
Ibu kota kekaisaran tenebrarum terlihat begitu ramai, disetiap sudut dipenuhi oleh pedagang dan para pejalan kaki, di sepanjang jalan pun terdapat kedai, restoran, penginapan, dan toko-toko kecil.
Di suatu sudut, terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan santai menuju hutan yang berada tak jauh dari ibukota kekaisaran.
Pemuda itu adalah Nathan, seorang pangeran terbuang, ia pun hanya anak seorang selir Kaisar tenebrarum. Dan.. hal istimewa yang ia punya adalah mata permatanya, takdirnya pun sama seperti Chloe yaitu menyelamatkan dunia kultivator dari kehancuran karena kegelepan, namun Nathan tidak mengetahui tentang takdirnya itu.
"Akhirnya sampai juga, sebaiknya aku segera mencari tempat untuk bermalam, setelah itu baru fokus untuk berlatih." Ucap Nathan yang sudah berada di hutan.
Anehnya, Nathan merasakan energi yang aneh dan seperti ada yang memanggil namanya dan mengarahkannya ke suatu tempat.
"Menyelamatkan dunia dari kehancuran adalah tugas orang yang memiliki mata permata." Suara itu terus menggema di telinga Nathan dan membuat telinganya menjadi terasa sakit.
"Arghhh.. suara apa ini? Mengapa suara ini terus menggema di telingaku!" Ucap Nathan, karena tak fokus dengan jalan.. ia terperosok ke dalam jurang yang cukup dalam.
"Uh.. apa ini akhir hidupku? Ibu.. aku sangat takut!" Ucap Nathan dengan sedih, ia menatap ke atas dengan putus asa, dadanya terasa sesak saat mengingat nasihat mendiang ibunya, dan kini.. ia tak bisa menjalankan satu nasihat pun.
Nathan yang merasa kesakitan dan sudah tak bertenaga akhirnya pingsan, tetapi.. suatu energi menyelimuti tubuhnya, untung saja tidak jauh dari tempat Nathan berada ada 2 orang pria dewasa.
Tidak terasa sudah 5 hari berlalu, namun Nathan belum memperlihatkan tanda-tanda akan terbangun, saat malam hari.. akhirnya Nathan terbangun.
"Uh.. sakit sekali, tetapi ini dimana? Apa aku sudah mati?" Guman Nathan saat merasakan tempat dan suasana sekitar yang asing.
"Tidak, kau belum mati karena takdir telah memilihmu." Terdengar suara yang entah dari mana asalnya.
Nathan mencoba mencari asal suara tersebut namun tak menemukan apa-apa.
"Maaf, anda siapa? Dan.. saya berada di mana?" Ucap Nathan yang tidak tau sedang berbicara dengan siapa dan di mana orang tersebut.
"Saat ini anda sedang berada di dunia lain, atau bisa disebut sebagai dunia kecil. Saat anda terjatuh ke dalam jurang beberapa hari yang lalu kau terjatuh dalam dunia kecil ini. Awalnya kami tidak tau bagaimana anda bisa berada di dunia ini namun sekarang kami sidah mengerti bahwa anda adalah salah satu anak ramalan yang disebutkan oleh tuan kami." Ucap salah satu dari 2 pria dewasa tadi.
__ADS_1
Nathan berusaha memahami perkataan mereka, namun semakin keras ia berpikir, ia tetap tidak bisa memahaminya.
"Anda tak perlu berpikir dengan keras, perlahan anda akan menemukan jawabannya." Ucap orang itu, tiba-tiba muncul 2 pria dewasa berparas tampan dan penuh wibawa dengan pakaian berwarna merah dan putih.
Saat melihat 2 orang itu Nathan sangat terkejut hingga berjalan mundur beberapa langkah, ia merasakan bahwa 2 pria itu memiliki kemampuan sangat tinggi dan mengoarkan aura yang tidak biasa.
"Em.. halo tuan-tuan, saya Nathan, sebenarnya siapa tuan-tuan ini? Dan apa maksud perkataan tuan sebelumnya?" Tanya Nathan sambil menatap kedua pria tersebut.
"Hem.. minumlah ini, kau baru sadar, sebaiknya kita mencari tempat yang lebih baik untuk mengobrol." Ucap salah seorang pria itu sambil melempar sebotol air kepada Nathan.
Nathan meminum air itu, kemudian mereka bertiga berjalan menuju sebuah kuil tua, tampak luar kuil itu begitu kumuh, tetapi saat masuk ke dalam penampilannya sangat berbeda, tempat yang begitu bersih dan luas, semua barang tertata rapih, dan yang paling mengejutkan kuil itu seperti gudang harta karena ada berbagai jenis senjata langka, kitab-kitab kuno yang tertata rapi, serta koin emas yang menumpuk dengan sangat banyak.
