The Chosen Magician

The Chosen Magician
episode 2


__ADS_3

Setelah Chloe bersih-bersih, ia makan malam bersama ayahanda, ibunda, serta adiknya.


Chloe memiliki seorang adik bernama Ahard de imperium, lelaki kecil yang sangat tampan berusia 10 tahun.


Setelah makan malam, mereka sekeluarga berkumpul dan menikmati waktu istirahat dengan senda gurau sambil menikmati teh dan camilan.


"Ayahanda, ibunda, izinkan Clhoe belajar sihir ya?" Ucap Chloe ragu tetapi ia memberanikan diri untuk bertanya.


Kaisar dan Ratu Adaline langsung menatap ke arah Chloe.


"Tidak boleh! Ahard ini sudah malam, ayo tidur." Jawab Ratu Adaline dengan tegas, ia melangkahkan kaki meninggalkan ruangan itu.


"Em....baik ibunda." Jawab Ahard dan segera menyusul ibunda-nya.


"Ayah, kenapa ibunda tidak pernah mengizinkan Chloe belajar sihir?" Tanya Chloe dengan perasaan sedih.


"Chloe, semakin kau kuat, kau memiliki kewajiban untuk memikul tanggung jawab yang besar. Ibunda hanya tak mau kamu terbebani dengan kewajiban dan menderita." Ucap kaisar dan mengelus kepala putrinya dengan lembut.


"... aku mengerti ayah." Jawab Chloe dengan sedih.


"Ekhem... kalau kau tetap ingin belajar sihir, bicarakan baik-baik dengan ibunda, ayahanda yakin kalau kamu memiliki alasan yang tepat pasti ibunda akan memberikan izin bersyarat." Ucap Kaisar lalu meminum tehnya.


"Baik ayahanda, terima kasih atas sarannya." Ucap Chloe, ia berdiri dan langsung pergi menuju kamarnya.


Sebenarnya kaisar sangat khawatir akan masa depan putrinya, ia mengerti bahwa ia tak boleh egois dan percaya bahwa anaknya bisa melewati takdirnya itu, kaisar juga mengerti kekhawatiran istrinya karena istrinya pun sangat menyayangi Chloe.


"Ah, sebenarnya anda siapa?" Tanya Chloe.


Kamar Chloe sangat sepi, tetapi... semenjak dari kuil tua itu... Chloe mendengar suara aneh yang terus menghantuinya.


"Aku? Aku adalah dewi spirit, aku akan membimbingmu untuk menjadi kuat!" ucap dewi spirit yang tiba-tiba muncul.


"Tok... tok... tok..."


"Chloe... apa Ahard boleh masuk?" Ucap Ahard yang berada di depan pintu kamar Chloe.


dewi spirit langsung menghilang, Chloe berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu untuk Ahard.


"Ceklek"


Chloe membukakan pintu dan membiarkan Ahard masuk.


"Ada apa Ahard?" Tanya Chloe setelah membukakan pintu.


"Em.. Ahard ingin tidur dengan Chloe," ucap Ahard ragu dengan ekspresi imutnya.


"Baiklah, berbaringlah di kasur, aku mau menutup pintu terlebih dahulu." Ucap Chloe sambil mengelus rambut adiknya dengan lembut.


Ahard menggangguk lalu berjalan ke arah kasur sedangkan Chloe berjalan menuju pintu.


Pagi harinya, Chloe sudah bangun dan segera membersihkan dirinya untuk bersiap-siap karena hari ini adalah jadwal untuknya mengunjungi kuil suci.


Saat Chloe membuka pintu, ia sangat terkejut dengan orang yang sudah menunggunya di depan pintu.


"Perdana menteri claude? Sedang apa disini?" Tanya Chloe.


Perdana menteri claude tersenyum lalu memberi hormat.


"Saya memberi salam pada bintang kekaisaran, saya akan mengawal Yang Mulia Putri dalam perjalanan menuju kuil suci." Ucap Perdana menteri claude.


Chloe menatap perdana menteri claude dan melihat pedang yang berada di pinggang perdana menteri claude.


"....hah... jadi ksatria ya..., mohon bantuannya hari ini sir. Claude." Ucap Chloe lalu melangkahkan kakinya pergi.


Perdana menteri claude mengikuti Chloe dari belakang dengan patuh.


"Chlo, Chloe.. apakah Chloe akan berangkat? Ahard ikut ya?" Teriak Ahard yang berlari mengejar Chloe.


Chloe menghentikan langkahnya dan menengok.


"Ahard? Kau sudah bangun?" Tanya Chloe.

__ADS_1


"Ahard mau ikut dengan Chloe, mau ikut!" Ucap Ahard merengek, ia memeluk Chloe dengan erat dan tak membiarkan Chloe pergi tanpa dirinya.


"A, Ahard kalau Ahard ikut ibunda pasti marah." Ucap Chloe yang berusaha membujuk Ahard.


