
Pagi ini diawali dengan kesibukan di dapur bakery milik Febi. Mulai dengan membuat adonan, memasukkan roti ke oven, membungkus roti ke dalam plastik dan memasukkan roti ke dalam dos sesuai dengan pesanan.
Beberapa pesanan ada yang diambil di ruko, ada pulang yang diantar. Seperti pesanan milik yang akan di antar oleh Febi.
Febi berangkat menggunakan taksi online yang sudah dipesan olehnya menuju ke perusahaan tempat Ayu bekerja.
Setelah sampai di lobby, aku menuju ke resepsionis.
" Selamat siang Bu, ada yang bisa saya bantu?" ucap resepsionis ramah.
" Selamat siang, saya ingin bertemu dengan ibu Ayu." ucap Febi.
" Ibu Ayu bekerja di bagian apa ya?"
" Saya tidak tahu."ucap Febi.
"Kemarin juga lupa tanya...Aduh gimana nii???" gerutu Febi dalam hati.
" Apa ibu punya nomor ponselnya?"
" Oh iya, saya punya. Biar saya telepon saja. terimakasih." ucap Febi lalu pergi menjauh dari meja resepsionis. Saat akan mengambil ponsel dari dalam tas, ternyata ponselnya berdering tertera nama Ayu di layar ponsel.
kringggg..kringgggg...
" Halo Yu, gue sudah di lobby." ucap Febi
" Ok, tungguin ya.. Gue turun sekarang." ucap Ayu.
Febi langsung mematikan sambungan teleponnya.
Tidak lama setelah itu Ayu keluar dari lift dan berjalan menuju Febi. Febi menyerahkan kue pesanan lalu dia menerima pembayaran pesanan kuenya. Lalu Ayu segera naik lift untuk mempersiapkan rapat yang 15 menit lagi akan dimulai.
Febi berbalik dan....
brukkk...
Seseorang pria menyenggol bahunya hingga Febi mundur beberapa langkah dan tetap menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak jatuh.
Tetapi laki-laki itu terus berjalan dengan angkuh dan cuek tanpa mempedulikan Febi.
__ADS_1
Febi mengumpat kesal dalam hati sambil berjalan keluar gedung dan pulang ke rukonya.
Sewaktu berjalan keluar gedung, Febi mendengar suara anak kecil menangis lalu berjalan menghampirinya.
"Cup..cup..cup.. Kenapa menangis sayang?" ucap Febi seraya mengelus rambut anak itu dengan penuh kasih sayang.
"Hiks..hiks..hiks.. Dea mau es klim tapi ga di kasih." ucap anak itu.
" Kemarin Dea sudah makan es klim, jadi hari ini tidak boleh. Tapi tadi teman Dea di sekolah boleh makan es klim. Jadi Dea pengen makan lagi." hiks..hiks.. sambung Dea sambil sesenggukan.
"oohhh namanya Dea" ucap Febi dalam hati.
"Anak cantik jangan nangis lagi ya, nanti kalau kebanyakan makan es krim giginya bisa sakit sayang." nasehat Febi.
"Tante masih ada roti, Dea mau?" ucap Febi lalu memberikan 1 kotak roti sisa buatannya yang sengaja dia bawa untuk dimakan di jalan karena pagi ini dia belum sempat sarapan dan di dalam taksi tadi Febi hanya makan sedikit roti.
"Mau Tante." ucap Dea lalu mengambil dan memakan roti itu.
"Hhmmm.. enak banget Tante lotinya. Makasih Tante." ucap Dea dengan mulut penuh roti.
Hosh...hosh.. "Non Dea, sus susah ngejarnya kalau non Dea larinya kenceng gitu." ucap pengasuh tersengal- sengal kelelahan berlari.
"Dadah Tante." ucap Dea.
"Dadah" ucap Febi sembari melambaikan tangan.
Febi pulang ke rukonya menggunakan taksi on line.
Sampai di ruko, Febi naik ke lantai 2 untuk bersih-bersih diri lalu menggendong Fela. Toko kue mulai dipercayakan kepada Sinta dan Lisa.
Pengasuh Fela hanya bekerja selama 1 bulan lalu mengundurkan diri untuk pulang kampung karena akan menikah.
"Ini gaji kamu dan ada sedikit rejeki." ucap Febi kepada pengasuh Fela serta memberikan 2 amplop.
"Terima kasih Bu. Saya senang sekali bisa bekerja di sini. Maafkan semua kesalahan saya selama saya bekerja di sini." katanya sambil menunduk menahan tangis.
"Sama- sama, saya juga berterima kasih karena kamu tulus menyayangi dan menjaga Fela dengan baik. Hati-hati di jalan." ucap Febi lalu mengantar pengasuh itu keluar ruko.
* * * * *
__ADS_1
Perusahaan Wijaya group
Aiden Wijaya seorang CEO tampan, gagah, berkarisma, dingin berumur 35 tahun. Dia seorang duda dengan 2 orang anak. Anak yang pertama bernama Daniel Wijaya berumur 5 tahun dan anak yang kedua bernama Dea Ananda Wijaya yang berumur 3 tahun. Istrinya meninggal 3 yang lalu karena pendarahan saat melahirkan putrinya. Sejak kematian istrinya, ia menutup hatinya kepada wanita-wanita di luar. Saat ini prioritas nya adalah kemajuan perusahaan dan kebahagiaan kedua anaknya.
Dea dan pengasuhnya naik ke lantai 15, tempat di mana ayah Dea berada.
"Ayah... ayah... Dea tadi ketemu Tante cantik tlus di kasih loti." ucap Dea senang sambil berlari dan duduk dipangkuan ayahnya lalu menunjukkan kotak roti yang diberikan Febi.
"Lotinya ada 2 ayah. Ayah makan 1 Dea makan 1." sambung Dea.
Aiden mengambil dan memakan roti itu. " enak sekali, ohh Fela Bakery." ucapnya dalam hati.
"Dea tunggu di sini dulu sama suster. Ayah ada rapat." ucapnya kepada Dea sambil mengelus kepala Dea.
" Sus, jaga Dea. Jangan keluar dari gedung ini."
"Baik pak." ucap pengasuh dengan menundukkan kepala.
Aiden memimpin rapat bersama dengan beberapa kepala bagian beserta beberapa karyawan termasuk Ayu yang berlangsung selama 2 jam. Setelah selesai rapat lalu di bagikan kotak roti yang dipesan Ayu kepada seluruh peserta rapat.
Aiden yang menerima kotak roti itu lalu mengernyitkan dahi "Bukankah ini roti yang dimakan Dea. Bungkusnya sama, kotaknya juga sama. Fela Bakery." pikir Aiden.
"Siapa yang pesan roti ini?"tanya Aiden.
" Saya pak. Ada apa pak?" jawab Ayu
"Kamu pesan roti di mana?" tanyanya lagi.
" Di jalan Sudirman pak, ruko yang sebelah bank B** pak. Disana rotinya enak sekali pak." jawab Ayu.
"Iya enak." gumam Aiden pelan sambil berlalu pergi dari ruang rapat menuju ke ruang di mana Dea menunggunya.
"Dea, ayo pergi jemput abang di sekolah." ucap Aiden lalu menggendong Dea.
"Ayo yah.. Dea kangen Abang." ucap manja Dea.
"Tanti, batalkan semua rapat setelah makan siang. Saya akan pergi dan tidak kembali ke kantor." perintah Aiden kepada Tanti sekertarisnya.
"Baik pak." jawab Tanti
__ADS_1