
Ayoo sekarang kita siap siap berangkat" Ucap ariq dengan semangat dan langsung berdiri membawa barang barang aurel,dan langsung dibantu sintha dan aurel lalu di masukkan ke dalam bagasi mobil.
Ariq duduk di samping pengemudi yaitu pak taqin,sedangkan aurel dan sintha duduk di bagian tengah.dan bagian belakang dipenuhi dengan barang barang bawaan😅
Mereka pun berangkat dengan suka ria kecuali ibu aurel yang raut wajah nya terlihat khawatir.
"Apakah ini pilihan yang tepat untuk dirimu nak,,,ibu sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada dirimu lagi" Gumam sintha dalam hati
"Ada apa bu?kenapa raut wajah ibu terlihat khawatir seperti itu?" Tanya aurel bingung
"Nak aurel..kamu harus janji ya jika nanti di jakarta ada sesuatu yang akan terjadi,jangan marah dan pergi meninggalkan ibu ya nak" Ucap sintha sambil terisak
"Eh?ada apa memangnya bu?kenapa seperti ini?" Tanya aurel tambah bingung
"Berjanjilah nak" Ucap sintha memohon
"Haish...baiklah bu,walaupun sesuatu terjadi nanti aku akan terus menyayangi ibu dan tidak akan pernah marah atau meninggalkan ibu" Ucap aurel sambil memeluk sintha
Ariq dan pak taqin yang menyaksikan itu hanya bisa diam melihatnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Sampailah mereka di jakarta
"Kita akan kemana nak ariq?" Tanya sintha,dia berpikir mana mungkin mereka ke rumah nya yang dulu
"Aku akan membawa kalian ke rumah orangtuaku,kalian tinggal lah di rumah untuk beberapa hari"ucap ariq menjelaskan
"Hah?tinggal dirumahnya,bagaimana mungkin aku tinggal disana,jika gleen dan pricillia melihatku itu pasti gawat"gumam sintha dalam hati
" Eh bu...kenapa melamun?"tanya ariq dan aurel bersamaan
"Ah..jangan tinggal di rumah ariq,itu pasti akan merepotkan keluarga kalian nak ariq,ibu tidak ingin menjadi beban" Ucap sintha mencari alasan
"Umm,,,tapi..." Ucap ariq namun langsung dipotong oleh sintha
"Haish...baiklah kalau begitu,aku akan memesankan hotel saja untuk kalian."
Mereka pun segera menuju hotel
Namun saat akan menuju hotel tiba tiba saja mobil ariq dihadang oleh 3 laki laki penjahat atau bisa dibilang mafia dengan memegang senjata tajam seperti pisau kecil sebanyak lebih dari 5 buah yang terlihat sangat tajam .
__ADS_1
"Keluar kalian!jika tidak aku akan melemparkan pisau pisau tajam ini kepada kalian!!" Teriak salah satu mafia diantara mereka
Melihat hal itu pun pak taqin langsung menghentikan mobilnya
Sintha terlihat panik takut terjadi sesuatu kepada aurel,dan menarik tangan aurel agar tidak keluar dari mobil,namun aurel meyakinkan sintha untuk tidak perlu khawatir.
Yang pertama keluar adalah ariq lalu di ikuti oleh aurel dan sintha.namun saat melihat aurel keluar dari dalam mobil,para mafia itu pun gemetaran ketakutan
"Eh?bukan nya mereka para mafia yang waktu itu menyerang kita rel?"ucap ariq kepada aurel
" Ah iya benar,mereka masih berani menyerang kita yah "ucap aurel sinis
" Hei!untuk apa kalian kembali menyerang kami!!apakah pelajaran waktu itu belum cukup?"ucap aurel lantang yang membuat siapa pun gemetar ketakutan
Melihat hal itu ariq dan pak taqin terheran heran,kenapa tiba tiba saja aurel berubah 180 derajat dari biasanya
"Amm..punnn...kami tidak akan mengganggu kalian lagi,kami akan pergi" Ucap salah satu dari mereka yaitu si boss nya
Mereka bertiga pun segera pergi meninggalkan ariq dan yang lainnya
__ADS_1
Ditempat lain
"Ah sialan,ternyata perempuan itu lagi,pukulan nya waktu itu saja masih sakit sekali" Ucap para anak buah itu mengeluh