
Sesampainya di depan pintu gerbang sekolah Daniel, Aiden menyuruh pengasuh anaknya untuk turun dari mobil menjemput Daniel.
"Daniel, ayo pulang." ucap sang pengasuh saat melihat Daniel keluar dari kelas dan menggandeng tangannya.
"Hari ini kita akan ke rumah Oma. Oma sudah sangat merindukan kalian berdua." ucap Aiden.
"Kita mampir dulu di toko roti." ucap Aiden kepada supirnya.
* * * * *
Mobil mewah memasuki halaman luas milik keluarga Wijaya group.
"Ma, apa kabar?" Aiden menyalami seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya.
"Baik. Mana cucu-cucu mama?"ucap mama Aiden sambil memeluk anaknya baru datang.
Belum menjawab pertanyaan itu, Daniel dan Dea sudah berlari mendekat lalu memeluk Omanya.
" Kalian pasti belum makan siang, mama sudah masak ayo kita makan dulu." menggandeng cucu-cucunya menuju ruang makan lalu duduk di kursi.
" Ma, ini aku bawakan roti." ucap Aiden lalu meletakkan di atas meja di dekat mamanya.
"Fela Bakery...ini rotinya enak.. Mama sudah berlangganan roti di sana. Tempatnya ga jauh dari sini. Yang punya juga cantik Lo."
"Iya ma." ucap Aiden dan mereka makan bersama lalu bersenda gurau di ruang keluarga.
"Den, kapan kamu nikah lagi? Kasihan anak- anak tidak merasakan kasih sayang seorang ibu. Mama sudah kenalin anak-anak teman arisan mama tapi kamu selalu menolak." jengkel mama Aiden.
"Ma, mereka hanya mau denganku dan hartaku. Mereka tidak menyayangi anak-anak. Mama tenang aja kalau memang sudah waktunya pasti ada perempuan yang cocok dan pas buat ku dan anak-anak. Mama ga usah banyak pikiran, pikirin kesehatan mama aja." jelas Aiden
* * * * *
ddrrrtttt...ddrrrtttt...
Terdengar suara dering ponsel Febi yang ada di atas meja dan dilayar terdapat nama Ayu.
"Hallo yu..apa kabar?"
"Hallo bi.. baik.. Bi, week end jalan yuk. Ntar aku jemput kamu di ruko."
__ADS_1
"Oke. jam 6 sore ya."
"Oke. Udah dulu ya.. see you"
Setiap hari Fela Bakery selalu ramai pembeli dan banyak pesanan dari kantor-kantor, acara ulang tahun, arisan, dan lain-lain.
Di sela kesibukannya, Febi tetap memprioritaskan Fela. Sekarang Febi yang sepenuhnya mengurus Fela semenjak kepergian pengasuhnya. Fela anak yang baik dan tidak rewel. Setiap Febi bekerja Fela ikut dan di taruh di stroller dekat dengannya untuk mempermudah mengawasi. Febi selalu menjadi The Best Mommy untuk anak semata wayangnya.
* * * * *
"Febi, Fela...ayo jalan-jalan." Ajak Ayu yang baru saja datang ke ruangan Febi.
"Oke aunty cantik."suara Febi seperti suara anak kecil.
Mereka bertiga pergi menggunakan mobil Ayu menuju mall XX yang ada di kota itu.
Mereka berbelanja lalu makan di food court.
Tiba-tiba ada suara memanggil
"Tante cantik.. Tante cantik.." suara anak kecil mendekat kearah mereka.
"Dea sama Abang, ayah, oma, sama sus juga."jawab Dea menggemaskan dan bermanja di pangkuan Febi.
"Anak siapa bi?"tanya Ayu.
"Entah." jawab Febi lalu bersenda gurau dengan Dea dan Fela.
"De, jangan suka pergi sendiri nanti kalau hilang gimana?" Aiden merasa lega melihat anaknya senyum bahagia bersama seorang wanita yang tidak dikenalnya.
"Tuan Aiden."Ayu terkejut ketika Aiden berada di depan mejanya dan ayah dari Dea.
"Ayah, ini Tante cantik yang kasih Dea roti. Dedek bayinya lucu banget yah." cerita Dea dengan mata bulat berbinar senang sambil bermanja-manja dengan Febi.
Aiden mengulurkan tangan untuk berkenalan
"Aiden"
"Febi"
__ADS_1
Ketika berjabat tangan, jantung mereka berdebar-debar. Sejenak mata mereka saling memandang, lalu Febi memutuskan untuk menarik tangannya dan melihat ke arah lain.
Aiden juga juga berjabat tangan dengan Ayu.
"Ayu. Saya bekerja di perusahaan tuan."
"Mari silahkan duduk pak." ucap Ayu yang melihat Aiden berdiri.
Aiden duduk lalu menelepon mamanya memberi tahu bahwa Dea sudah ketemu dan sedang berada di food court.
Keluarga Aiden datang ke food court dan berkenalan dengan Febi dan Ayu.
Mereka makan bersama dan berbincang-bincang. Hingga tak terasa hari telah malam dan anak-anak sudah lelah. Mereka pulang ke rumah masing-masing.
"Den, sepertinya Dea akrab dan senang sama perempuan tadi yang ketemu di food court."
"Iya ma, sepertinya Dea sangat bahagia." jawab Aiden.
"Cantik dan sayang sama Dea dan Daniel." Daniel memandang mamanya dengan tatapan yang seakan mengerti maksud ucapan mamanya.
"Gimana kalau dia aja yang jadi mamanya cucu-cucu mama?"
"Ma, kita itu baru aja kenal sama dia. Dia sudah punya anak, pasti punya suami ma. Masak jadi pebinor." jawab Aiden datar.
"Iya juga ya. Tapi kalau punya suami kenapa week end malah pergi dengan temannya? Mama ingin yang terbaik buat cucu-cucu mama." kata mama Aiden kepada diri sendiri dan di dengar Aiden.
"Iya juga. Di mana suaminya? Biar nanti aku selidiki."pikir Aiden.
* * * * *
"Leo, selidiki wanita bernama Febi permilik Fela Bakery." perintah Aiden kepada asisten pribadinya.
"Baik tuan." jawab Leo.
Leo adalah asisten pribadi sekaligus sahabat Aiden sejak SMA. Aiden telah membantu Leo ketika kedua orang tua Leo meninggal dunia ketika Leo duduk di bangku SMA. Leo juga dianggap anak sendiri oleh mama Aiden. Hingga saat ini Leo sangat setia kepada Aiden. dan Leo menjadi orang kepercayaan Aiden.
"Tuan, ada masalah dengan perusahaan kita yang ada di negara S. Sepertinya ada penggelapan dana yang di lakukan orang proyek. Ini data-datanya tuan." ucap Leo lalu menyerahkan beberapa dokumen.
Aiden mempelajari dokumen-dokumen itu lalu memutuskan untuk berangkat ke negara S siang itu juga.
__ADS_1
"Siapkan semuanya, kita berangkat siang ini."