TERPAKSA Menikahi SUAMI Adikku

TERPAKSA Menikahi SUAMI Adikku
end


__ADS_3

setelah kejadian itu Aku tidak pernah menyapa anggota keluarga aku lagi aku terlalu kasar kepada mereka dan aku juga terlalu sibuk dengan pekerjaanku.


apa mereka pikir aku tidak punya perasaan apa aku juga punya perasaan aku juga ingin memiliki pasangan kau sendiri dan mengenai Nadia aku sayang sama dia namun aku juga udah mau menikah dengan suami dia menurutku nanti akan sembuh kok.


hingga di hari ini aku dapat telepon dari rumah kalau ternyata dia dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya benar-benar kritis ya dia sedang sekarat di rumah sakit sekarang aku bergegas pulang untuk menemuinya di rumah sakit.


"apa yang terjadi kepada Nadia?"tanya aku panik saat aku sudah sampai di depan rumah sakit dan di depan ruangan Nadia tampak semua keluarga sedang berada di sana menghawatirkan Nadia yang sedang sekarat di dalam.


mereka semua hanya diam tidak menjawab karena mungkin mereka juga tidak tahu apa yang akan terjadi sama Nadia dan gimana kondisinya dia karena dari tadi udah ntar juga tidak keluar.


tak lama dokter keluar dari ruangan yang dia dan dia mengatakan kalau Nadia dari tadi memanggil dan terus memanggil nama Eliza dan juga Rifki.


"maaf apa disini ada yang bernama Elisa dan Rifki?"Tanya dokter pada saat dia keluar dari ruangan itu


semua orang aku dia juga menatap suaminya Nadia.


"saya Nadia doc"jawab aku kepada dokter.


"bisa ikut saya ke dalam mungkin ada sesuatu hal yang ingin Nadia bicarakan kepada anda"ucap dokter memintaku untuk ikut bersamanya kedalam diikuti oleh Rifki suaminya Nadia.


begitulah masa tunggu aku saat aku melihat Nadia sedang sekarat dan kejang-kejang di berangkat itu dengan berbagai alat bantu,


aku menghampiri Nadia yang terbujur di rangka rumah sakit itu, aku menggenggam tangannya dia memberikan kekuatan kepada dia dan aku berdoa di dalam hati semoga Nadia bisa sembuh.


begitu juga yang dilakukan oleh Rifki suaminya dia menggenggam sebelahnya lagi tangannya dia dan dia juga melakukan hal yang sama denganku tiba-tiba tangan Nadia gitar dokter pun mengangguk bahwa Nadia pasti ingin mengatakan sesuatu perawat di sana melepas alat pernapasan Nadia mulai perlahan dia membuka matanya ia menatap aku bergantian bersama suaminya.


"el...."panggilnya kepadaku tengah


"Iya nanti aku ada di sini kamu kuat ya"ucapkan memberi kekuatan kepada Nadia


"kak janji ya sama aku jaga Bibi Sinta buat aku dan kakak maunya menikah dengan suamiku demi aku gak mungkin ini adalah permintaan terakhir ku sama kakak aku mohon kak aku mohon"ucapnya memohon kepada aku lalu dia bergantian menatap Rifki suaminya.


"kamu mau ya menikah sama Eliza aku yakin kak ada wanita terbaik Aku yakin dia pasti bakal ngejaga cinta dengan baik"ucapnya kepada suami Nadia.

__ADS_1


aku sama suami dia saling pandang kami bingung harus menjawab apa hingga suaminya dia menganggukkan kepala yang artinya dia setuju atas permintaan dia.


"baiklah Nadia aku kan turuti permintaan kamu tapi kamu harus sembuh ya"ucap suaminya dia kepadanya dia memberikan kekuatan.


