
Hari ini Dinda dan siswa-siswi lainnya pulang lebih awal, sebab semua dewan guru dan kepala sekolah sedang mengadakan rapat.
Dinda berjalan keluar diikuti Amanda dan Joe, saat melalui parkiran motor seorang lelaki memanggil nama Dinda.
"Dinda"
"Eh Din, abang ganteng panggil tuh" ucap Joe sedikit meledek
"Yaudah gue kesana dulu ya"
"Din gue balik duluan deh, lagi ada beberapa urusan dirumah"
"Man gue ikut lo deh, Din gue balik sama Amanda ya"
"Yudah gak apa-apa, hati-hati dijalan ya"
"Bye Din"
Dinda berjalan menuju ke tempat motor James yang msih diparkirkan, James yang melihat Dinda dari kejauhan datang menghampirinya tersenyum-senyum tanpa berkedip.
"Kenapa lagi?"
"Pulang bareng yuk"
"Ogah, kalo lo manggil gue cuma buat ngajak pulang bareng sorry deh ya gue gak mau, tau gini gue pulang sama temen-temen gue"
"Rumah kalian kan gak searah"
"Suka-suka gue mau pulang sama siapa aja"
"Gue gak terima penolakan, ni pake helm lo terus naik" saat Dinda ingin mengomel, James dengan cepat mengarahkan jari telunjuknya pada bibir Dinda.
"Gak usah banyak bacot, ayo naik ada yang mau gue omongin juga sama lo"
"Yaudah ayo"
James membawa motornya dengan kecepatan 35km/jam, bagi orang lain mungkin itu sangatlah pelan tetapi bagi Dinda itu sudah sangat cepat.
"James" panggil Dinda sedikit berteriak.
"Kenapa?"
"Bisa lebih pelan gak?"
"Ya ampun Dinda ini udah pelan banget, lo kira motor gue ni siput?"
"Yaudah deh kalo gak bisa" ucap Dinda pelan tetapi masih dapat didengar oleh James.
"Kalo takut peluk gue aja"
"Enggak usah"
__ADS_1
"Terserah" James sengaja menambah kecepatannya secara mendadak agar Dinda terkejut dan memeluknya.
"James, jangan gitu dong cari kesempatan dalam kesempitan"
"Sempit? Itu badan lo aja yang gemuk jadinya sempit kan"
"Ih..." ucap Dinda geram sembari memukul mukul pundak James dari belakang.
"Eh jangan gitu ntar kita jatuh"
"Ngomong-ngomong kita mau kemana? Ini kan bukan jalur rumah gue"
"Iyalah rumah lo kan belok kanan lagian udah lewat dari tadi"
"Terus kita mau kemana?"
"Kerumah gue"
"Ngapain lagi James? Ntar bokap lo marah"
"Enggak bokap gue lagi keluar kota nanti malam baru pulang"
James memberhentikan motor tepat didepan pagar rumahnya. Beberapa saat seorang pria memakai baju seragam berwarna hitam keluar utuk membukakan pagar.
"Makasih mang ujang"
"Iya den, sama-sama" ucapnya sambil menutup kembali pagar rumah.
"Mau ngapain lagi?" tanya Dinda sedikit kesal.
"Lo masih mau buku yang gue janjiin kan?"
"Udahlah lupain aja nanti gue coba cari yang lain lagi"
"Ga usah sok nolak gitu, gue tau kok soalnya lusa lo mau pake buat pertemuan akhir bulan kan, yaudah ntar gue ambil dulu" James hendak beranjak namun tertahan.
"Lo mau tunggu disini atau didalam?"
"Disini aja"
"Masuk dulu, ada yang mau gue omongin" James melihat dari raut wajah Dinda yang tidak ingin masuk kerumahnya lagi.
"Yaudah lo tunggu disini, gue ambil buku dulu"
Anggukan kepala Dinda membuat James beranjak meninggalkannya.
Beberapa menit Dinda menunggu, akhirnya James keluar dengan pakaian santai nya dan tak lupa ia membawa buku sains yang sangat diminati oleh Dinda.
"Ini bukunya. Ngomong-ngomong lo bawa baju ganti gak?"
"Enggak"
__ADS_1
"Pake helm lo, kita makan siang"
15 menit James melajukan motornya dijalan raya dan sampailah mereka didepan cafe yang cukup besar.
Dua insan itu berjalan masuk kedalam gedung yang sedang mereka kunjungi, setelah memilih tempat duduk dan menu makanan yang ada di cafe itu, James menatap Dinda dengan penuh arti.
"Jangan liatin gue kaya gitu, ntar gue culek tu mata lo pake tusuk gigi"
"Din"
"Iya" sahut Dinda yang sedang memainkan poselnya
"Din"
"Iya kenapa?"
"Din"
"Apaan sih James" ucap Dinda yang sudah mengangkat wajahnya.
"Kita kencan yuk"
"Maksud lo?"
"Pacaran" ucap James yang berhasil membuat mata Dinda melotot tidak percaya.
"Iya pacaran, lo mau gak?"
"Ih apaan sih James"
"Iya lo mau gak jalani hubungan yang special sama gue?"
"James sadar dong, lo kenapa sih aneh banget hari ini"
"Aneh gimana Din? Gue baru sadar kalo memang gue suka sama lo dan gue nyaman, emang salah kalo gue jujur soal perasaan gue"
"Emang lo suka sama gue karena apa? Lagian ya James kita kan baru kenal mana mungkin langsung suka"
"Din, cinta gak butuh alasan dia bisa datang kapan aja tergantung orang-orang yang membuatnya gimana. Dari sifat kita masing-masing, kebiasaan kita yang setiap ketemu selalu aja ribut"
"James, kayanya kita harus mikirin dulu, lo udah yakin kalo beneran cinta sama gue, suka dan sayang sama gue. Maksud gue bukan ngeraguin perasaan lo tapi gue takut dicampakkan, karena gue juga mulai nyaman sama lo tapi gue bingung dan belum yakin kalo gue cinta"
"Iya Din aku bakalan mikirin lagi, dan aku juga akan nunggu sampai kamu mau berkencan sama aku"
"Iya" Dinda mulai tidak nyaman, baru kali ini ada cowo yang menyatakan perasaannya langsung.
Keduanya melamun sembari berbicara dalam hati.
"James sebenarnya serius gak sih, terus dia ngapain ngomongnya pake aku kamu, aissh pusing mikirnya" ucap Dinda dalam hati.
"Sorry Din sebenarnya bukan ini yang gue mau omongin sama lo dan gue gak bermaksud buat lo bingung kaya gini, tapi kalo lo tau yang sebenarnya dengan cepat pasti lo bakalan nolak dan gue gak bisa jauh-jauh dari lo" ucap James dengan raut wajah bersalah.
__ADS_1