
"untuk apa kalian masih saja membully aurel" bentak ariq kepada mereka berdua dan ingin mendorongnya,namun langsung ditahan oleh aurel.mereka berdua pun lari ketakutan.
lalu ariq memutuskan untuk mengantar aurel pulang.dan berbicara kepada shinta untuk memperbolehkan aurel untuk ikut study tour ke jakarta.
"bu hari ini aurel di beritahukan akan di adakan nya study tour ke jakarta" ucap aurel saat sampai dirumahnya dan langsung berbicara kepada sintha.
"bu,ariq mohon perbolehkan aurel ikut yah" ucap ariq sembari memohon dengan mengenggam tangan sintha
"maaf ariq saya takut aurel akan terjadi sesuatu di sana,apa lagi menginap dan lagi saya tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai study tour aurel" ucap sintha khawatir
"tenang saja bu jangan khawatir saya akan menjaga aurel dan tentang biaya nya saya yang akan membayarnya" ucap ariq meyakinkan
"tapi ariq,saya tidak mau merepotkanmu" ucap sintha
"tidak apa bu saya senang membantu kalian" ucap ariq meyakinkan
"tapi ariq maaf,saya akan memikirkan nya kembali" ucap sintha yang tampak bingung
"kalau seperti itu baiklah,saya akan pulang sekarang" ucap ariq sedih
"iya nak"
ariq pun bergegas pergi dari sana
bagaimana ini suamiku anakmu akan pergi ke jakarta,aku takut semua nya akan terungkap tapi sulit untuk menghentikan mereka untuk tidak pergi,apa lagi dia sudah bertemu laki laki nya,apakah aku harus mengizinkan mereka pergi?tapi aku takut kejadian dulu terulang lagi"gumam sintha
esoknya di sekolah
"aurel bagaimana?apakah ibu sudah mengizinkan mu untuk pergi?" tanya ariq kepada aurel
__ADS_1
"entahlah,sejak kemarin ibu ku hanya diam saja,tak bicara apapun mungkin aku tidak akan pergi" ucap aurel sedih
"tenang saja kau pasti ikut,aku tadi sudah mendaftarkan mu" ucap ariq enteng,namun langsung membuat aurel terkejut
"apa?kau sudah mendaftarkan ku?kau ya memang keras kepala" ucap aurel kesal dengan sifat ariq yang keras kepala,namun ada kesenangan di hatinya
"okay,aku sudah mendaftarkan mu jadi kita tinggal membawa makanan cemilan untuk besok,bagaimana?" ucap ariq sambil loncat kegirangan
"baiklah baiklah,tidak perlu loncat seperti itu,kau audah seperti anak kecil" ucap aurel sambil terkekeh.namun muka ariq langsung memerah melihat kecantikan aurel saat dia tertawa
"kamu kenapa?kenapa muka mu memerah?" tanya aurel yang melihat muka ariq nampak merah
"tidak kok kamu salah lihat saja" dengan pertanyaan yang aurel lontarkan membuat ariq langsung memalingkan pandangan nya ke samping
di supermarket
"tapi aku tidak membawa uang" ucap aurel sedih
"sudah lah jangan bersedih seperti itu,aku yang akan membayar semua nya" ucap ariq enteng
"huh!lagi lagi aku merepotkan mu" ucap aurel
"tidak perlu sungkan" ucap ariq sambil tersenyum
"waw coklat silver queen besar sekali" gumam aurel dengan mata yang berbinar binar
"kalau kamu mau ambil lah"
"ah ngak,lagi pula hanrganya mahal"
__ADS_1
"gak papa ambil ajah,nanti aku yang bayar
" hmm,gak deh "ucap aurel pura pura menolak karna dia tau harganya sangat mahal sekitar 200 an lebih
dirumah
"ibu aku pulang" ucap aurel saat sampai dirumah
"nak,kamu bawa apa?kenapa banyak sekali?" tanya sintha saat melihat aurel membawa sekantung plastik besar
"untuk persiapan camilah besok"
"hah!?untuk persiapan besok?" tanya sintha lagi dengan nada terkejut
"iya bu,tadi saya sudah membayar uang study tour aurel dan membelikan nya cemilan untuk besok" jawab ariq langsung
"plisss ya buuu bolehhh" ucap aurel memelas berharap ibunya memberi nya izin
"tapi nak" ucap sintha tidak yakin
"huh!!yasudah baiklah Aurel saya perbolehkan pergi" ucap sintha pasrah
"yeaaaaayyyyyy" ucap ariq dan aurel bersamaan sambil loncat seperti anak kecil.
melihat hal itu sintha hanya terkekeh pelan
"yasudah bu kalau begitu ariq pulang ya" pamit ariq sambil mencium tangan sintha
huh!mereka berdua sangat keras kepala,kalau gitu aku serahkan semuanya padamu suamiku,semoga kau bertemu dengan aurel di jakarta dan melindunginya "gumam sintha
__ADS_1