
"ini gaji pertamamu, semoga kamu betah kerja disini ya Keysha" ucap Bu Karin, aku mengangguk dan menyunggingkan senyum palsu untuk menutupi perasaanku yang sesungguhnya. Dia adalah Bos ditempatku bekerja. Tak terasa satu bulan telah berlalu, dan selama itu pula aku ada di Jakarta. Merantau, jauh dari keluarga demi meraih sebuah cita-cita. Hanya satu keinginanku...bisa lulus sekolah setinggi mungkin, bekerja dan membahagiakan orang tuaku.
Walaupun aku merasa kurang nyaman dengan rekan-rekan kerjaku yang sepertinya kurang atau bahkan tidak menyukaiku, aku tetap harus bisa bertahan demi bisa membayar uang sekolahku. Walaupun aku mendapatkan beasisiwa, tapi untuk buku dan Keperluan diluar kepentingan sekolah, aku harus bisa memenuhinya sendiri.
...***
...
"Key!" merasa ada yang memanggil namanya, gadis dengan kuncir kuda yang tengah berjalan sendirian keluar dari Cafe tempatnya bekerja segera menoleh dan mendapati beberapa rekan kerja yang selama ini menggangggunya tengah berjalan menghampirinya.
"iya" jawabnya sesopan mungkin, karena bagaimanapun mereka lebih tua dan merupakan senior ditempatnya bekerja.
"Lo bisa ikut kita-kita sebentar?" tanya salah satu dari mereka menunjuk Keysha kemudian dirinya dan kedua temannya.
"kemana ya ka?"
__ADS_1
"udah ikut aja, lama!" seru Clara, dia adalah orang kepercayaan Bu Karin, tapi entah kesalahan apa yang Keysha perbuat hingga gadis secantik dan pangkat yang bisa dikatakan lebih tinggi dari Keysha itu bisa ikut membenci gadis yang tidak akan sebanding dengannya tersebut.
Mungkin karena merasa terlalu lama Clara menyuruh kedua temannya Sari dan Nana untuk menarik gadis malang tersebut. Keysha hanya pasrah entah mau dibawa kemana tubuhnya, dia tidak dapat memberontak karena jikapun melakukannya dia tak akan mampu.
Mereka menyetop sebuah Taxi dan memaksa Key masuk kedalamnya dengan mendorong kasar tubuh ringkih gadis tersebut. Posisinya sekarang adalah duduk dibelakang dengan Sari dan Nana dikanan kirinya, sedangkan Clara duduk didepan samping supir.
Setelah 2 jam berada dalam Taxi yang entah mau dibawa kemana, akhirnya Taxipun berhenti didepan sebuah Club mewah. Terlihat jelas dari gerak tubuhnya kalau Keysha saat ini merasa sangat takut dan was-was terhadap sekitarnya, ini pertama kali baginya mendatangi tempat seperti itu dan bersama orang-orang yang selama ini terang-terangan membenci dirinya.
Keysha POV
"Marco, ini orangnya" ucap Mba Clara seraya menunjuku.
Aku merasa risih saat ia menatapiku, memandangku dari atas, kebawah seperti menilai.
"apakah bisa dijamin?" tanyanya entah apa maksudnya.
__ADS_1
"aku bisa jamin, dia adalah gadis yang polos menurutku." Aku mulai merasa tak nyaman dengan interaksi antara Mba Clara dengan orang itu. Aku merasa ada hal buruk yang akan menimpaku, entah apa.
Setelah orang tersebut mengangguk, ia memberikan sebuah cek kepada Mba Clara dan menunjukannya kepada kedua temannya yang masih memegangiku. Setelahnya mereka melepaskan pegangan mereka dan kemudian mendorongku hingga menabrak lelaki tampan tadi. Saat aku ingin lari, ia telah lebih dulu memegang pergelangan tanganku erat, dan tak lama dua orang berbadan besar datang menggantikannya untuk membawaku entah kemana.
Semua usahaku untuk kabur dari mereka sia-sia. Hingga kami berhenti didepan sebuah kamar yang membuatku semakin takut. Pintu terbuka dan menampilkan interior mewah pada kamar ini. Mereka mendorongku masuk dan mengunci pintunya dari luar.
"entah apa yang akan terjadi padaku, tolong selamatkan aku TUHAN.." jeritku menangis.
Aku terus menangis sembari sesekali melihat ke sekitar, memandangi setiap sudut ruangan yang bisa kupastikan merupakan sebuah kamar. Aku masih belum menyerah untuk mencari celah untuk kabur dari mereka entah siapa. Aku sangat takut sekarang, hingga suara pintu terbuka berhasil menyita hampir sepenuhnya perhatianku.
Ceklek
Klik
Dan bunyi pintu terkunci membuatku tak bisa berfikir apapun, aku terlalu takut hingga aku tidak dapat mengingat apapun setelahnya, karena kesadaranku telah terenggut oleh gelapnya malam.
__ADS_1