
3 mata pelajaran berlalu, sekarang sudah jam pulang sekolah.
Tepat pukul 02:53pm bel sekolah berbunyi dan semua siswa keluar dari kelas menuju ke rumah masing-masing kecuali petugas piket hari ini.
"Joe lo sapu kelas duluan deh, gue mau ambil buku paket Matematika di Amanda, ntar gue yang pel"
"Oke jangan lama-lama"
Dinda berjalan menuju kelas Amanda, suasana dikoridor sekolah begitu sepi.
"Ryan, Brian. Amanda udah pulang?"
"Udah sekitar tiga menit yang lalu dia keluar dari kelas keliatannya kaya buru-buru gitu, coba liat di pagar depan mungkin masih ada"
Jawab Brian Dengan tangan yang penuh peralatan menulis.
"Kalian lagi ngapain?"
"lagi mengambil alat tulis punya teman-teman sekelas, habisnya mereka teledor yaudah kita mah gak mau nolak rezeki"
"Terserah deh, yaudah gue balik ke kelas"
Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang berbiacara pada Dinda, suara itu terdengar asing.
"Kalau mau buku yang tadi, temui gue di taman dekat sekolah jam lima sore"
"Ha? Kenapa gak kasih disini aja?"
"....."
"Yaudah nanti liat deh, kalau gue gak sibuk ya gue datang"
"Kalau gak datang mohon tunggu dengan sabar sampai dua minggu kedepan"
"Ih lo rese banget jadi cowo"
Dinda keluar dari kelas XI-4 dan menuju ke kelasnya sendiri, wajahnya cemberut seperti adonan kue yang tidak mengembang.
"Lo kenapa lagi Din?"
"Huh itu si cowo rese, ih udah ah males bahas dia, balik yuk"
"Eh tunggu Din ini kelas belum di pel"
"Udah nanti suruh Dito aja kan dia juga petugas harian hari ini, sekali-sekali ketua kelas yang ngepel"
"Yaudah ayo"
Dari beberapa menit yang lalu Dinda sudah sampai dirumah
sekarang dia sudah merebahkan tubuhnya sambil menutupi wajahnya dengan bantal.
"Duh kenapa hari ini gue sial banget ketemu cowo rese kaya dia, huh"
Pikiran Dinda melayang jauh, dan terkejut dengan nontif di ponselnya.
*3 saudara*
Joe pengghibah
"Eh Man, Dinda lagi bete tuh gara-gara lo"
Amanda bacot
"Lah gue gak ngapa-ngapain dia"
Joe pengghibah
"Gak tau tuh, dia pulang sekolah tadi ke kelas lo buat ngambil buku paket matematika nya, tapi lo nya udah pulang duluan, jadinya dia dimacem-macemin sama mas ganteng"
Amanda bacot
"mas ganteng siapa?"
Joe pengghibah
"itu loh anak baru yang satu kelas sama lo"
Dinda
"Apaan sih dia cuma ngajak gue ketemuan di taman"
Amanda bacot
"Haa.... Serius?"
Joe pengghibah
"Serius lo Din?"
Dinda
"Iya dia mau ngasih buku yang gue ceritain tadi"
Amanda bacot
"Din sebaiknya lo hati-hati deh, lo kan belum kenal sama dia"
Joe pengghibah
"Iya bener kata Amanda, kalau enggak kita temenin aja deh, gimana?"
Dinda
"Enggak usah gue bisa sendiri, kayanya dia nanti pergi sama Ryan dan Brian"
Amanda bacot
"Aduh gue gak ikut deh kalo ada bocah-bocah tengil itu"
Joe pengghibah
"Yah kalo Amanda gak ikut, gue juga deh ntar gue gak ada temen pulang kan tau sendiri si Dinda rumahnya gak satu jalur sama gue"
__ADS_1
Dinda
"Yaudah gak apa-apa"
Itulah nama kontak sahabatnya yang Dinda cantumkan di ponselnya.
Berapa menit setalah ia melakukan kegiatannya yang berupa stalk Profile artis-artis diakun Instagram, Dinda mematikan ponselnya dan terlelap tidur.
***
"Hoaam, jam berapa nih" Membuka ponselnya dan terkejut.
"Akhhh mati gue udah jam setengah enam bisa-bisa gak jadi dipinjemin buku nih"
Dinda mandi seperti kilat sangat cepat, kemudian bersiap-siap untuk pergi.
"Ma... Dinda pergi ya"
"Kemana?"
"Ada urusan bentar sama temen"
"Yaudah, pulangnya jangan sampe malam banget ya"
"Iya ma...". Dinda berlari dengan cepat karena jarak dari rumahnya dengan taman cukup dekat.
Sampai disana ia segera mencari keberadaan pria itu.
"Hf..hf..hf.. Sorry gue terlambat"
Nafasnya terengah-engah rasanya Dinda sudah tidak bisa berlari lagi.
