
Pria itu selalu menghampiri ku, hampir semasa sulit ku dia selalu berada di sisiku.
Hati ku mulai sedikit tersentuh, gumam Amira
Hari itu sedang turun hujan, aku sedang menunggu angkot menuju jalan pulang. Tiba-tiba ada yang mendekati ku dari belakang.
Kaget. Ternyata kamu Lex sambil menoleh kanan kiri di kerumunan hujan dan suara kendaraan yang melintas di jalan.
Alex adalah seorang pria misterius yang menjadi salah satu karyawan dikantor ku.
Aku sedikit khawatir, karna tidak terlalu dekat ataupun mengenal dia.
Orang kantor juga sering membicarakan dia. Bahwa banyak keanehan yang terlihat pada pria ini.
Jalanan sepi, hujan semakin deras, hari pun sudah mulai larut malam. Alex menggenggam tangan ku dan menarik ku dengan paksa ke arah mobilnya.
Aku terkejut. Ada apa ?
Sudah , gak usah takut biar aku antar pulang. Aku juga menuju arah yang sama.
Aku sedikit takut, tapi apa boleh buat aku juga sudah terlanjur berada di mobilnya.
Mir... Amira.. Bangun. Sudah sampai. Sudah didepan rumahmu.
Terasa tangan lembut membelai rambut ku dengan wajah dia yang semakin dekat menghampiriku.
Aku terkejut. Ohh iya iya, sudah sampai ya sambil replek membuka pintu mobilnya aku langsung keluar dan masuk kedalam rumah.
Aku lupa mengucapkan terima kasih, ucapku dalam hati
Mengintip dari balik jendela aku lihat mobilnya melaju begitu cepat. Ya sudahlah lain kali saja. Lagian dia membuat ku sangat takut.
Lalu aku pun mandi, dan tertidur.
Keesokan harinya, bunyi bel pintu berbunyi.
Ternyata kamu Lex, Ada apa pagi-pagi sudah kesini.
Belum baca email ya ?
sembari menatapku.
Aku kebingungan dan ku buka email ku, ternyata aku dengan Alex ditugaskan keluar kota untuk riview sebuah pekerjaan dari kantor.
Okey aku siap-siap dulu.
Silahkan duduk dan tunggu sebentar.
Aku semakin bingung. Ini sebuah kebetulan atau gimana.
Semalam pertama kalinya aku ngobrol sama dia dan sekarang malah dijadikan sebagai partner ke luar kota.
Aku pun bersiap-siap dan membawa beberapa baju, makanan, dan perlengkapan lainnya dalam koper ku karna akan butuh waktu beberapa hari diluar kota.
Dalam perjalanan, aku tak banyak bicara dengannya.
Dia sibuk menyetir dan aku mulai rilex mendengar musik yang dimainkan sambil menikmati perjalanan.
Butuh 5 jam untuk sampai menuju tujuan.
Aku merasa sudah mulai terbiasa dengan Alex. Aku tidak takut dan terlalu canggung lagi.
Selama diluar kota, kami menginap di sebuah hotel di kamar yang sama.
Karna saat itu tinggal satu kamar yang tersisa, dan kami tidak punya pilihan.
Mau gak mau aku tidur di ranjang dan Alex tidur di sofa.
Hari pertama kami mulai review pekerjaan kami.
__ADS_1
Ini seperti liburan yang berkesan. Selain mendapatkan bonus dari kantor, Alex juga terlihat mulai perhatian kepada ku.
Lima hari berlalu, liburan yang menyenangkan bukan ? Alex menatap ke arah ku.
Waktunya kita kembali sambil tersenyum.
Aku diam dan hanya membalas senyumannya.
Huh.. Akhirnya aku kembali ke kamarku ini, menjatuhkan dan membaringkan badan ku kekasur.
Dan seperti biasa aku pun berangkat ke kantor.
Dikantor kami mendapat sambutan dari atasan kami dan memberi penghargaan atas keberhasilan kami di luar kota.
Terdengar suara dan tepuk tangan meriah.
Tapi ada yang aneh.
Alex yang aku kenal sudah merasa dekat dan nyambung seakan berlagak bukan seperti Alex yang beberapa hari ini aku kenal.
Aku berpapasan dengannya, tapi dia seperti orang asing dikantor. Sedikit pun dia tidak merespon ku.
