
Setibanya di istana, mereka disambut dengan kemarahan serta ceramah Ratu Adaline, mereka pun diberi hukuman karena membiarkan pangeran Ahard ikut tanpa mendapat izin terlebih dahulu, perdana menteri claude juga mendapat hukuman yang sama dengan Chloe dan Ahard.
Setelah kemarahan Ratu Adaline mereda, barulah Chloe dan yang lainnya boleh berhenti menjalani hukuman, dan itu pun sudah hampir malam.
Perdana menteri langsung pamit pergi menuju istana kaisar sedangkan Chloe dan Ahard kembali ke kamar.
Seperti biasa Chloe berendam di air suci dengan dibantu oleh spirit air untuk menyediakannya. Setelah itu ia memakan buah yang diberikan dewi spirit.
"Tuan putri, aku sudah berhasil terhubung dengan kakak beradik phoenix, apa tuan putri mau bertemu dengan pemilik mata permata lainnya?" Tanya dewi spirit.
"Apakah bisa?" Tanya Chloe yang setengah percaya.
"Ya, silahkan berbaring di tempat tidur, saya akan membawa tuan putri ke dunia kecil." Ucap dewi spirit.
Chloe mengikuti perintah dewi spirit, dewi spirit bersinar semakin terang dan membawa chloe menuju dunia kecil.
Dewi spirit mengubah wujudnya, dari bola kecil menjadi wanita yang sangat cantik seperti dewi.
Terlihat Nathan dan kakak beradik phoenix sedang menikmati ikan bakar di pinggir sungai sembari menghangatkan diri dengan api unggun yang Huang buat.
"Lama tak bertemu Huang, Lou, kalian masih sama seperti dulu ya." Ucap dewi spirit sembari berjalan menghampiri kakak beradik phoenix bersama Chloe.
"Wah, wah, liat siapa yang datang? Kau masih sama menyebalkannya seperti dulu ya?" Ucap Huang sambil menahan emosi.
"Gadis cantik, siapa namamu?" Tanya Lou saat melihat chloe.
"Nama saya Chloe Winifred de imperium kakek." Ucap chloe dengan malu-malu.
"Ka..kek?" Ucap Lou yang ikut menahan emosi.
"Ya? Umur kakek kan sudah ratusan, tidak bahkan ribuan tahun." Jawab chloe dengan polos.
"Wah, kau sangat cantik chloe, perkenalkan namaku Nathan de tenebrarum, kalau besar kau harus menikah denganku!" Ucap seorang anak laki-laki berambut hitam yang memantulkan sinar rembulan dan mana permata yang berwarna merah, ialah Nathan de tenebrarum.
"Hm? salam kenal Nathan," ucap chloe sambil menjabat tangan nathan.
"Kamu.. sangat kuat, tetapi.. ada yang menghambat aliran manamu dan.. fisikmu juga lemah." Ucap Nathan.
"Hah? Bagaimana mau tau?" Tanya Chloe dengan terkejut saat mendengar perkataan Nathan.
"Haha, mata permataku dapat melihat seberapa kuat seseorang dan juga kelemahannya, mata permatamu bisa melakukan hal apa?" Ucap Nathan menyombongkan diri.
"Ah, em.. itu.. aku tidak tau." Ucap Chloe dengan nada sedih.
"Pangeran, tuan putri, sebaiknya sekarang kita belajar mana, kalau menurut saya pondasi yang kalian miliki sudah lebih baik." Ucap Lou yang diangguki eh huang.
"Kalian benar, sebaiknya kalian belajar cara mengindra mana milik kalian dulu." Ucap dewi spirit yang menyetujui usulan kakak beradik phoenix.
"Oh iya, ini adalah cincin ruang milik tuan kami sebelumnya, dia menitipkannya kepada kami untuk orang yang beliau maksud, yang tak lain adalah kalian..." ucap Huang yang langsung dipotong oleh dewi spirit.
"Di dalam cincin itu terdapat sumber daya tingkat tinggi, buku-buku tentang teknik bela diri, serta teknik pengendalian mana dan harta berharga lainnya." Ucap dewi spirit. Kemudian Lou memberikan cincin itu kepada Chloe dan Nathan.
"Terima kasih, kalian sudah membimbing kami dengan sabar." Ucap Chloe dan Nathan dengan tersenyum hangat kepada kakak beradik phoenix dan dewi spirit.
Karena tanpa bimbingan mereka, Chloe dan Nathan tidak akan mampu mencapai apa yang mereka capai sekarang.
"Kalian tidak perlu berterima kasih, karena ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami." Ucap dewi spirit, yang diangguki oleh kakak beradik phoenix.
