
Setelah matahari terbit, Chloe sudah membaca sekitar 5 kitab teknik kuno, dan ia merasa bahwa auranya semakin berbeda.
Chloe melihat auranya berwarna emas dan tekanan yang diberikan juga sangat besar.
Chloe lebih merasa berwibawa, kharismanya meningkat dan kesan tegasnya bertambah.
Waktu berjalan begitu cepat, hingga tak terasa kini sudah pukul 8 pagi.
Chloe berbegas untuk bersih-bersih dan berganti pakaian lalu pergi menuju ruang makan.
"Aku sudah memahami kegunaan aura, sekarang tinggal mempelajari sisanya saat jadwal kosong." Batin Chloe.
Setibanya di ruang makan, terlihat adiknya yang sudah menunggu, Chloe segera duduk dan para pelayan mulai menghidangkan makanan.
Chloe melihat makanan yang dihidangkan untuknya, supnya terdapat kacang, tercium juga bau yang sangat amis, sedangkan rotinya terlihat sangat keras, chloe mendorong piring itu menjauh karena tak tahan dengan aroma amis dan ia juga alergi terhadap kacang.
Ahard menatap Chloe dengan lama lalu tiba-tiba membanting piring miliknya.
"Siapa yang memasak ini? Ini benar-benar tidak enak! Bahkan ini tidak bisa disebut sebagai makanan!" Teriak Ahard dengan kesal.
Para pelayan berkumpul dan meminta maaf kepada ahard termasuk koki yang memasak.
Kepala pelayan pun berusaha menenangkan Ahard, namun itu tidak berhasil sama sekali bahkan Ahard semakin marah dan membanting makanan yang disajikan untuk Chloe.
"Bahkan makanan ini tidak pantas dimakan oleh binatang, bagaimana bisa kalian menyajikan ini kepada kakakku? Bahkan didepanku? Kalian memang cari mati! Awas saja, ku tandai muka kalian semua!" Teriak Ahard yang semakin marah.
Para pelayan hanya saling melirik tanpa membuka mulut mereka untuk meminta maaf kepada Chloe.
"Sudahlah Ahard, jangan mengurus mereka, mereka akan mendapat balasan yang setimpal suatu saat nanti!" Ucap Chloe sambil menekan para pelayan dengan aura miliknya.
Para pelayan bergidik ketakutan, bahkan ada yang sampai muntah karena tidak sanggup menahan tekanan aura dari Chloe.
"Redakan amarahmu, bagimana kalau kita memakan apel?" Ucap chloe, muncul apel di telapak tangannya, yang sebenarnya ia ambil dari cincin.
Ahard mengangguk dengan wajah yang terlihat kagum. Chloe membagi apel itu dan memberikan setengah pada Ahard, Mereka pun pergi meninggalkan para pelayan sambil memakan buah apel itu.
"Chloe, apel ini rasanya sangat aneh!" Ucap Ahard dengan ekspresi imut.
"Haha, ini bukan apel biasa, coba gigit lagi dan kunyah secara perlahan." Ucap Chloe.
Ahard mengikuti perkataan kakaknya, lama-kelamaan ia semakin lahap memakan buah apel tersebut.
"Enak, lama-lama terasa sangat manis!" Ucap Ahard sambil menikmati buah apel tersebut.
"Em.. cuacanya sangat cerah, bagaimana kalau kita piknik di pinggir sungai?" Ajak Chloe saat melihat ke luar jendela.
"Hm? Bukankah Chloe ada kelas tata krama dan sejarah?" Tanya Ahard yang masih sibuk mengunyah apel.
"Aku malas, pelajaran yang mereka ajarkan itu-itu saja, bahkan menganggapku bodoh, aku benar-benar tidak suka!" Ucap Chloe.
"Em.. baiklah, apakah Chloe tau tempatnya?" Tanya Ahard.
Chloe tersenyum, ia merangkul Ahard dan menggunakan sihir teleportasinya dan sampai di tepi sungai yang berada tak jauh dari istana ratu.
"Chloe?! Kenapa pake sihir teleportasi? Kan kalau pakai sihir teleportasi bakal memakan mana yang sangat besar!" Ucap Ahard dengan kesal.
Chloe tak memperdulikan perkataan Ahard dan langsung ke tengah sungai untuk menangkap ikan.
"Ahard, ada banyak ikan disini, ayo ikut tangkap!" Ucap Chloe dengan senang.
