
Dia yang pernah merangkul ku, dia juga yang mendorong ku. ungkap Amira
Yang kuanggap penolong ternyata yang paling menginginkan aku jatuh.
Terdengar sangat tidak asing, tenyata beberapa hal yang menimpa Amira sedikit membuatnya agak troma..
Sulit untuk ku memberikan kepercayaan kepada orang lagi.
Apalagi akhir-akhir ini semua yang terlihat manis ternyata adalah sebuah kepahitan yang sesungguhnya.
Pindah dari kota ke kota sudah ku lalui ternyata dunia telah berubah.
Sulit dipahami juga sulit dimengerti.
Pada sore itu Amira tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang tak layak adalah mantan bosnya.
Maaf, imbuhnya sambil melanjutkan perjalanan nya
Tetapi bukan sebatas itu saja, ternyata Andra mengejar ku dari belakang.
Dia menghampiri ku, Amira bukan ?
Dan aku menoleh sambil tersenyum, Oohh ternyata sibos.. Apa kabar ?
Sedang apa disini ?
Tanpa menjawab pertanyaan ku Andra langsung menawarkan secangkir kopi di cafe seberang.
Sebenarnya aku sedang ada pekerjaan disekitar sini, dan gak sengaja aku melihat mu.
Dan aku menghampiri mu karena memang ada yang ingin aku sampaikan juga. Menatap ku dengan ragu-ragu.
"Maaf mau minum apa ? , salah satu pelayan menghampiri kami
" Aku mesan hot capuccino satu, kamu apa Mir ?
" Oo iya, samain aja sama mas nya ya mbak.. menatap pelayan
" Okey mbak , mas, ada yang lain ?
" Udah itu aja mbak
Pelayan itu pergi menyiapkan pesanan kami.
Oiya bos tadi katanya ada yang mau disampaikan kepada saya apa ya ? , imbuhku
Panggil Andra aja biar enak.. Kan kita lagi diluar kantor dan lagian aku sudah bukan bos mu lagi. sambil tersenyum
Begini Mir, Aku masih sedikit penasaran mengenai kamu yang tiba-tiba berhenti dari perusahaan padahal itu kan pas masa-masanya kamu naik daun.
Cuman ingin nyari pengalaman diluar aja si Ra, Soalnya aku tipe orang yang pengen nyoba nyari situasi-situasi yang lebih menantang aja gitu, lanjut ku.
Andra terlihat bengung dan mengangguk seakan dia kurang puas dengan jawaban ku.
Sepertinya aku bakal beberapa bulan disini, kamu ada waktu gak nanti lain kali kita jalan-jalan atau ngobrol-ngobrol santai lagi, tanya Andra penuh harap
*Emmmm.. Boleh-boleh saja. Aku juga belakangan ini banyak waktu kosong. Berkabar aja.
Bagus deh... Kalau gitu kita berpisah disini aja ya, soalnya ini bentar lagi udah ada meeting sama klien*. Pamit dan meninggalkan ku di cafe itu.
Dan aku pun melanjutkan perjalanan ku, sebelum pulang aku mampir sebentar di supermarket terdekat untuk membeli beberapa keperluan.
__ADS_1
Didunia ini tak ada yang bisa kita duga.
Entah bagaimana perjalanan ataupun kisah kita dimulai.
Sepertinya aku mulai tertarik dengan Andra.
Sebenarnya itu salah.
Karena dia sudah punya istri dan aku juga sudah punya suami. Biarpun kami sudah tidak tinggal serumah.
Tapi tetap aja surat perceraian kami belum keluar dari pengadilan.
Suami ku juga tidak pernah lagi mencari atau menghubungi ku. Aku agak kesepian dan dengan adanya Andra aku merasa nyaman dan dunia ku terasa lebih berwarna.
Setelah beberapa bulan disini, Andra pun sudah seharusnya kembali karena pekerjaannya sudah selesai.
Ternyata tidak. Andra menunda kepulangannya.
Hingga suatu hari Andra mengajak aku liburan dan menginap disebuah hotel.
Dia memperlakukan aku selayaknya aku wanita yang paling bahagia didunia.
Seakan Andra terlihat sempurna di mata ku.