Dalam benak ku bertanya-tanya, Ada apa dengannya ?
Atau dia memang seperti itu atau aku yang mulai nyaman atau bahkan jatuh cinta kepadanya.
Tidak.. Tidak ..
Orang aneh seperti dia, aku mengelak.
Kupandangi jalanan dan duduk di halte menunggu bus lewat. Berharap Alex menghampiri ku.
Ternyata tidak.
Aku jadi seperti orang bodoh yang merasa kehilangan yang sebenarnya tak pernah aku genggam.
Hari ku yang kemaren mulai terasa berwarna kini perlahan berubah jadi kelam seperti kehilangan.
Apa yang salah ?
Apa aku bukan tipenya ?
Tapi mengapa kemaren dia seakan seperti mendekati ku.
Ahhh pikiran mulai kacau.
Seharian aku mencari kesibukan dirumah.
Memasak, mencuci, beres-beres, makan, menonton, dan menikmati hari pekan.
Hari itu sedang turun hujan.
Tiba-tiba terdengar ada yang membunyikan bel dan akupun keluar.
Alex langsung menghampiri dan memelukku dengan keadaan yang basah kuyup.
Kamu kenapa ?
Ada Apa Lex ?
Dia semakin memeluk dengan erat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Aku menyuruhnya masuk, mandi lalu mengganti bajunya.
Aku duduk sambil menonton diruang tengah, sedang Alex berada dikamar mandi.
Aku jadi semakin bingung akan dirinya.
Aku sungguh-sungguh tak mengerti.
__ADS_1
Dia cepat kali berubah.
Kadang dia seperti milik ku seorang, tapi kadang juga dia seperti bukan siapa-siapa.
Aku mengajaknya makan diruang makan.
Dia memakan makanan ku dengan lahapnya tanpa membicarakan apapun.
Yaa walaupun sebenarnya aku bingung, tapi aku sedikit lega dan merasa bahagia karna dia kembali.
Aku begitu merindukannya.
Tidak terasa sudah mulai gelap , hujanpun tak kunjung berhenti.
Tiba-tiba Alex mendekati ku, dia menarik tanganku dan membawaku ke kamar.
Aku gemetar dan berpikiran yang tidak-tidak.
Alex pun minta maaf dan menjelaskan bahwa dia takut kehilanganku juga bilang sudah jatuh cinta pada ku sejak lama.
Aku terkejut dan tersipu malu.
Sebenarnya aku juga sudah jatuh cinta padanya.
Tapi aku masih sedikit jual mahal.
Dengan suara lembutnya membuat aku terhanyut dalam buaian, dan dia pun menciumku.
Tak lama kemudian dia langsung pergi dan tak mengatakan apapun.
Dia seperti biasanya. Gampang sekali berubah.
Aku jadi dilema dan sering berburuk sangka, Apakah dia tipe yang datang saat ada maunya.
Tapi setelah hari itu, dikantor aku mulai banyak mendapat kejutan-kejutan kecil. Seperti sarapan dan bunga dimeja ku.
Secarik kertas sebuah kata-kata semangat.
Aku mengira itu pasti Alex walaupun tidak ada tanda pengirimnya.
Mungkin dia ingin sedikit menunjukkan keseriusannya terhadap ku.
Aku mulai tak tahan dengan kejutan-kejutan itu.
Bukan tidak senang. Hanya saja dia seperti mengabaikan ku tapi melakukan itu dibelakang ku.
Aneh bukan ?
Apa benar yang melakukan itu Alex ?
Atau ada orang lain ?
Semakin hari aku semakin curiga, dan aku mulai mengabaikan pemberian-pemberian itu.
Tapi masih tetap saja berlanjut meskipun selalu ku abaikan.
Hingga suatu hari aku sengaja membuang semuanya ditempat sampah.
Dan dia melihatnya.
Aku berlagak pura-pura tidak melihat dia disitu.
Dan akhirnya dia pun datang lagi ke rumah ku dan menjelaskan semuanya.
Bahwa dia takut aku menolaknya dan hanya bertepuk sebelah tangan.
Aku memeluknya.
Lex,, Aku juga mencintai mu. Ucapku dengan suara serak
__ADS_1
Dan dia sembari memeluk ku kembali.
Jangan mengabaikan aku lagi, dia pun mengangguk dan semakin memeluk ku dengan erat.