"Chloe saja, aku akan menunggu di tepi." Ucap Ahard lalu duduk di rerumputan.
"Eh, tunggu dulu.. Chloe kan diizinkan belajar sihir belum lama ini, bagaimana ia bisa memakai sihir teleportasi yang hanya bisa dipakai penyihir agung tahap menengah?" Batin Ahard dengan bingung.
Setelah menangkap beberapa ikan, Chloe kembali ke tepi, ia menyalakan api dan mulai memasak ikannya.
Setelah matang, ia menyantap ikan itu bersama adiknya.
Setelah selesai, mereka berbaring di hamparan padang rumput yang terletak di tepi sungai sambil menatap langit.
"Chloe akan debutante saat umur berapa?" Tanya Ahard.
"Em.. mungkin 18, agar bisa bareng sama Ahard." Jawab Chloe.
"Begitu ya, baiklah.. di pesta debutante kita akan memakai pakaian dengan warna couple, saat masuk dalam ruangan akan diiringi dengan alunan musik, petanya juga harus sangat-sangat meriah! Chloe harus menjadi pasanganku dan melakukan dansa pertama denganku!" Ucap Ahard dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Haha, iya.. iya, tapi.. setelah debutante kita akan resmi menjadi calon pewaris, dan pasti akan ada perebutan tahta." Ucap Chloe dengan sedih.
"Huh, jika Chloe menginginkan tahta ambil saja, Ahard gak butuh! Yang Ahard butuhkan hanya chloe yang selalu ada untuk Ahard!"
"Hm.. tapi faksi bangsawan sangat mendukungmu Ahard, kau tak bisa menghindari perebutan tahta begitu saja!" Ucap grand duke neutrum.
"Hah? Kakek?" Ucap Ahard, ia bangun kemudian berlari dan memeluk kakeknya itu.
"Cucuku sudah besar ya?" Ucap grand duke neutrum sambil menggendong Ahard.
"Apa kabar Grand duke neutrum." Ucap Chloe dengan sopan.
"Hm? Kenapa bersikap formal pada kakekmu ini?" Ucap grand duke neutrum.
"Karena ini yang saya pelajari di kelas tata krama." Ucap Chloe.
"Si kepar*t itu! Hah, sepertinya aku harus mengganti lagi guru tata kramamu!" Guman kakek kesal.
"Ekhem, Chloe ada yang ingin ku bicarakan denganmu, berdua saja!" Ucap kakek yang langsung menurunkan Ahard.
"Baiklah." Jawab Chloe, ia menjentikkan jarinya dan menteleportasi Ahard kembali ke istana Ratu.
"Huh, Chloe apa kau tak berminat menjadi kaisar?" Tanya grand duke neutrum.
"Tidak, aku di lahirkan untuk melindungi dunia, bukan untuk menjadi kaisar!" Jawab Chloe yang perlahan menerima takdirnya.
"Kekaisaran membutuhkan orang yang kuat, adikmu sangat polos akan dunia luar, keinginan dia saja hanya ingin tetap berada di disampingmu, pikirkan kembali tentang tahta Chloe!" Ucap grand duke neutrum yang berusaha membujuk Chloe.
"Memang apa yang ku dapat jika aku berhasil menjadi kaisar? Aku sudah memiliki segalanya sekarang!" Ucap Chloe dengan dingin.
"Hah... anak ini, memang tidak ada.. tapi kamu bisa melindungi rakyatmu." Ucap grand duke neutrum yang sudah kehabisan kata-kata.
"Rakyat? Yang mana? Apa para bangsawan yang selalu memandangku rendah? Atau para pelayan yang memperlakukan aku dengan buruk? Atau rakyat miskin yang selalu mengemis padahal mereka bisa bekerja? Lagi pula takdirku kan melindungi mereka, toh tidak jadi kaisar pun tidak masalah!" Ucap Chloe dengan ekspresi wajah yang tampak terluka.
Grand duke neutrum kehabisan kata-kata, ia tak menyangka bahwa para bangsawan dan para pelayan berani memperlakukan Chloe dengan buruk hanya karena Chloe memiliki kondisi fisik yang lemah serta menutupi matanya karena harus menyembunyikan fakta bahwa ia adalah anak yang berada dalam wahyu, yang membuatnya tambah terkejut adalah walau Chloe tidak mempermasalahkannya tetapi lukanya sangatlah dalam.
"Chloe.. apa kau mau mempercepat debutante?" Tanya grand duke neutrum.