"Aku mau kalian lakukan mereka disini aku mau melihat kalian menikah sebelum aku lepaskan nafas terakhirku"ucapnya terengah-engah seperti menahan sesuatu dia ingin pergi namun ia masih punya beban yang sangat berat dia takut Bibi Sinta akan mempunyai pulsamu yang tidak menyayangi Bibi Sinta.


para keluarga sudah mempersiapkan itu semua sekarang aku duduk aku mengenakan baju pengantin dan aku sudah di rias sedangkan Rifqi dia sudah mengenakan kemeja dan juga jas hitamnya kami berdua duduk di depan penghulu disaksikan oleh Nadia dan anggota keluarga semua Rifki begitu lancar lantang mengucapkan ijab qobul dan aku sekarang sudah menjadi istrinya Rifky.


aku tak pernah menyangka bermimpi atau apapun itu Aku tidak pernah menyangka di usiaku yang baru 22 tahun aku menikah menurut kau itu masih terlalu muda aku masih belum percaya diri aku masih belum menerima semua ini tapi inilah mungkin takdir Jalan takdir lebih menyakitkan manusia boleh berencana sebesar apapun rencananya tapi kita harus kembali lagi kalau yang menentukan hidup itu adalah Allah dan takdir kita tidak ada yang bisa merubahnya karena itu sudah digariskan oleh yang di atas.


sekuat apapun aku menolak sebesar apapun aku membantah dan menentang kalau takdir sudah berkata itu maka tidak akan bisa dibantah dan itulah takdirku menikah dengan suami dari adikku sendiri dan setelah mengucapkan ijab qobul itu nah dia menutup matanya untuk terakhir kalinya.


Iya tidak pernah sadar lagi aku tidak tahu aku harus bahagia atau aku harus sedih aku bahagia karena kau sudah menikah tapi menikah bukan keinginanku Aku sedih karena dia Nadia pergi untuk selama-lamanya dan aku punya tanggung jawab besar untuk menjaga baby Sinta yaitu anaknya Nia dan Rifky Aku punya tanggung jawab besar aku punya kepercayaan dari Nadia aku punya amanah yang begitu besar untuk menjaga baby Sinta.


aku tak tahu kehidupanku selesai ini akan gimana semua orang menangis histeris saat Nadia memejamkan matanya untuk terakhir kalinya aku hanya diam mematung tak tahu harus apa yang aku lakukan aku hanya bisa diam tidak melakukan apapun semua orang sudah bergerak untuk membangunkannya dia yang hanya bisa diam mematung aku ke aku tidak bisa melakukan gerak apapun hingga Mama rangkul aku dia menangis di dekapan ku aku tak tahu aku masih diam mematung.


di hari berlalu setelah pemakaman Nadia aku menjalankan wanita seperti biasa tapi aku menambah rutinitasku yaitu dengan mengurus suami dan juga putriku kami menjadi rumah tangga layaknya pasangan suami istri biasa namun kami belum melakukan itu karena kami sudah berjanji dan kami sudah bicarakan itu kami bahkan melakukan ini setelah kami sama-sama mencintai saling mencintai saling menyayangi saling mengerti dan sudah berada dititik kami belum saling percaya


aku tak tahu hatiku seakan beku dan kaku hatiku seakan tidak ingin menerima kehadiran orang lain dalam hidup aku aku salah rasa dipermainkan tapi mereka semua berusaha untuk aku bicara tapi aku tak bisa bicara apa-apa aku hanya diam dan kaku.


mungkin aku syok atau trauma atau apa tapi aku nggak tahu kalau dalam bahasa tubuhku aku usahakan marah tapi aku tak tahu marah sama siapa atau aku marah sama keluarga yang sudah memaksaku dan mempersiapkan semuanya aku marah sama mayat yang sudah mati itu nah dia tidak aku tidak marah sama dia atau aku hanya marah sama diri aku sendiri entahlah aku tak tahu tapi yang jelas aku sangat-sangat bingung Ada apa dengan diriku aku tak bisa bicara kepergian Nadia membuka meninggalkan bekas yang sangat menyakitkan untuk Aku bahkan para sahabatku bergantian datang untuk menghiburku namun aku tak pernah menanggapi mereka.


menurutku mereka hanya sebagai angin lewat dan tak terasa sama sekali.


aku sekarang udah menjaga baby cinta dia begitu loh lucu dan menggemaskan aku bicara kepada Bibi Sinta aku merawatnya aku menyayanginya.


