
memangnya salah apa apa kalau aku terlalu ambisius dan selalu mengejar impian aku tanpa menghiraukan sekitar.
Aku juga merasa itu sesuatu hal yang salah namun itu aku itu sudah menjadi target aku dan itu udah bisa di terima aku untuk masa depan.
sudah seminggu aku berada di sini dengan berbagai tumpukan kerjaan yang harus aku selesaikan dan aku sudah menyelesaikan janjian aku hari ini aku akan presentasi untuk menentukan aku aku bisa menetap di sini atau tidak.
dan ternyata kerja keras yang aku lakuin selama ini nggak sia-sia Aku akhirnya berhasil dikontrak untuk bekerja disini selama 1 tahun meski belum tetap tapi tak apalah.
hari ini hari weekend dan kebutuhan kerjaan aku tidak terlalu banyak aku jadi aku memanfaatkan waktu libur ku untuk bersantai .
jam segini aku masih belum bangun aku masih bergulung dengan selimut ku hingga terdengar suara hp ku berdering menandakan ada yang menelponku.
aku membuka mataku pada saat handphone-ku berdering dan ternyata itu ada panggilan dari nenek.
" hallo oma what's up ?"( Halo Om ada apa?)
"like you just woke up?( kamu seperti baru bangun tidur?)
" yes ,It's the weekend so I'm off and I don't have any work to do?"
" tumben "
"Oma what's wrong calling? will Oma come home soon?"
" yes, Grandma will be home soon but Grandma will not go home alone but with your mama, your papa, Nadia, Dumai Nadia and her little daughter"
" ouh oke ,when ?"
"Insyaallah tomorrow we will leave,"
" oke,I'll ask Brayen to pick you up at the airport (Brayen is the security captain at Grandma's house)"
" baik lah ,see you El "
" see you Oma "
ama mengatakan bila Oma dan keluarga suku yang ada di Indonesia akan ke Amerika aku tak tahu mereka kesini karena apa tapi aku yakin mereka datang kesini rame-rame pasti karena ada tujuan tertentu.
tapi untuk saat ini aku belum tahu mereka datang ke sini untuk apa.
__ADS_1
setelah sambungan telepon terputus aku melanjutkan tidurku kembali rasanya tubuhku sangat lelah hari ini padahal hari ini hari weekend yang seharusnya aku isi dengan jalan-jalan namun berbeda dengan diriku yang ingin menghabiskan hari weekend ku dengan bersantai di rumah dan rebahan di kasur sedikit rada bosen sih namun aku juga malas untuk kemana-mana dan hasil aku memejamkan mataku kembali dan aku tertidur pulas hingga hari sudah mulai malam di Surti asisten rumah tangga pembangunan ku untuk makan malam.
kebo banget ya aku ini aku tidur dari jam 10 sampai hai jam 7 aku belum bangun ya Sari aku ini ya itulah aku ini padahal hari senggangnya.
kalau aku sudah mulai tidur aku takkan pernah ingat apapun dan kalau aku sudah mulai pulas tidurnya Aku nggak akan mendengar apapun walau diluar seberisik apapun itu Oma selalu bilang aku itu orang paling kebo banget kalau tidur karena susah banget dibangunin nya.
kadang rumah sering marah-marah kalau aku bangunnya terlambat.
aku makan malam seorang diri katanya para asisten rumah tangga di rumah Oma sudah makan malam dan alhasil aku makan terakhir aku aku makan sendirian sangat menyedihkan sekali ya hidupku ini.
aku selesai dengan makan malamku lalu aku aku kembali memejamkan mataku hingga keesokan harinya aku bangun di pagi hari untuk memulai semua aktivitasku dari yang terkecil sampai aku berangkat bekerja.
tak terasa aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku di kantor dan aku pulang kerumah yang ternyata sudah banyak tamu atau yang lebih tepatnya bukan kamu tapi kedua orang tuaku Nadia dan juga suaminya ada baby kecil yang lucu di sana ya aku akui itu ada Putri Nadia.
Aku menyapa mereka,begitupun mereka yang juga menyambutku dengan penuh gembira.
" assalamualaikum"ucapku saat memasuki rumah yang ternyata sudah banyak orang di dalam rumah.
" waalaikumsalam"jawab mereka serempak pandangan pertama yang aku tuju adalah melihat seorang bayi mungil yang sedang digendong Nadia aku langsung menghampirinya dan aku juga ikut menggendongnya.
