
" Oma mau berangkat jam berapa ? " tanya Eliza pada sang Oma pada saat makan malam.
" jam sembilan pesawat udah lending " jawab sang Oma
Eliza hanya mengangguk.
" kamu serius gak mau liat Ade kamu lahiran ?"
" aku masih ada kontrak kerja sebulan lagi ,kaya nya aku mau nyelesaikan dulu kontraknya ,baru deh nanti aku ke Indonesia"
" Oma gak tau sampe kapan di sana ,jadi kamu jaga diri baik baik ya selama Oma gak ada " pesan sang Oma .
" tenang aja aku kan sekarang udah gede ,jadi aku pasti bisa jaga diri "
" oke kalo gitu "
" oma udah beli kado buat ponakan aku ?"
" udah ,sama titipan kamu juga tadi udah di siapin sama si mba "
" sampe in permintaan maaf aku karena gak bisa Dateng ,dan salam rindu aku buat mamah sama papah ."
" iya "
" aku udah selesai,aku kembali ke kamar ya ,mau nyelesaikan kerjaan aku " pamit Eliza .
" oke ,Oma juga mau istirahat"
****
oma ratu telah sampe di Indonesia.
oma berjalan menelusuri koridor ruang sakit bersama mba sari .
" gimana kondisi Nadia ?" tanya Oma .
" mamah ?" panggil mamah Mia
oma hanya menanggapi dengan senyuman
" kondisi Nadia masih kritis dari sejak dia melahirkan belum sadarkan diri juga " jawab papah .
" cucu buyut ku dimana ?"
" ada masih di ruang inkubator"
" saya mau melihat nya "
oma menuju ruang inkubator di antar oleh mamah Mia dan papah .
__ADS_1
di sana terlihat Rifki yang sedang menggendong anak nya .
" dia suami Nadia " pernyataan mamah .
oma lalu menghampiri Rifki .
" cucu menantu Oma yang sabar ya " ucap Oma lalu menepuk pundak Rifki .
papah yang melihat menantu nya bingung pun menjelaskan bahwa ini adalah ibu dari mamah mertua nya .
" dia ibu mertua papah , ibunya mamah Mia "
Rifki tersenyum .
" maaf saya tak tahu karena waktu itu Oma tidak datang ke acara pernikahan saya "
" iya saya ngerti ,waktu itu saya sedang kurang enak badan " selamat atas pernikahan nya dan Oma yakin cucu Oma pasti akan kembali ke sedia kala "
" makasih,semua orang pasti berharap itu " jawab Rifki sambil tersenyum.
" boleh Oma menggendongnya ?" tanya sang Oma .
" tentu " ucap Rifki sambil memberikan putri cantik nya yang sedang dia gendong ke gendong sang Oma .
" cantik nya cucu buyut ku ,nama nya siapa?"
" nama nya Sinta Maharani Husain" jawab Rifki .
saat sedang mengobrol tiba tiba ada seorang suster yang memberi tau bahwa Nadia sudah sadar .
" maaf ibu bapak , pasien atas nama ibu Nadia maharani sudah sadar "
" baik sus ," jawab mereka serempak .
mereka semua berjalan untuk menuju ke ruangan di mana Nadia di rawat .
" sayang kamu udah sadar " Rifki begitu antusias
" aku baik baik aja ,dimana bayi kita ?"
" ada dia sehat ,aku bawa dia kesini ya ?"
Nadia mengangguk.
" mamah ? papah? oma ?" panggil Nadia .
" iya sayang , kami di sini semua nya nunggu kamu "
" kak Eliza pulang ?"
__ADS_1
" enggak dia masih ada urusan pekerjaan "
" ouh,sibuk atau dia masih kesel sama aku ? " lirih nya
" enggak dia bener bener sibuk ,bahkan dia baru sadar koma "
" koma ? " tanya mereka serempak .
" kamu tau kan gimana ambisius nya Eliza Bahkan dia sampe gak perduli sama kesehatan nya sendiri kalo dia punya keinginan?"
mereka semua mengangguk.
" gitu lah karena terlalu menyiapkan bakal skripsi dan jadwal kerja nya ,tubuh. nya sampe drop ,dan kemarin baru sadar aja udah nanyain kerjaan " Oma menghela napas .
" dia masih gak berubah " lirih mamah .
" itulah anak kamu ,sampe lupa nyari pasangan"
" kak El belum punya kekasih ?" tanya Nadia .
oma menggeleng.
Rifki datang bersama putri nya .dan menghentikan obrolan mereka
" sayang ini bayi kita " antusias Rifki .
" aku mau gendong mas " lirih Nadia .
Rifki pun memberikan putri nya .
" anak mamah cantik banget sih " ucap Nadia sambil mengecup dahi putri nya .
" mirip banget kamu mas " lirih Nadia sambil tersenyum.
" kan anak aku " jawab nya.
" iya ya "
" janji sama aku ,kamu BAKALAN jaga anak kita kalo aku gak ada "
" kamu ngomong apa sih ? kita bakalan ngebesarin Anak kita sama sama "
" iya tapi aku bicara seandainya"
" aku gak suka kamu ngomong kaya gitu ,kamu ngomong kaya gitu , seolah olah kamu mau ninggalin aku sama anak kita "
" maaf " lirih Nadia
" iya tapi gak boleh kaya gitu lagi ,ucap nya sambil mengelus rambut Nadia .
__ADS_1
Nadia hanya mengaguk.
kelurga yang menyaksikan itu hanya tersenyum melihat betapa bahagianya Nadia bila ada di samping anak dan suami nya .