
Ditengah angin sepoi-sepoi itu ku geletakkan tubuh ku di sebuah rumah pohon di tengah-tengah sawah yang baru menghijau itu.
Dikelilingi suara kicauan burung-burung ku bawa pikiran ku dengan rileks.
Disini nyaman sekali ya , terdengar suara dari bawah.
Aku sedikit terkejut dengan suara itu dan aku menoleh ke bawah melihat siapa yang berada disana.
Boleh aku naik ke atas ? , tanya-Nya.
Belum terlihat jelas siapa yang berada disana.
Dan akhirnya pun dia menghampiri ku. Dan ternyata dia tetangga Paman ku yang sedang aku kunjungi sekarang.
Kenalin aku Bintang, tetangga Pak Hartono. Kamu pasti Amira ya ?
Soalnya Pak Hartono banyak cerita tentang mu, ungkapnya sambil tersenyum.
Iya benar. Aku Amira keponakannya pak Hartono. Balas ku
Karna hari sudah mulai sore, kami pun beranjak pulang dan diperjalanan kami berbincang-bincang.
Akhirnya sampai juga. Mau langsung pulang atau masuk dulu Tang ?
Ooh gak usah. Besok kita sambung lagi ya. Sudah sore juga aku lebih baik pulang, mandi dan juga nanti bokap kecarian lagi.
Tiba-tiba paman keluar , Eh ada Bintang. Masuk Tang.
Ngobrol di dalam aja.
Iya ni paman tadi Amira sudah ajak masuk kedalam, sambung Amira.
Lain kali aja pak, soalnya sudah sore juga. Nanti mama nyariin.
Bintang pun pamit dan pulang.
Paman pun masuk dan aku juga mengikuti nya.
Mandi dulu sana, terus nanti turun kebawah kita makan sama-sama.
Iya paman. Sambung ku sambil membuka pintu kamar.
Dan setelah aku mandi dan bersantai sebentar aku pun turun untuk makan.
Ditengah-tengah meja makan. Paman menegaskan ku untuk tidak terlalu akrab dengan Bintang.
Apalagi kata paman aku baru di kota ini.
Sedikit aneh, tapi aku tidak terlalu menghiraukan perkataan paman.
Hingga keesokan harinya Bintang menjadi lebih sering mengunjungi ku ke rumah paman.
Dia juga mengajak aku jalan-jalan sekalian mengenali wisata-wisata di kota itu.
Lumayan seru juga.
__ADS_1
tiba-tiba aku teringat dengan apa yang ditegaskan paman semalam, dalam hatiku.
Ahh ngapain juga aku ambil pusing. Hirau ku sambil bercanda dengan Bintang.
Oiya Mir, sampai kapan kamu akan berada ditempat paman mu ?. Tanya bintang
Emmm mungkin untuk beberapa bulan ini, Kenapa ?
" Kamu tidak ada niat buat lebih lama disini ? "
Gimana ya Tang, Sebenarnya pengen sih tapi disini aku juga tidak punya pekerjaan.
Dan aku pun melihat Bintang sejenak berpikir dan terdiam.
Dalam perjalanan Bintang pun memulai pembicaraan lagi.
Gimana kalau kamu bekerja di kantor ku aja Mir, Besok aku kenalin keatasan ku. menatap ku sambil tersenyum.
Memangnya bisa ?, sambungku.
Yauda besok ikut aja dulu Mir. Pagi-pagi sekitar jam 7 kita berangkat dari rumah.
Aku hanya mengangguk dengan sedikit tersenyum.
Dan keesokan harinya, Bintang pun membawa aku ke kantornya dan mengenalkan aku ke atasannya.
Aku sebenarnya tidak terlalu berharap untuk bisa diterima.
Tapi ternyata setelah sedikit banyak ngobrol-ngobrol dengan bosnya.
Dia pun gak sungkan-sungkan menawarkan untuk Aku bergabung dengan mereka.
Akhirnya aku pun diterima dan bekerja di tempat yang sama dengan Bintang.
Karena sekarang sudah satu kantor dan juga aku sekarang tetanggaan. Aku dan Bintang menjadi semakin dekat.
Suasana kantor lumayan menyenangkan juga.