Chloe dan Nathan hanya tersenyum, karena jawaban kakak beradik phoenix dan dewi spirit akan selalu seperti itu. Chloe dan Nathan mencoba melihat isi dari cincin itu, namun.. ekspresi mereka langsung berubah ketika melihat isi cincin tersebut.
Di dalam cincin itu terdapat benda-benda berharga seperti, persenjataan dan atribut tingkat tinggi, buku-buku teknik yang kuno, serta berbagai sumber daya tingkat tinggi.
__ADS_1
Bahkan Nathan tidak tau seberapa banyak tumpukan koin emas yang menggunung itu, Chloe berpikir bahwa jika seluruh kekayaan di kekaisaran bila digabungkan tidak akan mampu menyamai gunungan-gunungan emas yang ada dalam cincin tersebut.
Kakak beradik phoenix dan Nathan mengajak Chloe untuk menikmati ikan bakar yang sudah matang, setelah menikmati ikan bakar mereka menikmati secangkir teh panas sambil mengobrol ringan.
"Sebaiknya kalian tidur, tenang saja.. 1 jam di dunia kultivator sama 1 hari disini." Ucap dewi spirit.
Nathan dan Chloe menganggukkan kepala, lalu masuk kuil untuk tidur karena sudah mengantuk.
Keesokan harinya, mereka sudah berkumpuldi pinggir sungai, di hulu sungai terdapat air terjun.
Mereka berjalan kaki menuju air terjun itu, sesampainya di sana, Nathan berjalan menuju air terjun dan duduk di sebuah batu yang berada di tengah air terjun.
Dengan arahan kakak beradik phoenix, Nathan mulai menutup matanya dan mulai berkonsentrasi untuk merasakan mana di sekitarnya.
Energi mana disekitarnya mulai masuk ke dalam tubuh Nathan secara perlahan, melewati hidung lalu turun sampai wadah mana.
"Kau lihat itu, sesuatu yang bersinar kecil memasuki tubuhnya adalah mana alam," ucap dewi spirit kepada Chloe.
"Ya, aku melihatnya, sangat cantik!" Ucap Chloe yang terkagum-kagum.
Waktu pun terus berlalu, hingga tak terasa sudah siang hari.
Tidak lama terdengar suara ledakan dari dalam tubuh Nathan, bahkan tidak hanya sekali.
"Boooommm...."
"Boooommm...."
"Boooommm...."
Suara itu terus terdengar, lalu berhenti setelah 5 kali terdengar suara dari tubuh Nathan yang menandakan ia sudah menaikkan tingkat mananya dari tingkat pemula tahap menengah menjadi tingkat profesional tingkat dasar.
Tingkat mana dibagi menjadi 5.
Karena lelah menunggu, dewi spirit mengajak Chloe ke suatu tempat untuk berlatih mana seperti Nathan.
Sedangkan Nathan masih fokus untuk mengatur aliran mananya dan juga pondasinya, karena setelah naik tingkat secara berturut-turut.
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya Nathan membuka matanya.
Nathan melihat area sekitar, hingga menemukan kakak beradik phoenix yang sedang membakar ikan di tepi sungai, Nathan pun berenang menuju kakak beradik phoenix.
"Pangeran, selamat." Ucap Huang saat melihat Nathan datang, Nathan pun tersenyum dan mendekat ke arah mereka.
"Silahkan dimakan pangeran, ikannya sudah matang. Karena pangeran sudah bersemedi selama 1 tahun, pasti tuan muda sangat lapar." Ucap Huang sambil memberikan ikan yang sudah matang kepada Nathan.
"Apa? 1 tahun? Yang benar saja, perasaan baru beberapa jam saja." Ucap Nathan yang merasa bingung, karena ia merasa baru beberapa saat lalu bersemedi.
"Benar pangeran, pangeran sudah bersemedi selama 1 tahun." Ucap Lou yang berusaha meyakinkan Nathan.
"Aku tidak menyadarinya, karena merasa baru beberapa saat yang lalu aku bersemedi." Ucap Nathan yang mulai percaya dengan perkataan Huang dan Lou.
"Hah.. kau mudah sekali dibohongi Nathan! Bukan 1 tahun, tapi baru beberapa jam yang lalu kau mulai bersemedi." Ucap Chloe yang tiba-tiba muncul bersama dewi spirit.
Huang dan Lou tampak tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu Nathan.
"Hais, kalian ini..." ucap Nathan geram.
"Sudah, ayo makan aku sidah sangat lapar!" Ucap Chloe.
Nathan tak ingin ambil pusing kemudian menikmati ikan bakar bersama Chloe dan kakak beradik phoenix.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka pun lanjut bercerita dan Chloe meminta masukan kepada kakak beradik phoenix.
