The Angel

The Angel
9. Perjalanan


__ADS_3

Disinilah aku, sebuah mobil mewah yang sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa menaikinya. Tapi lihatlah, sekarang bahkan aku akan diantarkan dengan mobil ini pulang kerumahku dengan calon suami dan mertuaku.


Sesuai kesepakatan, mereka akan ikut pulang bersamaku untuk melamarku. Entah apa yang akan orang-orang desa nanti pikirkan tantangku. Pergi dengan niat ingin sekolah, tapi sekembalinya malah izin untuk menikah dengan diantar sebuah mobil mewah.


"kamu gak apa-apa Key, wajah kamu pucat gitu?" aku yang merasa ditanyapun menoleh, menggeleng dan tersenyum sebagai jawaban.


"aku gak apa-apa Bu, cuma agak pusing, mungkin karena gugup"


"kamu jangan terlalu gugup, nanti biar Ibu sama Rey yang mengatakan semuanya sama orang tua kamu. Jadi kamu santai aja ya, sekarang sebaiknya kamu tidur. Perjalanannya masih jauh, nanti kalau sudah sampai kami bangunkan.


"hm" aku mengangguk dan mulai memejamkan mataku hingga alam mimpi membawaku.


...***


...


...


...


"Mah, itu kepala Key, takutnya kepentok nantinya" ucapku saat melihat Key tidur dengan kepala yang mulai bersandar kejendela pintu. Mama-pun menoleh dan membawa kepala Key kepangkuannya. Kulihat Key menggeliat saat berusaha dibaringkan, tapi kemudian tertidur kembali setelah Mamah membisikan sesuatu dan mengelus kepalanya. Sekarang dia tidur terlentang dengan kaki sedikit ditekuk dan disandarkan kekursi, sementara kepalanya berada dipangkuan Mamah dengan masih diusapnya sayang. Aku mengulas senyuman yang tidak disadari siapapun karena aku bahagia melihat keakraban, kepedulian dan kasih sayang mereka terhadap satu sama lain.


Kami berangkat sore hari, otomatis kami akan sampai besok. Karena Ferdi yang kulihat mulai lelah, kami memutuskan berhenti untuk sekedar istirahat di rest area yang tersedia. Kulihat Mamah tertidur dengan kepala key masih dipangkuannya, kualihkan pandangan kedepan dan kucoba memejamkan mata karena rasa kantuk yang mulai melanda. Aku terpaksa harus tetap terjaga demi menunjukan jalan supaya Ferdi nantinya tidak salah mengambil jalan yang sudah Key beritahu sebelumnya padaku.


Saat mata baru terpejam, aku mendengar suara sedikit gaduh dari jok belakang. Kubuka mataku kembali dan menengok kebelakang untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa Key?" ternyata suara tersebut ditimbulkan karena Keysha yang terbangun, kini dia tengah duduk dan menatapku takut.


"gak usah takut, ngomong aja" tanyaku lembut.


"aku.. aku laper" ucapnya pelan, tapi aku masih bisa mendengarnya. Aku segera keluar, memutari mobil dan membukakan pintu untuknya.


"ayo" ia menatap uluran tanganku ragu, tapi kemudian ia menerimanya. Kami berjalan mencari makanan yang ia inginkan.

__ADS_1


"lo mau makan apa?" ia tampak berfikir, kemudian menggeleng.


"ikut gue" aku menariknya pelan karena aku masih ingat ada nyawa lain ditubuhnya dan itu anakku.


Aku berniat membawanya melihat-lihat terlebih dulu, tapi tiba-tiba Ia menghentikan langkahnya dan saat aku menengok ia tengah terfokus memandangi kakek tua yang sedang menjajakan dagangan rotinya ditengah malam seperti ini.


"Lo mau roti?" tanyaku agak ragu. Ia mendongak menatapku dan mengangguk dengan semangat.