"Perkenalkan saya adalah Huang dan ini adalah adik saya Lou, kami adalah seorang phoenix." Ucap Huang yang menggunkan pakaian berwarna merah.
"Apa? Bukankah phoenix itu hanyalah sebuah legenda saja?" Tanya Nathan dengan bingung.
"Menurut orang-orang dunia kultivator sih begitu, tetapi tidak untuk dunia atas." Jawab Huang.
"Baiklah, aku akan bercerita terlebih dahulu agar kau mengerti dan paham."
"Ratusan tahun yang lalu saya dan adik saya adalah hewan mitologi atau phoenix, tuan kami bernama reboni, dia adalah dewi cantik yang kuat namun baik hati, penguasa alam dewa pun segan padanya. Namun, sesuatu terjadi padanya, dia dikhianati oleh penguasa yang haus akan kekuasaan dan dengki akan mereka yanv memiliki kekuatan yang tinggi sehingga mereka menjebak tuan kami.
Saat tuan kami masih ada, dunia atas maupun dunia kultivator sangat damai, kehidupan pun berjalan dengan baik, para bajing*n pun tak bisa berbuat semena-mena karena adanya tuan kami.
Meski perbuatan para bajing*n itu telah diketahui oleh tuan kami, tetapi tuan kami tidak bisa berbuat banyak, karena saat itu ia sudah tidak ingin ikut campur dalam urusan dunia. Namun seiring waktu berjalan tuan kami sudah merasa jenuh akan semua yang terjadi, akhirnya ia turun tangan untuk menghukum mereka, namun akarnya masih ada, masalah tersebut terus tumbuh hingga membuat tuan kami menjadi tidak ingin turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Yang tidak disangkanya lagi, mereka telah menargetkan tuan kami karena tau bahwa selama masih ada tuan kami, mereka tidak bisa bebas bertindak sesuka hati dan akhirnya.. pertarungan besar pun terjadi, tuan kami melawan mereka seorang diri tanpa mau menerima kami untuk ikut berperang.
Sebelumnya ia berkata bahwa suatu saat akan terlahir anak-anak dengan mata permata yang akan membawa perubahan di seluruh alam ini dan tuan kami menyerahkan tugas tersebut kepada kami untuk menjaga, mengawasi dan membimbing mereka.
__ADS_1
Serta membantunya untuk menjadi kuat dan menuju pundak dengan takdir yang telah ditentukan. Kami menerima tugas terakhir itu walau dengan berat hati, dan rasa sedih karena tidak bisa turun bersamanya ke medan perang.
Setelah mendapat kabar bahwa tuan kami telah tewas, kami pun segera melaksanakan tugas yang ia berikan, kami tidak ingin mengecewakannya, dia melindungi kami kami dengan menyegel kami di beberapa tempat, saya dan Lou tersegel di dunia kecil ini sambil menanti kedatangan anak tersebut dengan percaya diri.
Dunia ini dibagi menjadi 3, dunia dewa, dunia para spirit, dan dunia kultivator, tempatmu terlahir, dan salah satu anak yang dikatakan oleh tuan kami adalah anda, karena hanya kamu yang bisa datang ke tempat ini dan membuka segel kami." Ucap Huang yang sedang bercerita kepada Nathan.
"Jadi tugas kami sekarang, kami akan menjadi bawahanmu, selalu mengawasimu, dan menjaga dirimu hingga dirimu sampai ke pundak kejayaan." Ucap Lou.
"Em.. tuan..."
"Jangan panggil kami tuan, anda bisa memanggil kami dengan nama." Ucap Huang yang memotong perkataan Nathan.
"Panggil nama kami untuk melakukan kontrak." Ucap Lou dengan bersemangat.
"Em.. Huang dan Lou...?" Ucap Nathan dengan ragu.
"Ya, kami akan mengabdi pada anda." Ucap Huang dan Lou secara bersamaan.
Muncul tanda berbentuk phoenix berwarna merah dan putih di punggung tangan kanan Nathan.
"Em... Huang, bagaimana caranya keluar dari dunia kecil ini?" Tanya Nathan.
"Entahlah, kami juga tidak tau." Ucap Huang dan Lou secara bersamaan.
...~bersambung~...
Hayy semua, jangan lupa like, komen, dan favoritkan agar novelis semakin semangat buat ceritanya.
Oh, jangan lupa vote karya novelis ya...
__ADS_1
Maaf bila ada kesalahan & Terima kasih...🙏
Salam penuh cinta dari novelis😘