Muka Chloe terlihat gelap.
"Tidak, aku sudah berjanji pada Ahard untuk melakukan debutante bersama 6 tahun lagi." Ucap Chloe.
Chloe tiba di dunia kecil dan mulai mencari Nathan dan kakak beradik phoenix.
Setelah mencari sekian lama, terlihat kakak beradik phoenix sedang menikmati minuman beralkohol di tepi sungai bersama Nathan yang hanya meminum teh karena ia belum cukup umur.
"Chloe? Kamu kembali? Aku sudah sangat merindukanmu!" Ucap Nathan, ia berlari ke arah Chloe dan ingin memeluknya namun Chloe menghindar dengan cepat.
"Tuan putri sudah datang? Sekarang saatnya menunjukkan hasil latihan kalian secara langsung agar kemampuan kalian meningkat!" Ucap Lou.
"Yang dikatakan Lou benar, bagaimana kalau kalian melawan hewan buas yang ada di lembah dunia kecil ini?" Tambah Huang.
"Hello? Seharusnya kalian cek kekuatan mereka dengan duel, masa langsung melawan hewan buas?" Ucap dewi spirit yang tidak terima.
"Kami males, mending kamu aja yang lakuin!" Ucap Huang.
"Iya kamu saja yang lakukan!" Tambah Lou.
"Hah! Kalian memang sesat! Tuan putri, pangeran, kalian duel saja dengan raja spirit angin." Ucap dewi spirit yang kemudian memanggil raja spirit angin datang.
"Raja spirit angin, bertarunglah dengan mereka, dan Chloe.. kamu lawan secukupnya saja." Ucap dewi spirit.
"Baiklah, mau kita mulai sekarang?" Ucap Nathan yang sudah bersemangat.
Mereka pun mencari tempat yang cukup luas untuk berlatih.
"Bagaimana jika di tempat itu saja?" Tanya Chloe saat melihat tempat yang menurutnya cocok untuk berlatih.
"Tidak masalah, tempat ini juga cukup luas untuk kita berlatih." Ucap raja spirit angin sambil melihat sekitar tempat itu.
Mereka bersiap-siap dan mengambil jarak.
Sedangkan kakak beradik phoenix duduk di atas pohon untuk menyaksikan latihan mereka sambil meminum minuman beralkohol, dewi spirit pun menyaksikan dari pinggir.
"Raja Spirit angin, mohin bimbingannya." Ucap Nathan, sedangkan Chloe hanya tersenyum dan memberi hormat.
__ADS_1
"Tidak perlu sungkan, sebuah kehormatan bagi saa dapat melawan penyelamat di masa depan." Ucap raja spirit.
Nathan segera mengeluarkan jurus langkah bayangan, teknik yang menggunakan aura untuk menambah kecepatan penggunanya. Raja spirit angin pun segera membuat pertahanan.
Nathan menyerang bagian perut raja spirit angin, namun raja spirit angin menghindar dengan cepat bagaikan angin.
Setelah gagal, Nathan mencoba kembali menyerang, tetapi tetap gagal. Berapa kali pun ia menyerang raja spirit angin bisa menghindar dengan cepat layaknya angin.
Jangankan memberi goresan, serangan Nathan pun tidak mengenainya bahkan sekedar menyentuh pakaiannya saja tidak bisa.
Namun Nathan tidak menyerah begitu saja, ia terus mencoba untuk melakukan serangan kepada raja spirit angin, dan raja spirit angin hanya bertahan dari serangan Nathan.
Walaupun serangannya tidak kena, namun setiap serangannya akan meningkat dan lebih teratur dari awal, mungkin karena insting bertarung Nathan mulai meningkat. Karena bagaimana pun ini adalah pertama kalinya ia bertarung dan berlatih bersama orang lain.
Tak terasa sudah 1 jam terlewati, namun mereka belum juga menyudahi latih tandingnya. Namun pertarungan mereka terlihat lebih intens, karena Nathan mulai menggunakan beberapa teknik yang ia pelajari dari buku.
Pukulan, tendangan, semua teknik sudah ia keluarkan namun belum ada teknik yang mampu menggores raja spirit angin.
Nathan mulai kelelahan, namun dirinya masih belum mengendorkan serangannya, dengan harapan setidaknya dapat memberikan goresan pada pakaian raja spirit angin.
"Hm.. begitu rupanya." Guman Chloe.
