
Ketika pihak ke 3 hadir dalam sebuah rumah tangga dan terjadi perceraian maka anaklah yang akan menjadi korban nya.
Febiola Mahendra, teman - teman memanggil ku Febi. Seorang wanita cantik dengan tinggi 165cm, berat badan 48kg, hidung mancung, rambut hitam panjang, berkulit putih, bermata indah berwarna coklat, bibir merah alami, leher jenjang dan body bak gitar spanyol.
Febi berusia 28 tahun dengan sifat ceria, mudah bergaul, mandiri, dan sopan. Lulusan terbaik dari universitas terkemuka di kota itu menjadikan Febi dengan cepat mendapatkan pekerjaan di Bandung.
Kedua orang tua Febi telah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat kecelakaan. Tidak punya sanak saudara.
Sebelum kematian kedua orang tuanya, mereka tinggal di sebuah ruko kecil di Bandung. Setelah menikah dengan Bram, mereka memilih tinggal di Jakarta karena Bram bekerja di Jakarta dan Febi berhenti bekerja dan fokus untuk menjadi ibu rumah tangga.
Bramantyo Setiawan adalah seorang pekerja keras berusia 30 tahun, berbadan atletis dengan tinggi 180cm dan berat badan 75kg. Memiliki wajah yang rupawan, cerdas dan berbakat menjadikan Bram idola di kampus dan di perusahaan yang kini dia kelola.
Arogan, keras kepala dan mau menang sendiri itulah sifat Bram.
Aditya Setiawan adalah pengusaha terkenal di Jakarta. Pria berusia lebih dari setengah abad ini nampak masih begitu gagah. CEO dari perusahaan besar tidak membuat Adit sombong. Tegas dan berwibawa di kantor maupun di rumah membuat nya dihormati sebagai pemimpin dan kepala rumah tangga. Dia adalah papa Bram.
Salsa Setiawan seorang istri dari Adit dan mama Bram. Wanita yang sudah berusia kepala 5 ini adalah wanita yang lemah lembut, perhatian kepada keluarga, dan penyayang.
Beberapa hari setelah pernikahan Bram, Adit dan Salsa pergi keluar negeri untuk mengurus perusahaannya.
Ayudy Permata, sahabat dari Febi. Mudah bergaul, ceria dan sayang kepada Febi. Wanita 28 tahun yang berasal dari Bandung ini memiliki postur tubuh yang hampir sama dengan Febi, dan mempunyai wajah yang cantik. Ayu bekerja di salah satu perusahaan raksasa berskala internasional yang ada di Bandung.
* * * * *
Pagi hari di Bandung......
Febi baru saja tiba di depan rukonya. Ruko itu saat ini kosong, orang yang menyewa ruko itu satu Minggu yang lalu telah mengakhiri masa sewanya dan pindah keluar kota. Di dalam ruko terdapat barang - barang yang masih lengkap seperti saat Febi menyewakan ruko tersebut.
Penyewa ruko merawat ruko itu dengan baik.
Perlahan- lahan membuka pintu ruko itu, setelah 2 tahun tidak di tempati oleh Febi dengan perasaan senang karena dapat kembali lagi dan sedih karena perpisahan dengan sang suami. Banyak kenangan orang tuanya di ruko itu.
__ADS_1
Ruko itu dibangun 2 setengah lantai dengan tempat parkir yang luas. Ruko itu berukuran 6x12 meter, di lantai 1 hanya terdapat ruangan kosong luas yang dapat digunakan untuk tempat usaha dan kamar mandi. Sedangkan di lantai 2 terdapat dapur, 3 kamar tidur, 1 kamar mandi di kamar utama dan 1 kamar mandi di dekat tangga dan ada ruang kosong yang bisa digunakan untuk ruang tamu atau ruang keluarga. Dan di lantai paling atas terdapat 1 kamar yang berukuran kecil untuk gudang dan ada tempat untuk menjemur pakaian.
Dengan uang yang ada di tabungannya yang tidak banyak, Febi harus memikirkan nasib masa depannya dan anaknya dengan mempergunakan uang tersebut dengan bijaksana.