"....."
Pria itu pergi meninggalkan Dinda yang sedang kelelahan.
"Eh lo tepatin janji dong, mana bukunya"
"....."
Pria itu terus saja berjalan tanpa ada keinginan untuk menjawab pertanyaan Dinda.
"Eh lo rese banget, gue udah lari-lari dari rumah sampe sini terus gue harus ngejar lo lagi gitu?" Teriak Dinda kesal
Pria itu pun berhenti tetapi tidak memalingkan wajahnya untuk melihat Dinda, akhirnya Dinda yang harus berlari menghampiri pria itu.
"lo itu budek apa gimana sih, gue capek tau gak lari-lari mulu"
Tanpa terduga pria itu mambalikan tubuhnya dan ia segera mengangkat tubuh wanita bertubuh mungil itu, Dinda tidak merespon dia hanya mampu menatap pria itu dengan dalam sampai pikirannya menerawang jauh
Si pria menatap Dinda yang dari tadi terus melihatnya tanpa berkedip tidak lama setelah itu, pria berkulit sawo matang melepaskan tubuh Dinda, dan membuat Dinda terjatuh diatas tanah.
Bruukk
"Aduh sakit, lo gila ya?"
"....."
"Ishh lo tuna rungu atau gimana sih, gue dari tadi ngoceh tapi lo gak ada respon"
Sambil berjalan meninggalkan Dinda.
"Terus bukunya mana? cepetan gue mau pulang"
"Ada syaratnya"
"Ahh lo kaya di film-film aja pake syarat-syaratan"
"Jadi lo harus bersihin kamar mandi di rumah gue selama dua minggu"
"Dih gue gak mau, itu sama aja menyia-nyiakan waktu belajar gue, bentar lagi kan mau ujian tengah semester, terus juga gue mau olimpiade di Semarang"
"Oke gue pulang, bye"
"Eh eh tunggu dulu, emang gak ada syarat yang lain apa, masa iya gue suruh bersihin kamar mandi rumah lo"
"Hm apa ya? Berpikir keras.
Ada kok, kita pacaran boongan"
"Apa..? Enggak gak mau, kalo gitu gue setuju sama syarat yang pertama aja"
"Oke besok datang ke rumah gue jam tiga sore". Berjalan pergi.
"Eh lo hobinya ninggalin orang mulu, gue belum selesai ngomong juga..
Eh cowo rese bukunya mana...."
Teriak Dinda sangat keras akibatnya semua orang yang ada di taman memperhatikan Dinda
"Ihh dasar cowo rese, pertama kali ngobrol aja udah bikin gue emosi gimana kalo kedua, ketiga, keempat kalinya lama-lama gue bisa gila"
"Din dinda". Dua orang pria memanggil nama Dinda dari kejauhan, mereka berlari kearah Dinda.
"Eh Ryan sama Brian, kenapa?"
"Lo liat James gak, tadi dia suruh kita beli ice cream tapi kita malah ditinggalin". Ucap Brian.
"James siapa?"
"Itu loh, anak baru yang sering bareng sama kita"
"Oh si cowo rese itu, kalian tau gak dia itu hobinya ninggalin orang mulu gue belum selesai ngomong loh padahal tapi dia udah pergi gitu aja mana dia belum masih buku ke gue, rese emang itu orang"
"Iya jadinya lo tau gak dia pergi kemana?". Tanya Ryan.
"Dia kayanya udah pulang, soalnya gue liat dia udah jalan kesana". Sambil menunjuk arah yang dibicarakan.
"Yaudah gue pulang ya, bye."
Dinda langsung pulang kerumah dengan perasaan penuh amarah.
10 menit kemudian.
__ADS_1
"Ma... Makan malam udah siap?". wanita itu berjalan memasuki rumah dengan tubuh yang sengaja dilemas-lemaskan.
"Udah... ganti baju dulu, baru makan"
"Nanti aja deh ma, laper baget nih"
"Yaudah duduk, mama panggil papa dulu"
Dinda makan dengan lahap sambil mendengar acara Tv, berapa menit kemudian terdengar sebuah lagu yang tidak asing lagi baginya, kepala wanita itu langsung refleks menoleh ke arah tv, senyumnya semakin lebar setelah melihat siapa yang sedang tampil di acara Tv tersebut.
~Ije yeogin neomu nopa
Nan nae nune neol majchugo sipeo
Yeah you makin' me a boy with luv
Oh my my my oh my my my
You got me high so fast
Ne joenbureul hamkkehago sipeo~
"Ma... Mama... Cepetan ada BTS ni"
"Ha.. Mana mana"
~love is nothing stronger (than a boy with) that a boy with luv~
"Hmm Jimmin ganteng banget". Puji Dinda.