Dan aku lupa bahwa hubungan kami ini tidak benar.
Andra juga sepertinya juga tertarik pada ku.
Mir,, sambil menatap dan memegang tangan ku.
Apa aku salah telah mencintai mu ?
Kamu mau gak menikah dengan ku ?
Aku kaget dengan sedikit tegang aku melepaskan tangan ku dan meninggalkan kamar hotel itu.
Aku memang tertarik sama dia, tapi ini salah.
Andra pun beberapa kali menghubungi dan menelfon ku.. Dan akupun gak mengangkat.
Aku memikirkan anak-anaknya.
Ternyata aku tidak tega.
Aku pun pulang dan gak kembali ke hotel itu lagi.
Dan sepertinya Andra pun sudah kembali dan meninggalkan kota ini.
Sejenak aku terhanyut karena kesepian ku. Dan ternyata aku tidak bisa berbuat curang dibelakang suami ataupun istrinya.
Kupilih untuk melanjutkan hidup ku dengan baik.
Walau banyak kecurangan yang mencoba mempengaruhi ku.
Ku coba menyibukkan diri dan melakukan berbagai riset mengenai peluang bisnis.
Dan juga semua kontak mengenai Andra pun sudah ku blokir. Ku anggap itu sebuah kekhilafan dan pelajaran.
Aku pikir semua sudah berhenti disana. Ternyata tidak.
Istrinya bos ku ternyata mencari ku .
__ADS_1
Dia menghampiri ku kerumah ku.
Katanya suaminya tidak lagi pernah pulang kerumahnya.
Dan akupun bingung, kemana dia ?
Maaf Bu, saya mantan karyawannya. Dan saya juga tidak tau tentang keberadaan suami Ibu.
Dia seperti mencurigai ku, Aku dengar terakhir kali dia bertemu dengan mu disini.
Iya Bu, 3 bulan yang lalu dia memang menemui ku saat dia ada proyek disekitar sini. Dan kami tidak sengaja berpapasan dengan suami Ibu. Aku meyakinkan nya.
Aku sudah memeriksa ke kantornya, dia tidak pernah ditugaskan kesini. Dan saya pikir dia sengaja menemui anda
Sekali lagi saya minta maaf Bu, saya tidak mengerti apapun.
Dia pun pergi dan meninggalkan rumah ku.
Aku pun penasaran, kemana dia ?
Aku pikir setelah aku memutuskan hubungan dengan dia, dia kembali ke istrinya ternyata tidak.
Aku menjadi merasa bersalah.
Aku ingin mencarinya, tapi aku juga takut kejadian yang terakhir kali terjadi lagi.
Hingga aku putuskan untuk menghiraukan dan tidak ikut campur.
Ku coba untuk membuka semua kontak dia yang pernah aku blokir.
Dan banyak pesan yang masuk.
Ternyata dia masih di Bali dan gak pernah lagi menemui anak dan istrinya karena dia merasa malu pada dirinya sendiri.
Disalah satu pesan teks nya " Mir, Jika aku tidak bisa kembali kepada mu, Aku pun tidak akan kembali ke istri ku "
Dunia benar-benar telah berubah, dia mengorbankan anak istrinya hanya karena hawa nafsu sesaat.
Aku sungguh sulit percaya semua bakal menjadi kacau seperti ini.
Tapi setidaknya aku tidak bertahan pada hubungan yang salah itu.
Dan mungkin istrinya juga lebih baik kehilangan suami yang gak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Dan mudah-mudahan dia bakal menemukan kebahagiaannya sendiri.
Aku menyadari aku memang tidak sepenuhnya benar dan aku juga tidak salah.
Karna aku tidak pernah benar-benar merusak hubungan orang lain.
Andra itu bodoh, benar-benar bodoh, ucapku dalam hati.
Tidak selesai disitu seperti nya istrinya masih mencurigai ku, aku melihat beberapa orang mengawasi rumah ku.
Dan itu terjadi sehari setelah dia meninggalkan rumah ku.
Yaa bagus sih menurut ku.
Biar dia juga tau kalo aku memang tidak lagi berhubungan dengan suaminya.
Aku pun seolah-olah berlagak tidak diawasi dan menjalankan kehidupan ku seperti biasanya.
__ADS_1