Fela tidur lelap berada dalam gendongan sang bunda. Febi meletakkan koper yang dia bawa dari Jakarta, menutup pintu lalu pergi membeli makan di warung tenda dekat ruko yang ditempatinya.
Selesai makan Febi langsung pergi untuk membeli bahan-bahan makanan. Sesampainya di ruko, Fela diletakkan di lantai dengan beralaskan karpet tebal dan Febi mulai membereskan barang-barang nya dan membersihkan ruko itu.
Tak terasa hari sudah mulai gelap... Setelah ruko bersih dan barang- barang telah rapi, Febi mulai memasak lalu mandi.
Makanan yang berada di atas mejapun langsung disantapnya, mencuci piring dan gelas lalu menggendong Fela dan mendekapnya.
" Sayang, mulai hari ini kita akan hidup berdua dengan bahagia. Kita membuka lembaran baru bersama. Bunda akan selalu menyayangimu." ucap Febi menahan tangis dan mengecup buah hatinya.
" Aku tidak boleh larut dalam kesedihan, aku harus berjuang dan membuktikan bahwa aku pasti bisa bahagia walau tanpa suami." Febi bermonolog.
Tidak terlalu lama larut dalam kesedihan, Febi berpikir bagaimana bisa menghasilkan uang untuk biaya hidupnya dan anaknya. Febi yang suka memasak dan pintar membuat kue berinisiatif untuk membuka toko roti di rukonya.
"Orang yang telah menyakiti hatinya dengan berselingkuh dengan perempuan lain tidak pantas untuk ditangisi." ucap Febi dalam hati.
* * * * *
Kediaman Bram
sshhh....aahhhh..aahhhh...
Terdengar suara desahan di kamar Bram yang kini sedang bercinta dengan istri kedua nya.
aaahhhhhh.....
Keduanya mencapai puncak pelepasan bersama- sama lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri secara bergantian.
__ADS_1
"Sayang, kapan resepsi pernikahan kita diadakan?" ucap Mira.
"Bulan depan sayang. Aku ingin resepsi pernikahan kita menjadi resepsi pernikahan termegah tahun ini." ucap Bram.
"Aku semakin mencintaimu sayang. Terima kasih telah menjadikanku satu-satunya istrimu." ucap Mira bermanja di dekapan dada Bram.
"Aku juga mencintaimu. Hanya kaulah yang pantas menjadi istriku. Kau sangat memuaskanku di ranjang." ucap genit Bram kepada Mira.
"Aku senang bisa melayanimu dengan baik sayang." ucap Mira tersenyum sambil mengusap dada Bram. Menjadikan Bram panas dingin.
Junior Bram sudah mulai tegang, dan terjadilah malam panas di ranjang goyang kamar Bram. Setelah beberapa ronde sampai akhirnya Bram dan Mira kelelahan dan langsung tertidur menuju alam mimpi.
* * * * *
Kediaman Salsa dan Adit di luar negeri
"Pa, kenapa perasaanku tidak enak ya?" ucap Salsa mama Bram.
"Mama mungkin hanya kecapekan saja. Istirahatlah sayang. Papa akan memeriksa pekerjaan kantor dulu di ruang kerja." ucap Adit papa Bram lalu mengecup mesra kening Salsa.
"Iya pa. Dari kemarin mama kurang tidur. Mama istirahat dulu ya pak." ucap Salsa.
Perluasan usaha yang dilakukan Adit di luar negeri semakin berkembang sehingga menjadikan Adit dan Salsa semakin sibuk dan tidak pernah pulang ke Indonesia. Komunikasi dengan Bram dan Febi pun semakin jarang dilakukan. Terakhir berkomunikasi 6 bulan yang lalu.
Apa yang akan terjadi setelah Adit dan Salsa mengetahui perceraian anaknya???
Selalu ikuti kisah Febi dan Bram.
Mohon untuk memberikan like dan vote..
terimakasih
__ADS_1
ViLiana