" El jam segini baru pulang? kami semua menunggumu tahu dari tadi kami menunggumu tapi jam segini kamu baru pulang," Tanya nenek kepadaku pada saat aku pulang dan ya memang sih ini sudah malam yaitu pukul 11 malam jam dan mereka semua masih menunggu ku pulang.
" pantesan jam segini baru pulang emang kerjaannya nggak bisa dilanjut besok sampai jam segini baru pulang?"tanya papa aku kepadaku karena mungkin dia khawatir ke ada aku yang notabene adalah perempuan dan pulangnya tengah malam seperti ini.
"ke manfaat ini Amerika ini masih terlalu sore untuk disini belum terlalu malam jadi is oke aku bisa jaga diri sendiri"aku aku nyamper apa yang dikatakan papa.
"sudah sudah kalian ini kamu istirahat dulu gih makan terus mandi"ucapan maaf kepada aku dengan nada yang sangat lembut seperti dulu.
aku pun berlalu kekamar untuk membersihkan badanku karena sudah terlalu lengket dan aku aku menutup mataku karena sudah terlalu ngantuk dan capek.
hingga terdengar suara langkah kaki Mama memasuki kamarku Mama mengecup keningku seraya berkata.
"I love you Liza Mama sayang banget sama kamu mamah Arab kamu nggak ngulangin kesalahan Yang Sama jangan pulang tengah malam kamu tahu kan saya gimana papa kamu sayang banget sama kamu Dan nggak mau kamu sampai kenapa-napa apa kamu cuman khawatir sama kamu jangan marah ya"aku masih mendengar Mama mengucapkan kata itu aku terharu dengan perkataan itu dan aku juga tahu papa sangat sayang sayang banget sama aku Papa nggak mau aku sampai kenapa-napa cuman itulah diriku yang selalu keras kepala kada aku bingung sama diriku sendiri Mama aku begitu rambut Papa juga lembut walau terkadang Papa tegas terus dari mana sifat aku yang keras kepala dan pemberontak seperti ini ...
.
apa mungkin Mama selingkuh waktu dulu dan aku bukan anak papa tapi mana mungkin aku tahu banget kalau mama sangat mencintai papa dan begitupun sebaliknya dan kalaupun Aku anak selingkuhan dari mama papa nggak mungkin segitu sayangnya sama aku dia menyayangi aku melebihi segalanya walaupun 13 tahun Aku terpisah dengan mereka tapi aku selalu lihat tatapan mata Papa kepada aku selalu menyiratkan kasih sayang yang begitu besar.
I was amazed it was on call Hugo tapi aku juga bingung sifat keras kepalaku ini menurun dari siapa.
__ADS_1
sudahlah daripada pusing memikirkan itu mendingan aku bobok cantik besok aku harus sudah mulai bekerja lagi dan kalo waktu bekerja berarti aku harus bangun pagi-pagi dan berangkat bekerja melelahkan namun aku menjalaninya dengan sangat sangat bahagia.
keesokan paginya aku bangun pagi sekali belum ada yang bangun anggota keluarga semuanya belum ada yang bangun baru aku bangun dan aku langsung bergegas untuk mandi setelah itu mempersiapkan semua berkas-berkas yang aku bawa untuk bekerja dan aku berangkat bekerja tanpa pamit kepada semua orang di sana Aku hanya meninggalkan sepucuk Surat di tengah-tengah meja makan aku tidak bisa sarapan karena aku sangat terburu-buru.
itulah rotinya takut sehari-hari aku harus bangun pagi-pagi sekali dan aku pulang tengah malam memang sih bisa diselesaikan besok atau lusa nya juga namun aku selalu berprinsip kalau pekerjaan itu lebih baik bisa selesaikan secepat mungkin supaya kita bisa menyelesaikan pekerjaan lain di lain waktu juga.
aku tak pernah menunda-nunda pekerjaan karena kalau kita menunda pekerjaan nantinya bakal menumpuk dan kita sendiri yang akan repot kalau kerjaan itu menumpuk.
sesampainya di kantor Aku punya teman kerja yang baru seminggu ini aku berkenalan dengannya namanya adalah lioni orangnya baik Rama dia berasal dari Jepang .dia bekerja di sini hanya untuk menyelesaikan proyek yang sedang kita bangun sama-sama dia rekan kerja aku dia orangnya cantik baik dan juga hamil tidak sepertiku yang terkesan jutek.