Dewi Sinta sudah tidur aku kembali ke kamarku untuk menyiapkan keperluan untuk suamiku yang sekarang aku melihatnya sedang berkutat dengan laptop rasanya aku mengingat dulu aku yang sendiri sibuk dengan laptop dan buku-buku tapi sekarang apa kesibukanku hanya berkutat dengan bayi dan juga dapur dan mengurus rumah.


tak terasa air mataku jatuh saat melihatnya sedang berkutat dengan laptop sehingga dia menoleh ke arahku dan dia seperti yang melihat aku menangis ia menghampiriku aku sudah lemas aku terduduk dan bersimpuh lutut aku menangis yang tertawa menangis siapa mungkin aku menangisi keadaan atau apalah itu aku tahu.


"el are you oke ?"tanya kepada aku memeluk ia sudah berada di hadapanku dia menatapku lekat seperti dia merasa bersalah.


aku sama sekali tak ingin menjawabnya aku hanya menunduk aku menangis mengeluarkan air mataku dia terus mengusap pundaku aku menenangkan aku.

__ADS_1


"aku minta maaf karena dia minta kamu menikah denganku kamu harus terbebani seperti ini aku tahu kamu sok berat tapi aku mohon kembalilah seperti Eliza seperti yang dulu ya Liza yang keras bukannya dia yang sekarang bahkan kalau tidak mau berbicara dengan siapapun selain dengan baby Sinta kumohon kembalilah seperti yang dulu aku sudah melakukan berbagai macam cara agar kau bisa kembali sepertinya Lisa yang dulu nama semuanya nih yang sekarang aku mulai baik-baik sama kau supaya kau mau maafkan aku juga nak dia"ucapnya juga ikut menangis dia menangis sambil memelukku mungkin dia hancur lebih ancur daripada aku tapi tak tahu rasanya seperti aku orang yang paling dirugikan di sini tapi entahlah aku berharap ini memang takdir Tuhan.


sebenarnya aku tidak marah sama dia Aku tidak marah sama keluarga aku juga tidak marah sama Nadia atau Aku tidak marah juga sama bibi Sinta atau orang-orang sama aku tidak marah sama mereka aku hanya marah sama diri aku sendiri aku cuman kesal sama diriku sendiri aku tak tahu kenapa rasanya penyesalan itu semakin ada yang semakin merasa bersalah.


dia memohon kepadaku untuk kembali seperti Elisa yang dulu yang tegas ada yang keras ada yang jutek yang disayang tak pernah mau dibantah Eliza yang punya prinsip bukan Yang sekarang saya tidak pernah mau bicara dengan siapapun saya tidak pernah menghiraukan keadaan sekitar dia cuma nanya peduli sama baby Sinta dia memang mengurus suaminya tapi dia tidak bisa bicara dengan suaminya tak tahu dengan apa yang terjadi dengan Eliza tapi sayang sekarang berbeda dengan yang disayang dulu bahkan seringkali keluarga mengajak untuk bicara tapi aku sama sekali tidak menggubrisnya hatiku seakan saat mereka mengatakan hal-hal yang aku itu semua hanya sebuah penderitaan.


aku hanya malas mendengarkan mereka semua.


ini suara aku berada di orang marah diam tanpa peduli dengan apapun lagi.