Apalagi Bosnya juga sepertinya menyukai cara ku bekerja.
Hingga suatu hari Bos pun membuat seleksi untuk
karyawan-karyawannya mengikuti sebuah kontes untuk menjadi perwakilan dari perusahaan untuk ajang proyek besar.
Semua pun berlomba-lomba terutama aku dan Bintang.
Dan tak disangka, ternyata yang terpilih adalah aku.
Dan sepertinya Bintang sedikit agak kecewa. Karena aku melihat dia sangat menginginkan proyek ini.
Tapi karna perusahaan sudah mempercayakan proyek ini ke aku. Aku juga tidak bisa menolak karna sudah diseleksi juga.
Tapi sejak hari itu sikap Bintang menjadi agak berubah kepada ku.
Bahkan dia menjelek-jelakkan ku dan berusaha untuk mengeluarkan aku dari sana.
__ADS_1
Aku juga pastinya menjadi sedikit tidak enak hati kepada nya. Karna kalau bukan karena dia, Aku juga gak bakal kerja disini.
Dia yang kemaren merangkul ku, kini dia juga yang perlahan mendorong ku.
Aku pun berusaha bicara kepada Bintang dan tidak bermaksud untuk membuat dia menjadi seperti itu. Tapi tak pernah berhasil.
Karena setiap aku menghampiri nya dia pasti menghindar dan bahkan aku ke rumahnya pun dia gak pernah mau keluar.
Dan semakin hari aku pun semakin tidak nyaman berada diperusahaan itu. Dan seharusnya mungkin aku memang harus mengalah dan keluar dari perusahaan ini.
Dan aku pun memutuskan mengajukan risen ke HRD.
Dengan harapan Bintang tidak akan merasa tersaingi dengan keberadaan ku disana.
Selain memutuskan untuk berhenti bekerja disana aku juga pamit ke paman untuk segera kembali ke perantauan.
Kenapa tiba-tiba begini, tanya paman dengan sedikit penasaran.
Aku gak menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi. Agar paman juga gak kepikiran atau yang lainnya.
Begini, tempat kerja lama ku ingin merekrut aku kembali. Dan kemaren pihak perusahaan itu menelfon ku. Dan lagi Amira juga lebih nyaman disana. Ungkap ku meyakinkan
Dan tanpa banyak pertanyaan paman pun memaklumi dan memberi aku izin untuk kembali ke Bali.
Dan aku pun segera bergegas.
Tak lupa aku meninggalkan pesan singkat untuk Bintang sekaligus meminta maaf kepadanya tapi tak ada jawaban.
Sesampai di Bali akupun mulai memikirkan apa selanjutnya yang akan aku lakukan.
Aku melamar kemana-mana pun tak kunjung ada panggilan.
Hingga aku memutuskan untuk melanjutkan untuk menjadi penulis lagi.
Aku memulai membuka blog ku lagi.
Tak semudah itu untuk kembali, karena sudah terlalu lama aku meninggalkannya dan para penggemar tulisan ku pun sudah tidak sebanyak dulu.
Perlahan aku coba menulis lagi dan membagikan berbagai cerita-cerita juga motivasi-motivasi.
Tapi itu tidak berhasil.
Hingga aku sedikit stress dan frustasi apalagi Bintang juga masih saja meneror ku dan menyebarkan informasi yang tidak seharusnya sehingga membuat semua hal yang aku lakukan menjadi gagal.
Aku abaikan saja dan mungkin dia memang tipe seperti itu. Dan tiba-tiba aku mengingat apa yang pernah paman bilang mengenai dia.
Dan sekarang aku mengerti.
Dan suatu hari terdengar suara teriakan dari sebelah kamar ku.
Ku lihat dan ternyata gak asing . Ada Bintang disana.
Aku berpikir, Apa dia mengikuti ku ?
Atau selama ini dia memang sengaja mendekati ku untuk menjatuhkan ku ?
__ADS_1
Dan kebenaran pun terbongkar ternyata dia memang ingin membalas dendam kepadaku atas sakit hatinya yang dulu ditinggalkan mantan suami ku untuk menikahi ku.
Sungguh tidak diduga ternyata dunia sesempit ini.