TERPAKSA Menikahi SUAMI Adikku

TERPAKSA Menikahi SUAMI Adikku
Nadia sadar


__ADS_3

" Oma mau berangkat jam berapa ? " tanya Eliza pada sang Oma pada saat makan malam.


" jam sembilan pesawat udah lending " jawab sang Oma


Eliza hanya mengangguk.


" kamu serius gak mau liat Ade kamu lahiran ?"


" aku masih ada kontrak kerja sebulan lagi ,kaya nya aku mau nyelesaikan dulu kontraknya ,baru deh nanti aku ke Indonesia"


" Oma gak tau sampe kapan di sana ,jadi kamu jaga diri baik baik ya selama Oma gak ada " pesan sang Oma .


" tenang aja aku kan sekarang udah gede ,jadi aku pasti bisa jaga diri "


" oke kalo gitu "


" oma udah beli kado buat ponakan aku ?"


" udah ,sama titipan kamu juga tadi udah di siapin sama si mba "


" sampe in permintaan maaf aku karena gak bisa Dateng ,dan salam rindu aku buat mamah sama papah ."


" iya "


" aku udah selesai,aku kembali ke kamar ya ,mau nyelesaikan kerjaan aku " pamit Eliza .


" oke ,Oma juga mau istirahat"


****


oma ratu telah sampe di Indonesia.


oma berjalan menelusuri koridor ruang sakit bersama mba sari .


" gimana kondisi Nadia ?" tanya Oma .


" mamah ?" panggil mamah Mia


oma hanya menanggapi dengan senyuman


" kondisi Nadia masih kritis dari sejak dia melahirkan belum sadarkan diri juga " jawab papah .


" cucu buyut ku dimana ?"


" ada masih di ruang inkubator"


" saya mau melihat nya "


oma menuju ruang inkubator di antar oleh mamah Mia dan papah .

__ADS_1


di sana terlihat Rifki yang sedang menggendong anak nya .


" dia suami Nadia " pernyataan mamah .


oma lalu menghampiri Rifki .


" cucu menantu Oma yang sabar ya " ucap Oma lalu menepuk pundak Rifki .


papah yang melihat menantu nya bingung pun menjelaskan bahwa ini adalah ibu dari mamah mertua nya .


" dia ibu mertua papah , ibunya mamah Mia "


Rifki tersenyum .


" maaf saya tak tahu karena waktu itu Oma tidak datang ke acara pernikahan saya "


" iya saya ngerti ,waktu itu saya sedang kurang enak badan " selamat atas pernikahan nya dan Oma yakin cucu Oma pasti akan kembali ke sedia kala "


" makasih,semua orang pasti berharap itu " jawab Rifki sambil tersenyum.


" boleh Oma menggendongnya ?" tanya sang Oma .


" tentu " ucap Rifki sambil memberikan putri cantik nya yang sedang dia gendong ke gendong sang Oma .


" cantik nya cucu buyut ku ,nama nya siapa?"


" nama nya Sinta Maharani Husain" jawab Rifki .


saat sedang mengobrol tiba tiba ada seorang suster yang memberi tau bahwa Nadia sudah sadar .


" maaf ibu bapak , pasien atas nama ibu Nadia maharani sudah sadar "


" baik sus ," jawab mereka serempak .


mereka semua berjalan untuk menuju ke ruangan di mana Nadia di rawat .


" sayang kamu udah sadar " Rifki begitu antusias


" aku baik baik aja ,dimana bayi kita ?"


" ada dia sehat ,aku bawa dia kesini ya ?"


Nadia mengangguk.


" mamah ? papah? oma ?" panggil Nadia .


" iya sayang , kami di sini semua nya nunggu kamu "


" kak Eliza pulang ?"

__ADS_1


" enggak dia masih ada urusan pekerjaan "


" ouh,sibuk atau dia masih kesel sama aku ? " lirih nya


" enggak dia bener bener sibuk ,bahkan dia baru sadar koma "


" koma ? " tanya mereka serempak .


" kamu tau kan gimana ambisius nya Eliza Bahkan dia sampe gak perduli sama kesehatan nya sendiri kalo dia punya keinginan?"


mereka semua mengangguk.


" gitu lah karena terlalu menyiapkan bakal skripsi dan jadwal kerja nya ,tubuh. nya sampe drop ,dan kemarin baru sadar aja udah nanyain kerjaan " Oma menghela napas .


" dia masih gak berubah " lirih mamah .


" itulah anak kamu ,sampe lupa nyari pasangan"


" kak El belum punya kekasih ?" tanya Nadia .


oma menggeleng.


Rifki datang bersama putri nya .dan menghentikan obrolan mereka


" sayang ini bayi kita " antusias Rifki .


" aku mau gendong mas " lirih Nadia .


Rifki pun memberikan putri nya .


" anak mamah cantik banget sih " ucap Nadia sambil mengecup dahi putri nya .


" mirip banget kamu mas " lirih Nadia sambil tersenyum.


" kan anak aku " jawab nya.


" iya ya "


" janji sama aku ,kamu BAKALAN jaga anak kita kalo aku gak ada "


" kamu ngomong apa sih ? kita bakalan ngebesarin Anak kita sama sama "


" iya tapi aku bicara seandainya"


" aku gak suka kamu ngomong kaya gitu ,kamu ngomong kaya gitu , seolah olah kamu mau ninggalin aku sama anak kita "


" maaf " lirih Nadia


" iya tapi gak boleh kaya gitu lagi ,ucap nya sambil mengelus rambut Nadia .

__ADS_1


Nadia hanya mengaguk.


kelurga yang menyaksikan itu hanya tersenyum melihat betapa bahagianya Nadia bila ada di samping anak dan suami nya .


__ADS_2