The Angel

The Angel
12. Pernikahan


__ADS_3

Suara alunan lagu jawa terdengar disebuah rumah sederhana yang tengah mengadakan resepsi pernikahan ala adat daerah tersebut.


Key tidak pernah berfikir untuk menikah muda. Impiannya sangatlah sederhana, ia ingin mengenyam pendidikan setinggi mungkin, bekerja sesuai keinginannya dan menghasilkan uang untuk membangunkan rumah bagi kedua orang tuanya. Itulah alasan ia ingin sekolah kembali setelah 2 tahun ia berhenti karena kendala ekonomi. Ia sudah merasakan kerasnya bekerja sebagai ART. Walaupun saat itu ia mendapatkan majikan yang menyanyanginya, tapi ia tidak ingin bekerja seperti itu seterusnya. Ia berkeinginan merubah nasib keluarganya dan keturunannya kelak. Tapi semua impian itu sirna saat ia kehilangan keperawanannya dan dinyatakan mengandung janin pria yang telah menghancurkannya. Walaupun ia pria kaya belum tentu dapat menjamin kebahagiaannya.


Kini Key tengah berdiri berdampingan dengan pria penghancur hidupnya atau suami sahnya sejak beberapa jam yang lalu. Mereka kini tengah melakukan sesi foto bersama kerabat setelah menyelesaikan susunan acara demi acara sesuai adat dan tradisi.


Key merasa sangat malu didepan teman-teman sekolahnya semasa di desa, ia bisa melihat tatapan heran, iba, dan entahlah. Tapi ia cukup beruntung bahwa teman sekolahnya di Desa lebih baik daripada di Kota tempat ia mengenyam pendidikan selama beberapa bulan lalu.


...***...


...


...

__ADS_1


"huh" kuhempaskan tubuhku keranjang kecil tempatku tidur dulu. Aku sangatlah letih setelah hampir seharian melakukan rangkaian acara pernikahanku dan sibajingan Rey.


"ck" decakku kala melihat sosok yang baru saja menutup pintu kamar yang aku tempati.


"bangunlah dan mandilah" suruhnya.


"nanti" jawabku malas dan jutru merubah tidurku menjadi menghadap samping Membelakangi dirinya.


"menungguku?" aku menautkan kedua alisku bingung.


"mandi bersama, mungkin" aku segera mengalihkan pandanganku menatapnya tajam, tapi sepertinya tak berefek apapun padanya. Aku membangunkan tubuhku menjadi duduk masih menatapnya.


"jangan harap!" aku memutuskan untuk mandi daripada berada satu ruang dengan pria yang memiliki tingkat kemesuman diluar batas.

__ADS_1


Walaupun aku gadis desa tapi bukan berarti aku gadis ups ralat, bukan berarti aku wanita polos yang tidak tahu kelakuan lelaki macam Rey Geovano yang sayangnya kini telah sah menjadi suamiku.


...***


...


Wanitaku sangatlah unik, sepertinya aku mulai tertarik. Bagaimana saat wajahnya yang kuning langsat, bersemu merah karena kesal, tapi aku justru menyukainya. Nyonya Geovano sekarang itu namamu, nama yang akan dikenal dan dikenang sepanjang hidupmu.


Entah apa yang aku rasakan, rasanya jantungku mulai bermasalah sejak melihatnya dan diperparah setelah mengenal dirinya. Jantung ini selalu berdetak setiap kali aku memikirkan, melihat ataupun berdekatan dengannya, tapi entah mengapa aku menyukai hal itu. Ini pertama kalinya aku merasakan perasaan yang entah apa itu namanya. Apakah mungkin cinta?


Itu tidak mungkin, kami baru bertemu bahkan belum genap 2 bulan, dan aku tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Entahlah! Terserah itu apa, yang terpenting aku menikmatinya.


Aku lebih memilih untuk merebahkan tubuhku dikasur tempat keysha tadi tidur daripada harus memikirkan jenis perasaan apa yang kini tengah kurasakan terhadap istri kecilku itu. Aku berjengit kaget kala merasakan sakit pada punggungku setelah jatuh keatas kasur yang tidak ada apa-apanya dibanding kasur milikku, bahkan aku baru menyadari kalau ranjang ini ukurannya sangatlah kecil. Aku membayangkan bagaimana bisa wanita itu tinggal ditempat seperti ini yang bahkan luas rumah ini tidak sampai luas kamarku.

__ADS_1


"Aku harus bertahan, hanya 2 hari Rey, dan setelah itu kamu bisa kembali kekehidupan aslimu" ucapku menyemangati diri sendiri.


__ADS_2