Chloe yang sedari tadi hanya terdiam mulai memusatkan auranya di telapak kaki dan mengumpulkan mana pada kepalan tangan kanannya.
Chloe menatap raja spirit angin melalui mata permatanya ia bisa melihat pergerakan raja spirit angin kedepannya, lalu ia melesat dengan cepat, memukul perut raja spirit angin dengan tangan kanannya, dengan sigap raja spirit angin bisa menghindar, tetapi Chloe dengan cepat pindah ke belakang raja spirit angin dan memukul punggungnya, raja spirit pun kalah dalam serangan kedua dari chloe.
"Woah, tuan putri sangat hebat!" Ucap Huang sambil bertepuk tangan.
"Hm.. tuan putri sangat hebat, walaupun fisiknya lemah jika di latih lagi ia akan menjadi petarung yang hebat." Ucap Lou.
"Heh.. tuan putriku memang hebat! Tapi sebenarnya.. ia dipaksa kuat karena.. banyak orang yang ingin membunuhnya setiap malam." Ucap dewi spirit.
Setelah raja spirit angin mengakui kekalahannya, mereka pun mengakhiri pertandingannya.
"Kemampuan anda sangat hebat tuan putri, suatu kehormatan bisa bertarung dengan anda." Ucap raja spirit angin yang berjalan ke arah Chloe.
"Kau terlalu memujiku raja spirit angin, jika kau serius dari awal, aku yakin bahwa aku tidak akan mampu menyerang dirimu." Ucap Chloe menyangkal.
"Kemampuan dan bakat anda begitu besar, aku tidak sabar menanti kehebatan anda di masa yang akan datang." Ucap raja spirit angin yang membayangkan bagaimana perkembangan Chloe, raja spirit angin pun sudah tidak sabar melihat Chloe menjadi petarung yang sangat hebat.
"Semua orang memiliki kelebihan masing-masing, tinggal tergantung bagaimana mereka menentukan jalannya, termasuk diriku." Ucap Chloe sambil tersenyum.
"Tuan putri benar, semua orang bebas melakukan apapun tergantung dirinya, pangeran juga hebat, anda tinggal berlatih dengan giat lagi agar bisa mengalahkanku. Kalau begitu saya pamit pergi." Ucap raja spirit angin lalu menghilang bersamaan dengan hembusan angin.
Kakak beradik phoenix dan dewi spirit berjalan menuju Chloe dan Nathan.
"Hei, pangeran dan putri. Mari makan terlebih dahulu!" Ucap Huang.
Mereka pun duduk di tepi sungai, Huang memasak hasil buruannya, lalu mereka makan bersama dengan lahap. Setelah itu mereka mulai membicarakan jadwal latihan kedepannya, karena bagaimana pun Chloe tidak bisa berlama-lama di dalam dunia kecil.
Karema kakak beradik phoenix khawatir kalau Chloe terlalu lama di dunia kecil maka akan membuat keluarganya khawatir tanpa tau masalah yang dihadapi Chloe.
Setelah membicarakan tentang jadwal mereka pun membersihkan diri, Nathan dan kakak beradik phoenix mandi di sungai sedangkan Chloe mandi di danau yang tak jauh dari sana, malam harinya mereka berkumpul dan bersantai untuk sekedar mengobrol beberapa hal.
Walaupun mereka baru mengenal beberapa hari, tetapi mereka terlihat begitu akrab dan tidak ada kecanggungan diantara satu sama lain.
Karena sudah larut malam, mereka kembali ke kuil untuk tidur.
Karena Nathan merasa begitu kelelahan setelah akhir-akhir ini ia tak mempunyai waktu untuk tidur karena berlatih dengan begitu keras.
Walaupun Nathan mampu tidak tidur dengan waktu yang lama, tapi.. bagaimana pun juga Nathan seorang manusia yang membutuhkan waktu tidur dan menikmati mimpi indahnya.
...~bersambung~...
Chloe yang sudah tertidur tiba-tiba membuka matanya, ia keluar mencari dewi spirit dan langsung mengajaknya pergi ke kekaisaran animalis daemonium.
Apa yang sebenarnya terjadi?🤔
Nantikan episode berikutnya🙃
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayy semua, jangan lupa like, komen, dan favoritkan agar novelis semakin semangat buat ceritanya.
Oh, jangan lupa dukung karya ini dengan memvote ya...
__ADS_1
Maaf bila banyak kekurangan & Terima kasih....🙏
Salam penuh cinta dari novelis😘