"Huang, Lou, menurut kalian apa yang harus ku lakukan selanjutnya? Setelah meningkatkan mana pondasiku menjadi rapuh, aku tak ingin sesuatu terjadi di masa depan." Tanya Chloe kepada kakak beradik phoenix.
"Sebaiknya tuan putri fokus untuk mempelajari beberapa teknik yang ada dalam cincin terlebih dahulu." Jawab Lou yang memberikan ide.
"Baiklah, terima kasih masukannya. Kalau begitu.. saya pamit pergi karena saya ada jadwal di dunia kultovator." Ucap Chloe berpamitan, lalu dewi spirit membawa Chloe kembali.
"Kenapa tuan putri ingin cepat kembali? Sekarang kan masih pukul 2 dini hari." Tanya dewi spirit, ia mengubah wujudnya kembali menjadi bola kecil yang melayang-layang dengan memancarkan sinar berwarna biru.
"Biasanya setelah kembali dari kuil suci, aku akan diperiksa selama seminggu, dan jadwalnya dini hari agar tidak mengganggu jadwalku saat siang." Ucap Chloe sambil berganti pakaian.
"Manusia kejam, dulu juga begitu? Padahal manusia butuh tidur sekitar 8 jam, Kau pasti kurang tidur!" Ucap dewi spirit dengan kesal.
Chloe tak menghiraukan gerutu dewi spirit dan bergegas pergi menuju istana kaisar.
"Cih, kenapa putri keluyuran malam-malam begini sih?" Ucap sang pelayan saat berpas-pasan dengan Chloe.
Chloe tak menghiraukan ucapan pelayan itu dan tetap fokus berjalan.
"Terakhir diperiksa aku masih tingkat profesional tahap awal, dan sekarang sudah tingkat penyihir agung tahap menengah, seharusnya saat debutante tidak akan terjadi masalah." Batin Chloe.
Sesampainya di istana kaisar, para pelayan tak menyambutnya dengan baik, perdana menteri claude yang sedang lewat langsung menyapa Chloe dan mengantarnya ke ruangan kaisar.
"Umumkan kedatangan Yang Mulia Putri dan aku!" Ucap perdana menteri claude yang memberi perintah ke pengawal.
Wajah pengawal tampak tak sudi namun ia tetap mengumumkannya.
"Yang Mulia Putri Chloe winifred de imperium dan perdana menteri claude memasuki ruangan."
Chloe melangkahkan kakinya masuk bersama perdana menteri claude.
"Salam kepada ayahanda, pemilik kekaisaran yang suci ini." Ucap Chloe sambil memberi hormat.
"Sudahlah, duchees roman silahkan dimulai pemeriksaannya." Ucap kaisar dengan wajah yang lesu.
"Baik baginda, lama tak bertemu Yang Mulia Putri." Ucap duchees lalu memeriksa chloe dengan spiritnya.
"Ini hal yang sangat mengejutkan, dalam 1 bulan anda sudah naik tingkat menjadi tingkat penyihir agung tahap menengah, selamat Yang Mulia Putri." Ucap duchees.
"Baiklah, detik ini.. aku umumkan bahwa Yang Mulia Putri Chloe winifred de imperium resmi menjadi penyihir agung dan akan mengabdi seumur pada negara." Ucap kaisar yang memberi titah dan dicatat oleh sekertaris david.
"Terima kasih ayahanda, raga dan jiwa saya hanya untuk kekaisaran ini, kalau begitu saya pamit undur diri." Ucap Chloe, setelah kaisar mengizinkan Chloe pergi dengan ditemani oleh duchees.
"Yang Mulia Putri, apa rahasia anda sehingga anda mempunyai kulit yang bersih dan bersinar?" Tanya duchees yang memeluk tangan Chloe sambil berjalan.
"Yah.. yang ku lakukan hanya berendam di air suci setiap hari." Jawab Chloe dengan apa adanya.
"Mana mungkin, pelayan istana kan sombong semua, mana mungkin mereka mau menyediakan air suci yang harus diangkut dari kuil suci?" Gerutu duchees yang sudah mengetahui sikap para pelayan.
"Haha, kan aku mempunyai spirit air duchees." Ucap Chloe.
Setelah Chloe sampai di kamarnya, ia langsung duduk dan mengambil beberapa buku dari cincin lalu mempelajarinya sambil menunggu matahari terbit.
...~bersambung~...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayy semua, jangan lupa like, komen, dan favoritkan agar novelis semakin semangat buat ceritanya.
Oh, jangan lupa vote karya novelis ya...
__ADS_1
Maaf bila ada kesalahan & Terima kasih...🙏
Salam penuh cinta dari novelis😘