The Chosen Magician

The Chosen Magician
episode 1


__ADS_3

Jeeeddarrrr.....


Jeeeddarrrr.....


Jeeeddarrrr.....


Suara petir yang bersaut sautan menggema di langit disertai badai hujan yang menyelimuti seluruh dunia kultivator.


Dunia kultivator sangatlah kejam, yang kuat berkuasa dan yang lemah di tindas. Jika kau memiliki sesuatu yang sangat berharga serta ingin melindunginya dari para penguasa yang haus akan segalanya dan egois, jawabannya hanya satu... kau harus menjadi kuat.


Di dunia kultivator terdapat 4 benua, setiap benua di pimpin oleh kaisar.


Kekaisaran plantabis yang terletak di benua sebelah selatan, kekaisaran plantabis yang kaya akan sumber daya alamnya menjadi tempat yang nyaman untuk bangsa elf dan bangsa peri, kekaisaran ini unggul dalam SDA serta pertahan militernya.


Kekaisaran animalis daemonium terletak di benua sebelah timur, kekaisaran yang ditempati oleh bangsa siluman hewan yang kejam, haus akan pertumpahan darah, dan licik.


Kekaisaran tenebrarum yang menduduki benua terbesar yang terletak di sebelah barat, di tempati oleh bangsa bar-bar dan bangsa penyihir hitam serta sumber sekte-sekte aliran sesat.


Serta kekaisaran imperium terletak di sebelah utara, kekaisaran imperium adalah musuh bagi kekaisaran yang lain, mayoritas penduduknya menyembah dewa. Pendeta, ksatria suci serta penyihir putih tinggal di kekaisaran ini, namun sayang....kekaisaran ini sangat tertutup dengan dunia luar.


Ooeeekkkk..... Ooeeekkkk.....


Ooeeekkkk.....


Terdengar suara tangisan seorang bayi yang baru terlahir di dunia kultivator ini.


*di sebuah kastel Kekaisaran imperium.


"Selamat baginda, anak pertama anda sudah lahir." Ucap perdana menteri Claude dan para pendeta.


"Hahahaha..... Terima kasih perdana menteri, dan juga para pendeta." jawab baginda kaisar, yaitu Arthur de Imperium dengan perasaan bahagia serta senyum yang merekah atas kelahiran anaknya.


"Menteri Claude, para pendeta... saya akan masuk karena ingin menemui istri dan anakku terlebih dahulu." Kaisar menatap ke arah para pendeta, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke kamar di mana istri dan anaknya berada dengan senyum kebahagian yang selalu terpancar dari wajahnya.


"Ceklek" suara pintu dibuka.


"Dinda.." ucap kaisar dengan lembut kepada sang istri tercinta yang sedang berbaring di atas tempat tidur bersama sang anak yang baru saja lahir.


"Kanda... lihatlah putri kecil kita, ia sangat cantik, mirip sekali denganku." Jawab baginda Ratu Adaline saat melihat sang suami datang.


"Hahaha... itu sudah pasti dinda, dinda saja sangat cantik hingga membuat diri kanda jatuh cinta, sudah pasti anak kita cantik." Ucap kaisar dengan rasa bangga dan bahagia.


"Kanda..." ucap Ratu Adaline dengan wajah merona, yang langsung dibalas tawa oleh kaisar.


"Kanda, apakah kanda sudah menyiapkan nama untuk putri kita?" Ucap Ratu Adaline sambil melihat ke arah suaminya.


"Dinda tenang saja, kanda telah menyiapkan nama untuk putri kita." Jawab kaisar, sudah lama ia menyiapkan beberapa nama.


"Apa itu kanda?" Tanya Ratu Adaline dengan penasaran.


"Abigail, chloe, Daisy, Winifred. Dinda lebih suka nama yang mana?" Tanya kaisar.


"Dinda lebih suka nama Chloe dan Winifred." Ucap Ratu Adaline kemudian menatap putrinya.