"Tidak, Ahard mau ikut dengan Chloe!" Ucap Ahard dengan bersih keras.


"Yang Mulia Putri, sebaiknya anda membiarkan Yang Mulia pangeran ikut." Ucap perdana menteri claude yang mendukung Ahard.


"Hah... iya Ahard boleh ikut, tapi... ganti baju dulu, Chloe akan menunggu di depan." Ucap Chloe.


Ahard menggangguk dan bergegas berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


"Sir. Claude aku akan mengunjungi ibunda terlebih dahulu." Ucap chloe.


"Baik Yang Mulia Putri." Jawab perdana menteri claude dengan patuh.


...----------------...


"Selamat pagi ibunda." Ucap Chloe kepada Ratu Adaline yang sedang bersantai menikmati secangkir teh.


"Apa kau akan berangkat ke kuil suci?" Tanya Ratu Adaline dengan santai.


"Benar ibunda." Jawab Chloe dengan sopan.


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik, jangan terlalu memaksakan diri." Ucap Ratu Adaline. Meski ia sangat khawatir pada putrinya, ia tidak bisa menunjukkan perasaannya sesuka hati.


"Baik ibunda, saya akan menjaga diri saya baik-baik selama 3 hari kedepan." Jawab Chloe, setelah itu ia pamit dan bergegas pergi kedepan karena khawatir adiknya sudah menunggu lama.


"Jaga dirimu baik-baik Putriku tercinta, ibunda hanya bisa berdoa untuk mu." Batin Ratu Adaline sambil menatap jeluar jendela.


"Chloe! Kamu dari mana saja? Ahard sudah menunggu lama!" Ucap Ahard dengan marah.


"Saya habis menemui ibunda ratu, harap pangeran memakluminya." Ucap chloe dengan sopan.


Ekspresi Ahard terlihat bingung, Chloe segera memerintahkan penyihir untuk membuka portal menuju kuil suci.


Dengan beberapa langkah, mereka sudah sampai di depan kuil suci. Pendeta agung langsung menyambut kedatangan mereka dengan perasaan riang.


"Jadi dia Tuan Putri Chloe? Ternyata tidak ada yang istimewa dari dirinya!"


"Bukankah Tuan Putri Chloe dirumorkan sangat lemah dengan sihir hingga dilindungi oleh Baginda kaisar?"


"Dari rumor yang ku dengar sih... ia tidak bisa menggunakan sihir hingga kaisar tidak menyayanginya."


"Cih, Ada perlu apa dia di kuil yang suci ini?"


"Jangan dengarkan perkataan mereka Yang Mulia Putri!" Ucap perdana menteri claude yang cemas akan perasaan Chloe.


"Tidak apa sir claude, saya baik-baik saja." Ucap Chloe.


Entah dari mana asal rumor tersebut, tetapi rumor belum tentu kenyataan. Kaisar sangat menyayangi anak-anaknya, walau ditengah kesibukan kaisar menyempatkan diri untuk kumpul bersama keluarga dan tak membedakan kasih sayang yang ia berikan kepada anak-anaknya.


Walau ini negara suci, banyak bangsawan sombong yang hanya bisa congkak dan pamer harta.


"Chloe, apa Chloe tidak marah dengan mereka?" Tanya Ahard, ia mengepalkan tangannya dan menahan kemarahannya.


"Percuma saja menghadapi mereka Ahard, semakin meladeni maka mereka semakin menjadi, dan... harap kurungkan niatmu itu sir. Claude." Ucap Chloe dengan tenang.


"Ah, maafkan saya Yang Mulia." Ucap perdana menteri claude sambil memasukkan kembali pedangnya.


"Pendeta agung, mari kita mu... ah!" Seseorang menyerang Chloe dengan sihir, kain yang menutupi mata chloe terlepas dengan reflek Chloe menutupi wajahnya dengan tangan.


Perdana menteri claude langsung menarik pedangnya dan melihat sekitar.


"Siapa yang berani-beraninya menyerang Yang Mulia Putri?!" Teriak perdana menteri claude dengan murka.


"Ups, maaf aku memang sengaja." Ucap seorang perempuan yang ternyata adalah rosiella de roman, putri dari pasangan duke dan duchees roman yang telah mengabdi untuk negara.


"Kau... berani-beraninya menyerang kakakku...! Aku tak akan memaafkanmu!!!" Ucap Ahard dengan murka, ia mengeluarkan sihirnya dan hendak menyerang putri duke itu.


"Gawat, jika Ahard menggunakan sihir sebanyak ini.. mananya akan terkuras dengan cepat!" Batin Chloe, ia memejamkan matanya dan berjalan menuju Ahard.

__ADS_1


"Ahard... hentikan." Ucap chloe, ia memeluk adiknya dan berusaha menenangkannya, Perlahan Ahard menjadi tenang.


