The Best Mommy

The Best Mommy
TBM Bab 6


__ADS_3

Negara S


"Adakan rapat semua devisi terkait 1jam lagi dan bawakan data laporan keuangan selama 5 tahun dan semua laporan proyek selama 5 tahun." perintah Aiden.


"Baik tuan." ucap Leo lalu keluar dan memerintahkan sekertarisnya untuk melakukan semua perintah tuannya.


Dalam laporan itu terdapat beberapa kejanggalan dalam dana keluar dan laporan proyek berjalan juga proyek yang tertunda. Dengan wajah merah menahan amarah Aiden menggebrak meja di ruang rapat.


"Laporan Sampah." bentak Aiden.


Semua orang yang ada di ruang menunduk takut, dan ada beberapa orang yang berkata dalam hati "ada apa ini? Kenapa big bos bisa semarah itu?"


"Pak Rudi selaku penanggung jawab proyek bagaimana tanggapan anda?" tanya Aiden.


Pak Rudi tertunduk takut lalu berucap "Proyek itu tertunda karena kurangnya bahan pak. Dana yang dikeluarkan juga terlambat."


"Omong kosong. Saya sudah periksa lapangan, bahan yang datang di bawah standar yang diinginkan klien. Dana keluar sesuai dengan rencana bahkan ada kelebihan dana yang keluar untuk proyek dan tidak ada penjelasan." marah Aiden.


"Saya sudah periksa semuanya dan orang yang terlibat juga saya sudah tau. Untuk 6 orang yang terlibat akan diperkarakan di pengadilan dan kalian juga harus melakukan pengembalian dana yang kalian korupsi dari perusahaan."


"Le, urus kekacauan di sini." ucap Aiden lalu berdiri dan melangkah keluar.


Di dalam ruangan, Aiden memijat pangkal hidungnya memikirkan berapa lama dia harus menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaannya di negara S.


* * * * *


Fela Bakery semakin berkembang, tidak hanya menjual roti tapi sekarang juga kafe dan berubah nama menjadi Fela Coffee.


Dengan berkembangnya bisnis yang dilakukan Febi ternyata ada juga orang tidak suka. Mira yang berkunjung ke Bandung secara tidak sengaja bertemu dengan Febi di kafe milik Febi. Hari itu kafe sangat ramai sehingga Febi menjadi pelayan. Saat Febi membantu untuk mengantar pesanan pelanggan, ternyata pelanggan itu adalah Mira selingkuhan Bram.


"Ternyata kamu bersembunyi di kafe ini?" ledek Mira.


Febi yang tidak mau membuat keadaan menjadi kacau memilih untuk diam dan ingin masuk ke dalam.


Mira yang tidak terima dengan sikap acuh Febi, dengan sengaja dia sedikit menjulurkan kakinya sehingga Febi terjatuh dan mengenai seorang pelanggan wanita yang sedang minum.


"aaaa.... Basah semua baju kesayangan saya. Ini kafe palayannya tidak baik. Kamu bisa bekerja atau tidak?" teriak pelanggan wanita itu sambil marah-marah.


"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja. Saya akan mengganti pakaian anda yang kotor." ucap Febi sembari akan membersihkan baju pelanggan yang kotor lalu ditepis kasar oleh wanita itu.

__ADS_1


"Kamu pegawai rendahan tidak akan pernah bisa mengganti pakaianku. Kamu tidak tahu berapa harga pakaian ini. Pakaian ini limited edition tidak ada di Indo." marah wanita itu.


"Sekali lagi maafkan saya nona. Bagaimana kalau semua yang anda pesan saat ini kafe ini tidak perlu untuk membayar sebagai bentuk permohonan maaf saya."ucap Febi.


"Aku sudah tidak berselera makan di sini. Ayo pergi teman-teman. Kita cari tempat lain." ucap wanita itu lalu pergi.


Febi pun meminta maaf kepada para pelanggan yang lain karena sudah mengganggu kenyamanan mereka lalu beranjak masuk ke dalam.


"Pelayanan di kafe ini memang buruk ya. Pegawai seperti dia seharusnya tidak bekerja di sini." ucap Mira setengah berteriak.


Tetapi para pelanggan lain yang berada di sana cuek dan acuh tanpa mempedulikan Mira.