__ADS_1


"Emm.. itu nama yang bagus untuk putri kita, Chloe Winifred de imperium." jawab kaisar, ia melihat ke arah istrinya, lalu beralih ke putrinya.


"Ba, baginda... ada hal mendesak di kuil suci!" Teriak seorang pendeta dari arah luar.


"Pergilah kanda," ucap Ratu Adaline.


"Baiklah dinda, dinda sebaiknya beristirahat. Agar keadaan dinda cepat kembali seperti semula, kanda akan pergi ke kuil suci terlebih dahulu." Ucap kaisar dengan lembut, ia menyelimuti sang istri dan putrinya, dan tak lupa memberi sebuah kecupan kepada keduanya.


"Hati-hati kanda." Ucap Ratu Adaline.


Kaisar kemudian melangkahkan kakinya keluar.


*kuil suci.


"Hamba memberi salam kepada cahaya harapan kekaisaran." Ucap para pendeta memberi hormat saat melihat sang Kaisar memasuki kuil suci, yang dibalas dengan aggukan kepala oleh sang Kaisar.


"Ada apa pendeta agung? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Kaisar saat melihat pendeta agung.


"Hamba memberi salam kepada cahaya harapan kekaisaran. Ada wahyu yang turun Baginda... dan ini menyangkut tragedi 100 abad yang lalu." Jawab pendeta agung sambil memberi hormat.


"...bawa aku ke ruang wahyu!" Ucap Kaisar dengan ekspresi cemas.


"Baik, silahkan ikuti saya." Jawab pendeta agung, lalu memandu jalan.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba di ruang wahyu. Di udara terukir tulisan-tulisan dengan bahasa dewa.


" cahaya harapan dunia telah lahir. Dengan mata permata yang selalu menunjukkan kebenaran, **mereka** ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia dari kegelapan yang merajalela, serta memandu umat manusia pergi dari kehancuran." Begitulah isi wahyu yang tertulis.


"...perintahkan para ksatria untuk mencari anak yang diramalkan ini!!!" Pinta kaisar, pendeta agung langsung bergegas pergi untuk memberi perintah kepada para ksatria.


*pintu istana ratu.


"Hamba memberi salam kepada cahaya kekaisaran, baginda Ratu sedang mencari anda yang mulia." Ucap salah satu dayang Ratu saat melihat kaisar.


Kaisar hanya menganggukkan kepala lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar ratu.


"Ceklek" suara pintu dibuka.


"Dinda, dinda belum pulih, mengapa dinda berdiri di depan jendela? Apa dinda tidak kedinginan?" Ucap kaisar dengan lembut, ia mengambil selimut di atas kasur lalu menyelimuti sang istri dan memeluknya.


"Hentikan pencarian yang sia-sia itu kanda." Ucap Ratu Adaline, ia menatap kaisar dengan air mata yang terus mengalir.


"A,apa yang terjadi hingga dinda menangis?" Tanya kaisar yang ikut meneteskan air mata saat melihat istri tercintanya menangis.


"Hiks.. a,anak kita memiliki mata permata yang disampaikan oleh wahyu." Ucap Ratu Adaline dan menangis di pundak kaisar.


Bagai petir di siang bolong, perasaan kaisar bercampur aduk, ia sangat tak percaya dan bertanya lagi dan lagi... tetapi jawaban ratu tetap sama.


Suara petir menggelegar dan membuat buah hati kaisar terbangun.


Kaisar yang melihat bola mata anaknya langsung syok.


"Hiks.. kanda tidak mau anak kita memikul tanggung jawab yang besar... di, dinda.. jangan sampai orang lain tau akan hal ini. Ki, kita kurangi pelayan dan selalu menutup mata Chloe dengan kain." Ucap kaisar dengan perasaan yang masih bercampur aduk.

__ADS_1


Ratu Adaline hanya mengangguk dengan kesedihan yang teramat dalam.


...****************...


Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa sudah 12 tahun berlalu.


