
"bukan kah kamu sudah melihat nya?ibu takut terjadi sesuatu pada dirimu nak,disana banyak sekali penjahat yang ingin mencelakai kamu" jelas sintha khawatir
"maafkan aku bu,telah membuat ibu mengkhawatirkan aku" ucap aurel merasa bersalah
"oh ya bu ada satu lagi,kenapa yah banyak sekali orang yang terlihat agak familiar,padahal kan ibu bilang aku tidak pernah kesana" ucap aurel merasa ada yang janggal
uhuk uhuk,,,tiba tiba sintha tersedak ketika sedang meminum air putih, mendengar pertanyaan yang di keluarkan dari mulut putri nya itu.melihat hal itu pun aurel langsung menepuk nepuk pundak sintha pelan agar merasa lebih lega
"mungkin hanya perasaan kamu ajah,kan kamu gak pernah ke Jakarta" jelas sintha panik
"tapi,,,," belum selesai aurel berbicara,langsung di potong oleh ibunya
"sudahlah nak sekarang sudah malam,kamu sebaik nya istirahat.kamu tidak perlu membantu ibu merapihkan piring" ucap sintha
"baiklah bu" ucap aurel kecewa dan langsung masuk ke kamarnya
Sintha pun langsung merapihkan piring piring bekas makan tadi dan membawanya ke dapur untuk di cuci
__ADS_1
Setelah selesai mencuci piring,sintha terlihat sedang menelpon seseorang
"Halo,aku tidak bertemu dengan putri kita.kau bilang dia akan datang ke jakarta,tapi aku tidak bertemu dengan nya" Ucap yang di sebrang
"Heiii,,,,dia sudah pulang dari sore tadi,dan sekarang dia sedang beristirahat" Ucap sintha
"Sudah pulang?bukan kah kamu bilang putri kita baru berangkat hari ini?" Tanya disebrang sana heran
"Aku bilang dia itu berangkat kemarin,dan sekarang sudah pulang.kamu itu dari dulu selalu saja pelupa" Ucap sintha sambil terkekeh
"Hmm kalau begitu yang tadi aku lihat jangan jangan itu benaran putri kita"jelas yang di sebrang sana
"Iyah tadi aku melihat nya tapi dia bersama dengan laki laki yang sudah kita jodohkan" Jelas yang di sebrang tidak percaya
"Hah,,,aku juga tidak percaya mereka bisa bersama padahal dulu sebelum kecelakaan terjadi putri kita bersikeras menolak perjodohan ini,eh sekarang mereka berdua malah bersama" Ucap sintha setengah tidak percaya sambil menghela nafas panjang
"Itu semua karna kecelakaan yang terjadi,dulu kan mereka berdua belum sempat bertemu sama sekali,dan anak kita selalu menghindar jika ada pertemuan dengan keluarga wilden" Jelas yang disebrang
__ADS_1
"Iya yah,dan sekarang mereka telah bersama" Ucap sintha sambil terkekeh pelan
"Kita waktu itu belum sempat mempertemukan mereka berdua dan sekarang mereka malah bersama" Ucap yang di sebrang
"Hahaha mungkin mereka memang sudah berjodoh" Ucap yang di sebrang sambil terkekeh pelan
"Iyah jadi kita tidak perlu susah susah untuk menjodohkan mereka berdua" Ucap yang di sebrang
"Oh ya tapi ada satu hal lagi,aurel bilang saat dia di jakarta,banyak orang yang wajah nya agak familiar menurutnya.aku takut dia mengingat semuanya dan kembali ke jakarta" Ucap sintha dengan nada khawatir
"Sudahlah,aurel itu sudah besar,sudah saat nya dia mengetahui ini semua.kamu jangan khawatir lagi,dia kan sudah bersama dengan laki laki yang bisa menjaga nya dan dia juga bisa menjaga diri nya sendiri,mengingat dia itu perempuan yang berbeda dengan perempuan umum lain nya" Jelas yang di sebrang menenangkan sintha
"Hah,,,baiklah,tapi semoga anak kita tidak membenci kita saat sudah mengetahui semuanya" Ucap sintha sedikit sedih
"Semoga saja seperti itu" Ucap yang di sebrang
"Yasudah kalau gitu,kamu sebaik nya istirahat,pasti kamu lelah sepanjang hari harus bekerja mengurus perusahaan" Ucap sintha dengan nada khawatir
__ADS_1
"Kamu juga istirahat ya,maaf harus merepotkan kamu karna telah merawat putri kita sendirian" Ucap yang di sebrang merasa bersalah
"Sudah lah tidak apa apa,kan ini putriku sendiri" Jelas sintha dan telepon pun berakhir