hingga sudah 1 tahun aku baru sadar bahwa yang aku alamin ini semua adalah takdir ini adalah takdir yang sudah digariskan Tuhan untuk aku juga keluargaku aku menerima dengan lapang aku menerima dengan ikhlas mungkin dengan kepergian Nadia akan ada kebahagiaan Nadia menginginkan aku dan keluarga bahagia tanpa merasa api kepergian dia aku sadar sekarang kalau aku aku mungkin ditakdirkan untuk menikah dengan suami dari adikku sendiri yang tak lain adalah adik iparku sendiri dan aku ditugaskan dan diberi amanah untuk menjaga Bibi Sinta yaitu bayi dari Nadia.


mungkin garis Tuhan kepadaku memang seperti itu dan garis Tuhan untuknya dia juga seperti itu mungkin hadiah sekarang sudah bahagia disana dan sudah tersenyum dan aku yang sekarang akan mulai tersenyum seperti keinginan Nadia menjaga putri dan juga suaminya aku sudah menerima semuanya semua akan berjalan dengan seiringnya waktu mulai mulai menata hati.


karena sejatinya apa yang mau kita lakukan Kan berasal dari kemauan diri kita sendiri kalau diri kita ingin berubah Kita juga harus percaya diri kalau kita bisa.


dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan menjaga baby Shinta seperti aku mencintai diriku sendiri aku akan menjaganya aku akan menyayanginya sepenuh hati yang seperti apa yang aku janjikan kepada Nadia dulu.


Nadia sudah tenang di sana sekarang mulailah aku untuk menata diri aku sendiri dan mulai menata hatiku mulai memaafkan keadaan dan menerima semuanya dengan lapang dada mungkin inilah takdir Tuhan yang telah digariskan untukku Aku hanya menerima dengan pasrah dan lapang dada.


semoga cerita ini bisa membuat kalian semua terinspirasi manusia hanya bisa berencana karena Tuhanlah yang menentukan,mau kita merencanakan sebesar apapun dan setinggi apapun kalau memang Tuhan berkehendak lain maka itu akan terjadi seperti yang dialami Alyssa cerita barusan.


auto minta maaf sama kalian mungkin dalam penulisannya automasi dalam tahap belajar ya jadi masih banyak yang kurang dan penempatan tulisannya juga mungkin belum rapi jadi mohon dimengerti dan mohon untuk memberi saran supaya autor bisa membuat cerita yang lain itu bisa lebih bagus.


?sekian sih cerita otot-otot nggak pernah bikin cerita panjang-panjang kok karena itu bakalan an-naba bikin cerita singkat jadi aku nggak bakal bikin cerita panjang-panjang kayak minimal outdoor bakal bikin cerita panjang minimal 59 episode itu paling banyak tapi untuk di cerita awal-awal ini autor sih maunya mau bikin kaya kan yang pertama itu cerita autor yang pertama itu sampai 21 BAB atau itu ceritanya kalau nggak salah itu cuman 18 bab nah kalau untuk cerita ini autor mau bikin kayak cuma 10 bab aja ah biar dia bikin cerita yang panjang-panjang cuman bikin kalian cerita yang pendek atau juga nggak masukin cerita ini ke kontak ini cuman buat hiburan atur aja supaya nggak boring juga di rumah nggak gabut selama lagi liburan semester ini jadi minta maaf ya.


kalau emang kalian suka ya di like kalau emang nggak suka ya ya lewat aja ceritanya nggak usah dibaca itu nggak mau lho kok. kalian boleh berkomentar kalian boleh berekspektasi sesuai keinginan kalian tapi aktor mohon kalian harus bisa untuk mencari sesuatu hal yang benar kalian itu dapat kalian ambil pelajaran ialah misalnya gitu.


sekian dari auto dan terima kasih untuk yang udah baca other usahain deh buat cerita lagi yang mungkin lebih Yang lebih dari bab ini.


dan cerita ini autor nyatakan sudah selesai dan ditunggu lagi yah cerita selanjutnya bye-bye para raider kau semua yang kece-kece badai and membahana


si Yudi jadi tau terlarutnya makasih makasih makasih makasih banget. 💋

__ADS_1


__ADS_2