Ketika Febi naik ke atas untuk melihat anaknya yang tadi ditinggalkan karena tertidur, melihat Fela menangis kencang karena jatuh dari tempat tidur. Febi yang panik langsung menggendong Fela lalu membawanya ke rumah sakit.


"Suster tolong anak saya."teriak Febi.


"Mari Bu langsung ke UGD saja supaya bisa langsung ditangani oleh dokter. Bayinya kenapa Bu?" tanya suster yang berjaga.


"Anak saya jatuh dari tempat tidur sus." jawab Febi.


"Ibu bisa tunggu di sini supaya dokter bisa memeriksa anak ibu."ucap Suster lalu menarik tirai.


Selesai memeriksa, dokter menjelaskan kepada Febi bahwa anaknya perlu diobservasi selama 24 jam. Kemudian Febi ke bagian administrasi untuk mengurus keperluan anaknya yang harus opname.


"Maaf saya tidak sengaja. Saya terburu-buru." ucap pria itu


"Iya tidak apa-apa." jawab Febi lalu netranya memandang seorang anak kecil yang terbaring tak berdaya di dorong oleh beberapa dokter dan suster.


"Dea" ucap Febi terkejut lalu mengikuti suster yang mendorong Dea.


Setelah beberapa saat menunggu, dokter keluar.


"Siapa keluarga korban kecelakaan?"


"Keluarganya korban saya tidak tahu dok. Saya hanya menghubungi pihak sekolah sesuai dengan seragam yang dipakai anak itu." ucap seorang lelaki yang tadi menyenggol Febi.


"Tolong segera hubungi keluarganya, karena anak itu harus segera di operasi."


"Saya kenal anak itu dok. Saya akan mencoba menghubungi keluarganya." ucap Febi menyela pembicaraan dokter dan pria itu.

__ADS_1


Setelah mengambil ponselnya, Febi baru ingat bahwa dia tidak mempunyai nomor ponsel keluarga Dea. Akan tetapi dia ingat bahwa Ayu adalah karyawan di kantor milik keluarga Dea. Febi segera menghubungi Ayu.


"Halo Yu, tolong kamu hubungi keluarga keluarga Dea. Aku tidak punya nomor ponselnya."


"Halo Feb, Dea siapa? Maksudmu bagaimana? Aku tidak mengerti."


"Dea itu anaknya tuan Aiden bos kamu di kantor yang beberapa waktu lalu kita bertemu di mall XX."


"Memangnya ada apa?"


"Dea kecelakaan dan butuh persetujuan dari pihak keluarga untuk dilakukannya operasi di rumah sakit A."


"Baiklah aku akan segera memberi tahu tuan Aiden. Aku akan segera ke ruangan tuan Aiden, ini aku baru di kantor."


"Terima kasih Yu."


Setelah menerima kabar kecelakaan Dea, Ayu segera naik lift menuju ruangan CEO.


"Selamat siang Bu Tanti, tuan Aiden ada?"ucap Ayu panik


"Tuan Aiden sedang dinas keluar negri. Ada yang bisa dibantu?" jawab Tanti sekertaris Aiden.


"Tolong hubungi tuan Aiden atau keluarganya untuk segera ke rumah sakit A karena anaknya yang bernama Dea mengalami kecelakaan." Jelas Ayu.


"Segera saya sampaikan ke tuan Aiden." ucap Tanti seraya mengambil ponsel untuk menghubungi tuan Aiden.


Tut.. Tut.. Tut..


Nada tersambung akan tetapi tidak diangkat oleh Aiden. Kemudian Tanti menghubungi asisten pribadi tuan Aiden. Setelah diangkat Tanti mengatakan bahwa Dea mengalami kecelakaan di rumah sakit A kepada Leo.


tok..tok..tok..


"Tuan Aiden...Tuan Aiden..." teriak panik Leo karena pintu hotel tidak segera dibuka oleh Aiden.


Setelah beberapa lama, Aiden membuka pintu dengan keadaan rambut yang masih basah. Terlihat bahwa dia habis mandi.


"Ada apa?"


"Tuan, nona Dea mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit A."

__ADS_1


"Segera siapkan kepulangan kita ke Bandung sekarang juga."


Aiden juga menghubungi mamanya untuk segera ke rumah sakit A karena Dea kecelakaan.


__ADS_2