Di sebuah hutan di bagian selatan istana Ratu Adaline, terlihat seorang putri dengan keringat serta pakaian yang kotor, walau begitu parasnya yang cantik tetap terlihat.


"Umurku sudah 12 tahun, aku harus kuat tidak boleh bermalas-malasan, agar bisa menyaingi kehebatan jenderal ricardo, bagaimana pun aku ini adalah anak dari kaisar." Ucap tuan putri Chloe yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang.


Kini Tuan Putri Chloe berumur 12 tahun, ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, rambut bergelombang berwarna kuning keemasan, kulit seputih susu, mata berwarna ungu yang cantik walau selalu tertutup kain, hal itu tidak menghalangi kacantikan yang dimiliki Chloe, hingga menjadi para idola para pria.


Tetapi berbeda dengan keadaan mana serta fisiknya yang lemah, walau begitu ia tetap berjuang pantang menyerah melakukan latihan dengan giat setiap harinya agar kondisi fisik serta mananya bisa lebih membaik.


"Sebaiknya aku segera kembali jangan sampai membuat ibunda khawatir karena aku keluar sendirian." Ucap Tuan Putri Chloe, ia merapikan pakaiannya dan segera melangkahkan kakinya.


Di tengah perjalanan Tuan Putri Chloe seperti mendengar seseorang memanggilnya, ia melihat sekitar dan mencoba mencari asal suara yang memanggilnya.


Hingga beberapa saat, ia merasakan sesuatu yang berada tidak jauh darinya, terlihat sebuah kuil tua dengan tumbuhan yang sangat panjang dan semak-semak belukar.


Setau Putri Chloe, tidak ada kuil di dalam wilayah istana ibunda-nya, karena penasaran ia memasuki kuil itu.


Di dalam sangat gelap, karena sudah senja Tuan Putri Chloe memutuskan untuk kembali, tetapi... saat ia menuju pintu yang ia masuki tadi... pintu itu menghilang.


Tiaba-tiba dibelakang Chloe muncul sinar yang amat menyilaukan, lalu terdengar suara yang sangat lembut.


"Chloe..."


"Kamu akan menjadi penyelamat dunia, aku akan memberikan berkah serta kekuatanku.. aku berharap kamu berhasil!"


Lama-lama sinar itu semakin terang, Chloe memejamkan matanya karena merasa sangat silau. Saat ia membuka mata.. ia sudah berada di hutan dengan langit yang sudah berubah menjadi gelap.


Chloe bergegas melanjutkan perjalanannya untuk pulang tanpa menyadari bahwa di dahinya ada sebuah tanda dengan warna yang senada dengan warna matanya.


Sesampainya di istana, terlihat Ratu Adaline menunggunya dengan khawatir, Tuan Putri Chloe langsung memhampiri ibunda-nya dan memeluknya.


"Chloe, darimana saja kamu? Ini sudah malam... kenapa baru kembali? Dan kenapa pakaianmu sangat kotor?" Ucap Ratu Adaline dengan nada cemas, wajahnya terlihat khawatir pada putrinya tersebut.


"Maaf ibunda, Chloe habis pergi pergi berlatih hingga lupa waktu" Jawab Tuan Putri Chloe yang merasa bersalah kepada ibunda-nya.


"Segera bersihkan dirimu, setelah itu kita makan malam bersama, ayahanda juga akan makan bersama kita." Ucap Ratu Adaline, ia memanggil beberapa pelayan untuk membantu Chloe bersih-bersih.


"Baik ibunda," jawab Tuan Putri Chloe, ia berjalan menuju kamarnya dengan diikuti beberapa pelayan.


"Maaf Chloe karena telah berbohong pada ibunda." Batin Chloe yang merasa bersalah.


...~bersambung~...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayy semua, jangan lupa like, komen, dan favoritkan agar novelis semakin semangat buat ceritanya.


Oh, jangan lupa vote karya novelis juga ya...

__ADS_1


maaf bila banyak kekurangan & Terima kasih....🙏


Salam penuh cinta dari novelis 😘


__ADS_2