"Pendeta agung, tolong bawa Ahard masuk!" Ucap Chloe, pendeta agung membawa Ahard masuk, Ahard menengok ke arah kakaknya dan menatapnya dengan rasa khawatir lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Kau selama ini salah paham putri duke, kaisar bukan melindungiku tetapi melindungi kalian dariku." Ucap Chloe, tanda di dahinya mulai memancarkan sinar.


"Aku sudah melakukan kontrak dengan dewi spirit, jadi... aku bisa memanggil bangsa spirit yang lain kan?" Batin Chloe.


"Tentu saja, kau sudah melakukan kontrak denganku, jadi manfaatkalah aku sebisa mungkin." ucap dewi spirit.


"Aku memanggilmu, spirit air!" Ucap Chloe dengan lantang.


Semua orang menertawakan dan menganggap konyol perbuatan Chloe.


"Tuan Putri, sepertinya anda masih belum bangun dari mimpi. Anda kan tidak punya mana yang cukup untuk memanggil spirit, bahkan spirit tingkat terendah pun tidak mau melakukan kontrak denganmu!" Ucap rosiella dengan sombong, ia mengejek sekaligus menertawakan perbuatan Chloe.


Tiba-tiba air mengguyur orang-orang yang menertawakan Chloe, termasuk putri duke itu.


"siapa yang berkata bahwa tuanku tidak bisa memanggil spirit?" ucap raja spirit air yang terdengar garang.


Dari tanda di dahi Chloe keluar raja spirit air, dengan amat sombong putri duke itu tetap mengejek Chloe.


"Hoho.. Tuan Putri, akting anda sangat luar biasa.. anda menggunakan tipu muslihat agar terlihat kuat ya..." ejek putri duke.


Sekali lagi, raja spirit menyiramkan air ke putri duke yang congkak itu dan berkata, "bahkan spirit tingkat terendah pun tak ingin melakukan kontrak denganmu!"


"Kau... berani-beraninya spirit tingkat rendah macam kau mengguyurku?! apa kau tidak tau bahwa ayahku juga melakukan kontrak dengan spirit?!" Ucap rosiella dengan marah, ia tak mengetahui bahwa spirit yang ia lawan adalah raja spirit.


"Rosiel! Hentikan!!!" Teriak seseorang yang ternyata adalah duke roman.


"A, ayah.. spirit rendahan ini berani mengguyurku.. tolong balas perbuatannya!" Rengek rosiella dengan pura-pura seolah ialah korbannya.


Duke roman berjalan mendekat ke arah rosiella dan menamparnya dengan keras.


"Apa yang telah kau perbuat hah? Dia itu raja spirit! Gara-gara kau, spirit yang melakukan kontrak denganku memutuskan kontraknya!!!" Ucap duke dengan murka.


"Raja spirit, maafkan kecerobohan putri saya, saya akan mendidiknya lagi, jadi saya mohon.. kembalikan spirit yang melakukan kontrak denganku." Ucap duke roman, raja spirit hanya terdiam dan menatap duke dengan tajam.


▪"Gak mau! Anakmu sudah melukai tuanku!" Ucap raja spirit sambil memalingkan mukanya.


"Wah, wah, ternyata raja spirit sangat arogan." Batin Chloe.


"Jika anda mau spirit kontrak anda kembali, sebaiknya kau mendidik anakmu dengan benar duke, di atas langit masih ada langit putri duke, jangan lupakan itu!" ucap Chloe, ia melangkahkan kakinya menuju kuil suci dan meninggalkan mereka termasuk perdana menteri claude yang terkejut dengan kekuatan Chloe.


"Yang Mulia Putri, anda tidak apa?" Ucap pendeta agung dengan panik, ia segera memberikan kain yang baru untuk menutup mata Chloe.


Chloe membuka matanya, terlihat bola mata yang sangat indah.


"Chloe... mata Chloe sangat cantik!" Ucap Ahard dengan kagum.


"Ini rahasia ya, jadi Ahard tidak boleh memberitahukan tentang mana Chloe kepada orang lain, janji?" Ucap Chloe sambil memakai kain untuk menutupi mata indahnya itu.


"Iya.. Ahard berjanji!" Ucap Ahard.


Mereka pun berjalan melewati lorong.


Setiap berpas-pasan dengan para pendeta, pendeta itu menyapa karena mau bagaimanapun Chloe dan Ahard adalah keluarga kaisar.


Meski begitu, tidak semua orang akan menghormati Chloe, terutama beberapa orang yang termakan rumor dan menganggap dirinya lebih hebat.


Walau begitu Chloe tidak mempedulikannya, dan akan melawan pada orang yang benar-benar sudah keterlaluan.


...~bersambung~...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayy semua, jangan lupa like, komen, dan favoritkan agar novelis semakin semangat buat ceritanya.


Oh, jangan lupa dukung karya ini dengan memvote ya...


Maaf bila banyak kekurangan & Terima kasih....🙏

__ADS_1


Salam penuh cinta dari novelis😘


__ADS_2