
Aurel pun duduk di samping ranjang ariq dengan menggenggam tangan ariq
"Ariq,,entah mengapa saat di dekatmu aku merasa nyaman dan jantungku terus berdegup kencang apalagi saat kamu memintaku menemanimu dan berkata aku ingin kau ada disampingku dan aku merasa sangat marah saat engkau disakiti seperti tadi,mengapa aku tiba tiba bisa brutal seperti tadi?ingatan apakah itu yang terlintas di kepalaku?sepertinya aku harus memecahkan masalah ini."gumam aurel
Tok,,tok,,tok,,(suara ketukan pintu)
"Ah iya silahkan masuk" Ucap aurel dengan terburu buru menutupi tangan nya yang menggenggam tangan ariq dengan selimut
Pak kepala sekolah dan bu wakil sekolah pun masuk kedalam kamar pasien ariq.
"Ah aurel,tadi kami pulang ke penginapan.besok kita sudah harus segera pulang,kami takut hal buruk seperti ini terjadi lagi,dari awal kita kesini banyak sekali penjahat yang ingin mencelakai kita,jadi kita harus buru buru pulang demi keselamatan kita." Jelas pak dwi
"Ah iya pak tapi saya masih belum merapihkan barang barang saya di penginapan,kalau begitu saya izin dulu pulang ke penginapan untuk merapihkan pakaian saya" Ucap aurel panik
"Sudahlah tenang saja,kami sudah menyuruh para osis untuk merapihkan pakaian kamu dan ariq,dan sebaiknya kamu jangan kemana mana,kasian ariqnya tuh sampe gak mau lepas gitu pegangan tangan nya,takut kamu gak ada di sampingnya" Ucap bu mirna menenangkan sekaligus menggoda urel.
Yang digoda malah diam dan mukanya sudah sangat merah seperti kepiting rebus
__ADS_1
Tanpa aurel sadari ternyata ariq belum tertidur dan sengaja memperlihatkan tangan mereka yang masih berpegangan tangan
"Hahahaha,,,sudahlah mirna jangan menggodanya seperti itu lihatlah wajahnya sudah seperti kepiting rebus,dan kau ariq jangan terus berpura pura tidur kasian aurel,kami tau sedari kami datang kamu mengintip"ucap pak dwi sambil tertawa.
Aurel pun yang tadinya fokus berbicara kepada pak dwi dan bu mirna pun langsung menoleh kebelakang,dan melihat ariq yang tertidur sambil senyum senyum
"Hei!!!ariqqq!!!!!!bukan kah kau tadi bilang ingin tidur,dan juga kamu kenapa malah memperlihatkan tangan kita yang....." Ucap aurel kesal dan menggantungkan kata katanya
"Yangg,,,,,sedang berpegangan tangan" Ucap bu mirna menggoda lagi
"Hahahhaa kalian ini,dasar anak muda.huh!aku jadi rindu dengan masa masa sekolah dulu" Ucap pak dwi dengan tertawa
"Hei sudahlah,,yang tua juga tidak kalah romantis" Ucap bu mirna sambil menggandeng tangan pak dwi
Seketika semua yang ada diruangan itu pun terkekeh
Tok,,tok,,tokkk,,,(suara ketuk pintu)
__ADS_1
"Ah iya,silahkan masuk" Ucap pak dwi
Dan dokter pun langsung masuk kedalam kamar pasien ariq
"Permisi,saya akan memeriksa pasien" Ucap sang dokter
Dokter pun langsung memeriksa keadaan ariq
"Hmm,sudah agak lebih baik,hanya perlu mengganti perban saja,dan lukanya jangan sampai terkena air" Ucap dokter
"Ah apa besok ariq sudah diperbolehkan pulang?" Tanya bu mirna
"Sudah boleh pulang,tapi harus diperhatikan luka nya,dan jangan terlalu banyak bergerak" Ucap sang dokter
"Ah baik terimakasih dokter" Ucap ariq,bu mirna,aurel dan pak dwi serentak
Sang dokter pun hanya mengucapkan "sama sama"sambil terkekeh pelan
__ADS_1