Kami menghampiri penjual roti tersebut, bisa kulihat ada pancaran kebahagiaan dari mata sayu milik si kakek penjual saat melihat kami menghampiri beliau.


"Kakek kok masih jualan malam-malam begini?" Tanya key saat kami telah berdiri didepan si Kakek. Aku kira ia akan langsung membeli, tapi ternyata ia justru melontarkan pertanyaan yang menurutku tidak terlalu penting.


"mau gimana lagi dek, kalau gak gini, kakek sama istri gak akan bisa makan" ucapnya masih berusaha tersenyum. Aku tidak menyangka, orang tua sepertinya masih harus berjualan sampai malam atau bisa dibilang pagi, karena sekarang sudah jam 2 a.m hanya untuk sesuap nasi.


"kek saya akan beli semua roti kakek gimana?" aku terkejut mendengar ucapan Key.


"beneran neng?" tanyanya antusias, kulihat Key mengangguk mantap.


"terima kasih neng" ucap si kakek membungkuk mencium tangan kanan Key yang sebelumnya berada disisi tubuhnya.


"biar gue yang bayar" ucapku memberikan beberapa lembar uang kertas pecahan 100k yang langsung diterima si kakek dengan ragu..


"eh gak usah" aku tidak mendengarkan ucapanya dan dengan segera menariknya kembali kemobil untuk melanjutkan perjalanan tanpa mengambil uang kembalian dari si kakek penjual roti tadi yang berteriak memanggil dirinya.


"kok kamu si yang bayar, padahalkan aku yang pengin beli?" tanyanya saat kami sudah berada diluar mobil.


"Karena itu taggung jawab gue sebagai calon suami lo" ia hendak membuka suara tapi segera kupotong dengan pertanyaan yang sedari tadi menggangguku.


"kenapa lo beli semua roti sikakek?" tanyaku balik.


"kasian sikakek, harus jualan sampai pagi gini. Kalau aku beli semua rotinya kan otomatis kakek bakal pulang" ucapanya membuatku tersadar bahwa gadis yang telah kurenggut keperawananya yang akan menjadi calon istriku dan ibu dari anak-anakku adalah gadis yang begitu baik. Ada rasa penyesalan karena telah merusaknya, tapi ada juga kebahgiaan karena bisa memilikinya.


"masuk, udaranya dingin" ia menuruti kata-kataku. Saat kami membuka pintu, kulihat Mamah sudah bangun dan tengah memegang ponselnya.

__ADS_1


"kalian dari mana aja si, sampai Mamah telfon dari tadi gak diangkat?!"


"maaf Bu, tadi aku minta temenin kak Rey buat beli ini" ucap Key seraya menunjukan kantong kresek yang berisi banyak roti.


"yaampun Key, banyak banget?"


"gak apa-apa Mah, pengin katanya" jawabku


"kamu nyidam?"


"eh"


"gak kok Bu, cuma pengin aja"


"oh, yaudah sini masuk, udaranya dingin, gak baik buat kamu" Mamah menyuruh Key masuk kembali kedalam mobil.


"Rey kamu juga!"


"Mah kita tukeran tempat duduk ya?" Mamah-ku memicingkan matanya.


"kenapa?" aku bingung harus menjawab apa.


"OK, Mamah ngerti kok"


"ngerti apa? Gue aja bingung, kenapa tiba-tiba pengin duduk sama Key"


"makasih Mah" aku segera duduk disamping Key yang tengah kesusahan membuka bungkus roti yang akan ia makan.


"sini" aku merebutnya, membukanya dan segera kukembalikan lagi agar ia mudah memakannya.


"terima kasih"


"hm"

__ADS_1


Kulihat ia mulai mengantuk lagi setelah menghabiskan 2 bungkus roti ukuran besar dan 1 botol sedang aqua. Kutarik kepalanya kedadaku dan kuapit dengan sebelah tanganku, sehingga kini ia tidur didalam pelukanku, dan tak lama aku mengikutinya kealam mimpi.


__ADS_2