


yah sudah kalian naik ke kamar kalian kalian renungkan apa yang baru saja papa bilang ke kalian, kalian itu sudah bukan anak kecil lagi yang harus kami bantu.bagas ingat kamu itu kepala keluarga" ucap papa rinaldi lagi


sudah sudah kalian ke kamar aja ucapan papa tadi jangan terlalu di ambil hati ya..." ucap mama rani sambil mengelus pundak dinda


iya.... mah... pah.... ucap bagas dan dinda


*********************


suasana yang panas tadi berubah menjadi dingin keheningan di dalam kamar bagas dan dinda, dinda duduk di atas ranjang sambil memeluk guling sedangkan bagas duduk di atas sofa yang berada di alm kamar itu. mereka berdua memikirkan apa yang di bilang papa rinaldi tadi kepada mereka. bagas memecahkan keheningan dia memberanikan diri untuk berbucara


din...maaf " ucap bagas dengan tatapan sendunya menatap wajah dinda


hhhuuuufffff...." dinda membuang nafas beratnya lalu menatap wajah bagas, mulai hari ini kita mulai dari awal lagi...

__ADS_1


bagas yang keget atas jawaban dinda langsung berlari memeluk dinda, makasih..." ucap bagas dan di balas senyum tulus di bibir dinda


__ADS_2