pada saat pertemuan kami pertama kali aku sempat marah-marah ke hadap dia karena dia melakukan kesalahan tapi setelah dia minta maaf dan dari situlah aku melihatnya menangis dan aku ternyata nggak jadi aku memberi arahan dan kami sekarang sudah berteman.
aku dan dia menjalankan misinya sama-sama yaitu untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin.
aku langsung berkutat dengan laptop dan juga buku-buku Aku mengerjakan pekerjaan ku secepat mungkin dan alhasil Aku mengerjakan itu dengan ya lomba yang terbilang cepat 10.00 aku sudah menyelesaikannya aku langsung menyerahkan itu kepada direktur dan ternyata direktur menyetujui itu dan kebetulan juga akan diadakan rapat di ruangan rapat direktur dan aku juga diajak untuk mengikuti rapat itu is not aku tak bisa menolak jadi aku mau ikut rapat itu dan keputusan besar rapat itu adalah menjadikan aku sebagai pemimpin untuk pembangunan yang akan kita bangun bersama-sama di bulan ini dan aku sebagai kapten jujur dalam hati aku bahagia namun juga ada rasa sedih aku takut proyek yang sekarang akan gagal dan aku takut tapi aku percaya kok sama diri aku kalau aku bisa.
semua karyawan selesai rapat diperbolehkan untuk pulang dan itu masih pukul 3 sore jadi aku pulang lah karena aku juga ingin tahu kenapa keluargaku datang dari Indonesia ke Amerika sama-sama dan ikut semua jadi aku ingin bertanya Ada apa gerangan nggak mungkin kan cuman untuk mengikuti wisuda aku karena yang aku tahu risikonya besar kalau Nadia ataupun anaknya ikut jadi aku terlalu bingung aku ingin menanyakan itu kepada Nadia atau Mama atau Mama atau papa.
sesampainya di rumah aku melihat semuanya sedang berkumpul di ruang tamu entah apa yang mereka bicarakan dan kelihatannya seperti serius aku bergabung bersama mereka.
" Nadia jadi kami datang ke sini itu ingin membawa kamu untuk berobat di salah satu rumah sakit teman dan kebutuhan disana ada dokter kangker yang terhebat dan umma berharap kamu bisa sembuh ditangani oleh dokter itu" ucap eomma menjelaskan kepada Nadia aku memang tahu Nadia sakit cuman aku tidak tahu Nadia sakit apa dan apa yang barusan aku dengan Nadia sakit kanker sejak kapan?
" wait wait, who is sick with brain cancer?"
"Eliza kamu sudah pulang nak?"
"Yes, it just so happened that I finished my work at the office so I came home early and did Nadia have cancer?"tanya aku selalu merindukanmu cover di kursi aku begitu kaget saat mendengar Nadia sakit kanker otak oh my God dari Sia kapan? aku terus berfikir dan aku terus berperang dalam hatiku sendiri ya ampun si Nadia melahirkan secara normal dengan keadaan dia sakit kanker otak dan aku yakin kanker otak kita ada penyakit yang sangat sangat berbahaya.
" ya " jawabnya dia kepadaku
" since when ?"
"penyakitnya diketahui pada saat memanen Papa mengirimkan kamu ikut untuk ke sini bersama nenekmu,"
"dari itu alasan kalian untuk menerima aku ke sini supaya kalian bisa lebih fokus kepada penyakit Nadia?"tanya aku yang merasa bersalah atas keegoisan aku selama ini dan ternyata mereka hanya takut kehilangan Nadia betapa kejamnya aku.
kalau ada orang teregois di negeri jawabannya adalah aku Aku terlalu egois mementingkan diri sendiri tanpa aku melihat sekeliling Aku percaya apa apa aku jahat entahlah aku tak tahu waktu itu tapi yang jelas aku sayang banget sama dia dan aku langsung memeluk dia.
kakak yakin kamu sembuh dan percaya sama kakak kamu harus berobat supaya kamu bisa sembuh oke yang diangkut oleh Nadia.
__ADS_1
makasih udah mau baca jangan lupa tinggalkan for like and comment dan masukan cerita ini ke cerita perkalian bye bye see you next time