"Ih enggak jungkook lebih ganteng"
"Jimmin yang lebih ganteng Ma"
"Jungkook Dinda"
"Eh udah-udah anak sama mama sama saja, mama juga pikir umur kan udah ada papa yang lebih ganteng dari mereka"
"Papa kan selalu di nomor dua kan sama mama". Terjadilah perdebatan diantara mereka.
"Udah ah papa makan aja, males debat terus sama kalian"
Penampilan BTS di tv selesai jam 9 dan Dinda hanya memakan 3 suap sendok nasi sedangkan Wati tidak makan sama sekali.
"Ih kebiasaan deh papa ngabisin makanannya sendiri". Wati kesal karena tidak kebagian makanan.
"Yaudah ma, kita tidur aja pasti papa udah buang sisa nasi yang aku makan tadi, lagian besok aku mau bangun lebih pagi"
***
Kring....kring....kring....
Dinda mematikan jam wakernya dan segera duduk untuk menyadarkan diri dari mimpinya.
"Hoaam untung aja tadi malam tidur cepat jadinya gak jatuh lagi"
Dinda bangun dari duduknya dan langsung bersiap-siap ke sekolah.
"Ma Dinda pergi dulu"
"kamu gak sarapan dulu?"
"Enggak deh ma aku lagi buru-buru, oh iya nanti kalo ada siaran ulang konser BTS yang tadi malam tolong rekamin ya"
"Oke lah"
"Yaudah kalo gitu aku berangkat, bye ma". Dinda berjalan menuju sekolah dan langkahnya diberhentikan oleh sebuah mobil sport berwarna hitam pekat, pemilik mobil itu membuka kaca jendelanya.
"Pulang sekolah gue tunggu diparkiran kalo gak datang mohon tunggu dengan sabar sampai dua minggu kedepan". Pria itu menutup kaca mobilnya dan langsung pergi.
"Eh kalo bukan karena buku itu, gue enggak bakalan mau bersihin kamar mandi rumah lo" Teriak Dinda geram.
Tanpa waktu lama Dinda sudah sampai di sekolah dan langsung disambut oleh kedua sahabatnya, biasa cewe cewe kalau sudah bertemu bakalan heboh seperti tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun padahal setiap hari mereka selalu bertemu biarpun di sekolah maupun di rumah
"Din lo tumben banget datang jam segini". Tanya Amanda.
"Iya soalnya hari ini gue petugas piket"
"Udah tenang aja Din, Doni udah pel kelasnya"
"Eh Din kemarin si James ngomong apa aja dia gak ngapa-ngapain lo kan? Terus dia udah kasih bukunya?"
"James siapa Man?". Tanya Dinda.
"Itu anak baru yang satu kelas sama gue, gue baru tau namanya tadi malam waktu di grup kelas"
"Oh cowo rese itu nama James, gue lupa padahal kemarin Brian udah bilang, tapi kalian tenang aja dia gak ngapa-ngapain gue, cuma dia suruh gue ntuk bersihin kamar mandi rumahnya kalau gue mau buku itu"
"Lah abang ganteng kok jahat banget, cuma gara-gara buku doang, terus Din lo mau?". Sahut Joe tidak suka.
"Iya soalnya dia cuma kasih dua pilihan, bersihin kamar mandinya atau gue sama dia pacaran tapi boongan"
"Ih Din lo harusnya pilih pacaran sama dia aja sekalian lo belajar pacaran, masa udah 16 tahun gak ada yang lo pilih jadi doi lo, ya kalo sekedar suka sih gak apa-apa nah masalahnya lo gak pernah sama sekali". Ucap Amanda
"Oh atau jangan-jangan si Dinda suka sama cewe, Man"
"Eh sembarangan aja lo Joe, gini ya Amanda sama Joena teman-teman gue yang cantik dan pintar, gue lagi mau fokus sama sekolah lagian ngapain juga pacaran buang-buang waktu mana bentar lagi mau ujian tengah semester dan kalian kan juga tau gue harus ikut bimbingan buat olimpiade di Semarang"
"Nah ini ni, lo bisa gak sekali-sekali gak mikirin soal pelajaran, sekolah, atau ujian. masa muda lo itu harus dinikmati bukan cuma belajar terus-terusan ntar lo kalo punya anak masa iya lo mau ceritain masa sekolah lo yang cuma belajar buat dapat rangking satu terus kan gak asik gue jamin pasti anak lo bakalan bilang masa sekolah lo membosankan" Cerocos Amanda.
"Ehehe Man lo kalo lagi ngomel gitu kaya emak-emak serius deh ahahaha, aduh perut gue sampe sakit ketawa terus"
"Tapi Man apa sal-..."
Ucap Dinda terpotong saat mendengar bel berbunyi.
Kring...kring...kring...
"Ah elah masih asik cerita juga" ucap Joe merasa kesal tetapi sedikit menahan tawa akibat cerocosan Amanda tadi.
"Yaudah guys, gue balik ke kelas ya"
"Iya Man bye, Joe ayo masuk"
__ADS_1
"Ayo"